---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 29 Desember 2022

,

 

- Kumpulkan data anggota (jumlah, nama, jenis kelamin, umur, asal daerah, asal sekolah, status sosial-ekonomi, perkumpulan, kepribadian-sifat-sikap, hobi-minat, ikatan personal, dll/biodata profil)

- Proses data tersebut menjadi pengelompokan

- Analisis data tersebut. Berdasarkan prodi dan kategori lainnya, diurutkan dari paling banyak partisipasi, minim partisipasi, dominan tidak tau apa-apa, dominan figur berpengaruh, dominan simpati, dominan antipati, beragam latar belakang

- Memetakan zona prioritas, zona minim partisipasi, jika di tahap evaluasi maka menghasilkan kategori hasil maksimal, moderat, minimal

- Memetakan zona pemenangan figur berpengaruh, pemilih perempuan, dan pemilih pemula, dan memetakan zona pesaing

- Merebut suara pesaing

- Membuat bakal calon diketahui, dikenal, diminati, didukung, mantap dipilih

- Menentukan apakah pemilih lama dulu baru pemilih pemula, atau sebaliknya

- Analisis faktor petahana atau pesaing, apakah lebih berpengalaman, apakah kenal dengan banyak senior, apakah diusung koalisi besar, apakah wajah lama,dst.

- Melakukan penggalangan melalui tokoh dan jaringan kecil berpengaruh

- Melakukan penggalangan melalui media

- Melakukan penggalangan melalui pertemuan langsung dengan pemilih


4P yang perlu diperhatikan 

Person

Party (atau koalisi)

Policy

Presentation

Rabu, 28 Desember 2022

,

 


Saya bukannya mau mengomentari tulisanmu dari aspek struktur dan teknik penulisan, melainkan melihat lapisan yang lebih dalam, tentang krisis eksistensial, berkaitan dengan kesadaran dan pengalaman individu, dan yang bersifat spiritual atau ruhani.


Tulisanmu menunjukkan bahwa kamu sedang mengalami masa transisi dalam kehidupan, yaitu masa dimana seseorang sedang mencari jati diri dan ketuhanan. Hal ini merupakan bagian dari proses eksistensi manusia yang disebut "angst" atau kegelisahan, di mana seseorang merasa tidak pasti tentang tujuan hidupnya dan bagaimana ia harus menjalani kehidupannya.


Selain itu, tulisanmu menunjukkan bahwa kamu juga mengalami konflik batin, yaitu perasaan yakin dan ragu tentang kepercayaan. Hal ini merupakan bagian dari proses eksistensi manusia yang disebut "doubt" atau keraguan, di mana seseorang merasa tidak yakin tentang apa yang diyakninya dan mulai meragukan kebenaran yang selama ini diyakini.


Ada juga perasaan yang bercampur-campur, seperti hati yang menjerit, rasa sakit, tapi juga tertawa. Hal ini merupakan bagian dari proses eksistensi manusia yang disebut "anxiety" atau kecemasan, di mana seseorang merasa tidak nyaman dengan keadaannya dan merasa tertekan oleh pilihan-pilihan yang harus diambil.


Penting bagimu untuk dapat menemukan titik tolak atau titik pijak untuk melompat lebih jauh dalam kehidupannya, dan mendapat dukungan dari orang-orang yang terkoneksi dengannya secara spiritual atau ruhani. Proses ini merupakan bagian dari proses eksistensi manusia yang disebut "authenticity" atau keaslian, di mana seseorang merasa nyaman dengan diri sendiri dan memahami kebenaran yang sebenarnya bagi dirinya.


Tulisan itu juga bisa dilihat menggunakan pendekatan filosofis/filsafat yang memusatkan perhatian pada pengalaman nyata seseorang, sehingga dapat dikatakan bahwa orang tersebut sedang mengalami pengalaman nyata dalam proses mencari jati diri dan ketuhanan. Ditekankan bahwa pengalaman seseorang merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari individu tersebut, sehingga konflik batin yang dialami oleh seseorang merupakan bagian dari pengalaman nyatanya. Pendekatan ini juga menekankan bahwa pengalaman seseorang tidak dapat dipisahkan dari konteks yang melingkupinya, sehingga perasaan yang bercampur-campur tersebut mungkin merupakan refleksi dari situasi yang sedang dialami oleh seseorang, dalam konteks ini, dirimu. Oleh karena itu, pengalaman seseorang merupakan proses yang terus berlangsung, sehingga individu mungkin akan terus mengalami pengalaman-pengalaman baru dalam proses mencari jati diri, untuk melompat ke taraf yang berbeda.


Intinya saya mau sampaikan,

Usiamu masih muda

Biasanya memang dalam masa galau dan episode mencari jati diri, terutama soal ketuhanan dan pengetahuan diri.

Kamu yakin, tapi juga ragu.

Hatimu saat ini mungkin menjerit, ruhmu mungkin menangis, tapi ruhmu juga mungkin tertawa.

