---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 21 Mei 2020

Tips Memilih Bandar Judi yang Terpercaya Selamanya

M. Q. Aynan

Judi adalah salah satu jalan pintas untuk mendapatkan uang. Pihak yang selalu paling diuntungkan disini adalah bandar. Meski begitu, tetap saja ada orang yang ingin jalan pintas dengan cara berjudi, dan hasilnya bukan uangnya bertambah malah terkuras habis bahkan menumpuk utang. Untuk itu, banyak orang yang butuh referensi ke bandar mana yang akan mereka pertaruhkan dalam judi. Karenanya, sangatlah penting untuk mengetahui pilihan sangat tepat untuk memilih bandar terbaik yang terpercaya.

Pada suatu ketika bapak saya ditanya oleh seorang teman, dan ia melihat dan merasa bahwa bapak saya sukses, dalam arti secara material. Ia ingin tahu resepnya bagaimana bisa sukses. Kemudian karena bapak saya tahunya ia suka judi, maka bapak saya menjawab dengan cara yang memang bisa disebut nyeleneh. Bapak saya menjawab bahwa bisa sukses dengan berjudi, karena judi memang kesukaan teman bapak saya. 

Lalu ia terlihat merasa bahwa ia sendiri berjudi tapi tidak sukses, akhirnya bapak saya langsung ke poin, bahwa judi yang dilakukan bapak saya adalah judi yang pasti, bukan yang bersifat spekulatif, untung-untungan. Karena kalau berjudi dengan manusia, pasti untung-untungan. 

Banyak orang bercerita bahwa yang namanya bandar tidak akan pernah kalah. Akan tetapi, judi yang dilakukan oleh bapak saya adalah berjudi dengan Allah. Sama saja dengan berjudi dengan bandar, ia menyetor 10, kalau menang, maka mendapat 100. Artinya mendapat 10 kali lipat ganda. Berjudi dengan Allah, bisa jadi tidak hanya 10 kali lipat, bahkan 700 kali lipat ganda. Bapak saya menekankan di situ kepada penanya, bahwa judi yang dilakukan pasti menang, karena Bandarnya memang berjanji dalam kitab-Nya (Alquran), sehingga dapat disimpulkan bahwa judi yang dilakukan pasti menang. Janji-Nya pasti tepat.

Contoh lain, ketika seseorang membaca shalawat 1 kali, maka ia akan dibalas 10 kali. Itu sama juga dengan "judi". Tapi memang disini harusnya tidak memakai istilah judi. Hanya karena bapak saya menyampaikannya kepada orang yang suka berjudi, bapak saya mengatakan seperti itu. Tidak ada kekalahan dalam "judi" ini. 

Mungkin salah satunya adalah kebutuhan nantinya akan dipenuhi tanpa disangka-sangka. Ada suatu ungkapan bahwa pancinglah rezekimu dengan sedekah. Memancing yang nantinya akan mendapat yang lebih besar daripada yang menjadi umpan. Sama dengan memancing ikan baik di laut maupun di sungai, dengan umpan yang sedikit, udang yang kecil misalnya sebagai umpan, maka yang didapat adalah ikan yang lebih besar kali lipat ganda. Ini adalah gambaran dikala seseorang sedekah, memberikan sesuatu kepada orang lain, harus lillahi taala, bukan cenderung ingin mendapat barang, melainkan tulus tidak ada alasan lain hanya sebagai ibadah melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Sehingga orang yang mendapat pemberian merasa senang, merasa kebutuhannya terpenuhi, dll. Disitulah Sang Maha Pemberi juga senang dan berada di samping orang yang memberi, dicatat dan pasti akan dibalas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar