---Di mana pun adalah ruang kelas---

Minggu, 22 April 2018

,

Oleh: Moh. Dasuki*

          Modernisme yang lahir dari rahim ideologi dominan telah membawa perubahan bagi terciptanya tatanan masyarakat dan dunia baru, tatanan dunia yang penuh dengan topeng-topeng kepalsuan serta rumus-rumus penindasan. Masyarakat didesain dan dikonstruksi untuk kepentingan kolonialisasi. Mereka dijajah dengan simtom bahasa, pengetahuan, regulasi, dan kebijakan pada seluruh struktur kehidupan sehingga melahirkan ketergantungan tingkat tinggi. Kata Vandana Shiva, kolonialisasi lama hanya merampas tanah sedangkan kolonialisasi baru merampas seluruh kehidupan. Memang benar, mereka tidak merampas tanaman dan menyuruh tanam paksa namun mereka merampas selera, merampas hobi, dan merampas cara pandang masyarakat melalui kuasa pengetahuan yang dijalankan oleh bahasa-bahasa kepalsuan. Mereka ciptakan bahasa pengangguran, sampah masyarakat, penyakit sosial, jorok, bodoh, terbelakang, raskin, pelacur, dan bahasa peyoratif lainnya semata untuk menjalankan praktik penindasan.