Kepada
Ytp.
Salam Berkah
Selamat menjalankan aktivitas keseharian, Mas. Mungkin ini pesan pertama saya, terutama yang agak panjang. Saya pada dasarnya sungkan sama Mas. Tapi, karena ini tentang Perempuan yang sangat saya sayangi, saya beranikan, atau mungkin bahkan nekat, menulis pesan ini buat Mas.
Entah Mas kenal dengan saya atau tidak. Kalaupun kenal, entah secara langsung atau Perempuan yang sangat saya sayangi bercerita tentang saya kepada Mas. Manapun yang betul, tak perlu terlalu peduli dengan saya, yang lebih penting adalah apa yang hendak saya sampaikan.
Setahu saya, Perempuan yang sekarang bersama dengan Mas adalah salah satu Perempuan yang paling berkesan mendalam bagi saya, salah satu yang terbaik, tentunya termasuk paling istimewa.
Perempuan yang membuat indera penglihatan saya bisa seperti matahari terbit di pagi hari sekaligus seperti awan mendung yang menurunkan hujan. Jika diumpamakan benda langit, ia bisa menjadi matahari sekaligus menjadi bulan dan bintang.
Intinya, meskipun saya bukan siapa-siapa, saya sangat berharap dia dapat berbahagia. Saya pernah dapat kesempatan untuk membahagiakannya, atau bahkan sekedar membuatnya tersenyum, atau membuatnya tertawa terbahak-bahak karena kekonyolan saya. Kalau dihitung-hitung, sayang sekali, lebih sedikit saya menggunakan kesempatan itu. Lebih banyak saya melewatkannya seakan saya menciptakan jurang bagi saya sendiri antara kebodohan dan kesia-siaan.
Pernah suatu ketika, dan saya lupa kapan tepatnya, ia pergi sebentar dari pandangan saya, dan saya merasa ada yang hilang. Saya merasa kehilangan dengan absennya dia. Saat itu juga saya merasa sangat ingin melindunginya lahir dan batin. Perasaan ingin melindungi itu membuat waktu rasanya makin cepat dan makin lambat di saat yang bersamaan.
Perempuan ini adalah salah satu perempuan paling dewasa yang pernah saya kenal. Tapi, ia tidak selalu mengobrol tentang topik yang berat lagi mendalam. Tak jauh di dalam emosinya, ia menyimpan sosok anak kecil dalam dirinya. Oleh karena itu, ketika biasanya ia terlihat seperti seorang ibu, di saat yang lain ia sangat mirip dengan anak kecil entah gaya bicara, tingkah laku, atau bermain, bercanda, serta bersikap manja.
Saat keibuannya muncul, ia akan sangat penyayang kepada anak-anak. Tak ketinggalan ia akan memberikan apa yang dimilikinya tanpa mengharap kembali. Saat kekanak-kanakannya muncul, ia akan menjadi sangat impulsif. Ia bisa saja mengambil langkah atau keputusan tanpa pikir panjang. Di sini ia sangat membutuhkan arahan.
Sebetulnya banyak yang perlu dan mau saya sampaikan. Tapi lebih banyak yang tidak dapat tersampaikan daripada yang tersampaikan. Intinya, meskipun ada sebagian orang yang mengatakan bahwa kebahagiaan seseorang adalah tanggungjawab ia sendiri, tanggungjawab masing-masing, tetapi karena begitu istimewanya Perempuan ini, maka kebahagiaannya menjadi tanggungjawab Mas yang terpilih.
Hormat saya,
Juni 2021
M. Q. A.