Kalau kamu perlu seseorang untuk berbagi cerita menjadi teman ngobrol 

Tapi kamu tidak tahu soal ini harus ke siapa,

Kamu ingin tahu , tapi tidak ingin publik tahu apa yang membuat hatimu galau, berarti ingin privasi terjaga,

Saya siap merangkulmu, saya siap mengarahkan bahkan kalau perlu

Asalkan kamu mau, bergeraklah!!!


Selasa, 27 Desember 2022

,

 Tentang mawar, dirimu pernah bilang,


Biar mawar tak menebarkan harumnya sekalipun, tidak akan membatalkannya menjadi bunga. Let it be forgotten, as a flower is forgotten, Forgotten as a fire that once was singing gold, Let it be forgotten for ever and ever, Time is a kind friend, he will make us old.


Kata paling kunci dari ungkapan tersebut adalah "mawar", yang merupakan representasi abstrak, mewakili seluruh struktur kata, baris, dan baitnya. Ia adalah representasi abstrak dari sekian memori, yang indah, harum, berkilau, dan bersinar. Setelahnya, ada "dilupakan/terlupakan" empat kali, terjadi pengulangan. Mawar yang terlupakan berkali-kali, digilas oleh sang kala.  


Lebih dari itu, "mawar" dapat mewakili, tidak hanya kepada sesuatu yang indah dan harum, tetapi juga dapat memiliki makna simbolik yang lebih dalam. Mewakili sesuatu yang indah, mawar dapat menggambarkan keindahan yang tidak ternilai harganya, Priceless, Mas, tetapi juga dapat menggambarkan sesuatu yang sifatnya sementara dan mudah hilang, seperti keindahan kasat mata yang hanya bertahan sementara.

  

Pengulangan beberapa kata di situ juga dapat dimaknai bahwa mawar sebagai representasi abstrak tersebut tidak perlu dipentingkan, dipertahankan untuk terus diingat, tetapi pada akhirnya mesti dilupakan meskipun tidak (lagi) menebarkan harumnya. Kekuatan sang kala seringkali, bahkan hampir selalu, lebih kuat, daripada ingatan manusia yang fana, yang usianya lebih pendek daripada sang kala itu sendiri.


Ya, Mas, keindahan tidak selalu harus diperjuangkan sampai batas, atau diakui oleh orang lain untuk tetap ada, atau bahwa keindahan memori sifatnya memang sementara dan mudah hilang, mudah terganti, seperti kecantikan atau ketampanan paras wajah dan bentuk fisik, yang hanya bertahan sementara.


Memang, Mas, dalam titik tertentu di lini masa perjalanan manusia, kita tidak perlu terlalu memikirkan sesuatu yang sifatnya sementara dan mudah hilang, seperti keindahan material dan memorial temporer yang hanya bertahan sementara. Kita harus menerima bahwa keindahan tersebut, pada saatnya nanti, akan hilang dan dilupakan, selamanya. Se....la....ma....nya......

Senin, 26 Desember 2022

,

 Selamat Nataru, Dear


Natal dan tahun baru memang bukanlah momen khas kita. Tapi, ada suasana tersendiri saat sebagian orang lain merayakannya. Saya sendiri membayangkan bahwa momen Natal dan tahun baru mewakili musim dingin, suasana sepi, kadang salju, kadang juga hujan deras disertai angin. Kadang ia juga mewakili ketidaksengajaan dan ketidakpastian. Yang jelas, itu semua, dominan bukan karena natal atau tahun barunya, melainkan karena ia terletak di akhir tahun. Hanya menghitung hari sampai tahun berganti.


Tahun Maymun memang biasanya penuh dengan pasang surut dan liku-liku. Namun melalui itu semua, kamu bisa tetap kuat, ulet, dan berani. Kamu sudah menghadapi setiap tantangan secara langsung dan tidak pernah goyah dalam tekadmu untuk mengatasinya.


Dear, percayalah, atau terserah kamu juga mau percaya atau tidak, bahwa, menulis, berkomunikasi dengan tulisan, terkadang mudah, juga seringkali sulit.


Sungguh.


Terkadang, menulis sesuatu, untuk seseorang, bukan karena agar ia membacanya, melainkan, ...... supaya ada beberapa bagian, sebagian potongan, dari dalam diri ini, yang lepas. Layaknya meditasi yang dapat melepas kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, juga keraguan.


Bahkan, ada mungkin yang tidak bisa hanya dilepas dengan diamnya meditasi, tetapi bisa dilepas dengan menulis. Ya, menulis dalam taraf tertentu, merupakan meditasi aktif.


Mungkin, kamu, dulu, atau sekarang masih tetapi hanya di saat-saat tertentu, adalah seseorang yang penuh gairah, bersemangat, periang, hangat, tapi, ah ...... sudahlah ...... saya pun bahkan tidak sanggup melanjutkan tulisan ini.


Menulis kadang sesulit ini, bukan, Dear?


Hanya saja, entah kenapa, saya percaya, tidak lama lagi, saat-saat itu akan tiba. Kamu mungkin saja terkejut dengan kenyataannya. Itu saja.


Tetap jadi batu karang, Dear?


Batu karang yang tak pernah lelah

Menjadi saksi sejarah panjang

Melihat perubahan yang terjadi

Di sekitar tempat ia berdiri


Bersandar di atas tanah yang keras

Ia tak pernah tergoyah

Meski angin bertiup kencang

Dan hujan turun dengan deras


Ia tetap teguh di tempatnya

Menjadi penghubung antara langit dan bumi

Menjadi tempat berteduh bagi yang lelah

Dan menjadi penyemangat bagi yang merindukan kebebasan


Batu karang, kau abadi dalam waktu

Tak pernah merasa lelah atau jemu

Terus bertahan di sini, menjadi saksi

Sejarah yang tak pernah berakhir


Semoga kau selalu terjaga

Dan terus menjadi pelindung bagi kita semua

Batu karang, abadi dalam segala waktu

Hingga keabadian yang tak terbatas.


Tetap jadi batu karang, Dear?


Di hadapan batu karang

Duduk ku seorang

Mengaguminya dan indahnya laut

Yang bergelora di depan mata


Tatkala mentari terbenam

Di ufuk barat yang jauh

Suasana sunyi menderu

Buat kali pertama ku lihat deru campur debu

Dari batu karang keluar tetesan air

Berpeganglah pada hakikat


Tetap jadi batu karang, Dear?

Minggu, 18 Desember 2022

,

 Sebut saja, Siti. Ia adalah cahaya, sinar yang berbinar-binar. Ia tidak sengaja bertemu dengan seseorang, sebut saja Hassan.


Sebetulnya kita bisa menyebut dia Adnan, hanya saja saya khawatir akan ada yang mengira dia itu saya karena namanya mirip. Sebaiknya saya menghindari nama-nama yang mirip karena sensitif.


Pertemuan tidak sengaja antara Siti dengan Hassan membuat Siti terperangkap dalam perasaanya sendiri, dan merasa bingung dengan perasaannya sendiri. 


Siti yang terhanyut dalam arus perasaannya merasa terjebak dalam situasi yang tidak diduga sebelumnya. Siti merasa bahwa perasaan seperti itu bisa datang tanpa diduga dan mengubah hidup seseorang. Perasaan bisa menjadi sesuatu yang mengikat dan membatasi seseorang dalam mengekspresikan diri.


Siti berpikir bagaimana bisa perubahan suasana jantung-hati bisa mempengaruhi seseorang hingga Siti merasa tidak tahu siapa dirinya, lupa diri, dan merasa terhanyut dalam arus perasaan, tidak tahu apa yang sedang terjadi. Timbul kebingungan dan kekacauan dalam pikirannya.


Dalam kebingungannya, Siti terus melakukan perjuangan batinnya dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya dan apa yang sedang terjadi, dan masih terus menanti di persimpangan hidupnya.


Siti menjadi makin kebingungan. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Siti makin ragu. Ia makin tidak yakin tentang hari esok. Apakah ia harus berkorban demi mempertahankan perasaannya tersebut. Apakah ia harus berkorban demi orang lain. Apakah ia harus berjuang demi orang lain.


Di persimpangan, Siti bertanya-tanya apakah perasaan tersebut harus dipertahankan dengan cara berkorban, atau apakah ada jalan lain untuk menemukan kebahagiaan. Sayangnya, Siti merasa, tidak ada orang yang bisa menjadi tempat untuk bertanya.


Selain kebingungan, rasa haru juga dirasakan oleh Siti yang sedang terhanyut dalam perasaanya. Ternyata, perasaan bisa menimbulkan emosi yang kuat, baik yang positif maupun negatif. Pikiran atau perasaan yang kuat, terkadang sulit untuk dikontrol.


Ia harus mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Berada di persimpangan, menghadapi pilihan-pilihan yang ada dalam hidupnya.


Seseorang yang terhanyut dalam perasaanya sendiri merasa terharu dengan perasaannya sendiri. Perasaan bisa membangkitkan emosi yang kuat dalam seseorang.


Ia merasa tidak tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya. Perasaan bisa membuat seseorang merasa tidak pasti tentang masa depannya.

.

.

Siti, kamu bertanya?

Kamu bertanya-tanya?

Kamu lupa siapa diri kamu?

Mulai sadar?

Apa yang sedang terjadi?

Apakah akan diteruskan?

Perlukah berkorban untuk mempertahankan?

Apa yang akan terjadi?

Masih terus menanti jawaban?

Terharu, ingin menemukan kebahagiaan?

Kamu bertanya dimana dan bagaimana akhirnya?


Sini kami beri tahu

Asalkan, datanglah ke sini

Datanglah, hadirlah

Kami usahakan untuk memberikan jawaban