---Di mana pun adalah ruang kelas---

Senin, 28 Mei 2018

Pram di Pesantren dan IAIN/UIN


Oleh: M. Q. Aynan

Sekarang sedang ramai-ramainya perbincangan tentang Bumi Manusia yang akan difilmkan. Saya jadi tergoda untuk menuliskannya. Saya hanya mau berbagi pengalaman di sini.

Saya adalah lulusan Madrasah Aliyah Program Keagamaan. Tentunya, saya akrab dengan buku-buku keislaman khususnya yang berbahasa arab. Saat masih kelas X saya belum terlalu mengenal buku-buku di luar itu semua. Baru pada saat kelas XI saya mulai mengenal buku-buku lainnya.

Saya punya teman-teman semasa MTs melanjutkan ke Program IPS pada saat itu. Mereka yang mengenalkan saya kepada buku-buku yang bukan kitab kuning. Seingat saya, penulis pertama yang mereka kenalkan pada saat itu adalah Pramoedya Ananta Toer. Di perkumpulan kami, ia dipanggil Mas Pram. Seperti kakak kami saja. Panggilan itu awalnya tentu saja dari adik Pramoedya. Kemudian salah satu dari kami mengadopsinya. 

Mereka mengenal Pram dari beberapa kakak kelas kami yang kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat para kakak itu mengunjungi pesantren, mereka tidak lupa membawa buku untuk dibaca sendiri dan dikenalkan kepada para adik kelasnya. Selain itu, teman-teman saya juga diajari mengelola bazar buku. Tiap tahun, Lingkar Mahasiswa Genggong Raya (Limagoya) Yogyakarta mengadakan bazar buku setiap bulan sya'ban. Teman-teman saya juga ikut andil mengurusnya dengan mengangkut meja dari sekolah sebagai tempat buku dan juga melayani pembeli pada saat itu.

Teman-teman saya terprovokasi untuk senang membaca. Selain membaca, sejak kelas XI kadang kami berkumpul di suatu kamar untuk mendiskusikan buku yang kami baca saat itu. Kami saling bertukar pengetahuan dan informasi. Saya berbagi apa yang saya baca di kitab kuning, mereka berbagi apa yang mereka baca di buku-buku sastra dan ilmu-ilmu sosial. Di antara penulis yang mereka baca karyanya seingat saya Pramoedya dengan Tetralogi Bumi Manusia, buku-buku bertema Marxisme (saat itu saya pertama kali mendengar ungkapan Agama adalah Candu), Ali Syariati, dll.

Sekarang saya sedang belajar di salah satu IAIN/UIN. Saya juga mendapati karya-karya Pram khususnya Tetralogi Bumi Manusia juga cukup dikenal. Rata-rata teman-teman saya mengenal paling tidak pernah mendengar namanya dan kutipan-kutipannya. Buku-buku yang sering terlihat di antaranya tulisan Pramoedya dan Soe Hok Gie. Selain itu, salah satu buku yang paling laris ketika bazar adalah Bumi Manusia. Ini dibuktikan dengan stok buku yang lebih banyak dari buku lain tetapi habis terjual. Ini menunjukkan minat mahasiswa IAIN/UIN terhadap karya Pram cukup tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar