M. Q. Aynan
Libur semester genap sudah hampir tiba. Itu adalah pertanda sudah empat bulan atau hari-hari aktif kuliah akan berakhir. Hal itu juga menjadi pertanda akan ada mahasiswa baru. Tentu, mahasiswa lama akan mempunyai adik tingkat yang siap menjadi penerus pengabdian. Pengurus lama juga akan diganti oleh pengurus yang baru. Tantangan regenerasi dan kaderisasi menunggu untuk dihadapi.
Saat aktivitas sudah dijalani, akan tampak kekurangannya. Untuk itu, perlu adanya evaluasi untuk membenahi kekurangan di sana-sini. Dengan niat yang ikhlas serta rasa memiliki terhadap organisasi, Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong (Tanaszaha) Komisariat IAIN Jember menyelenggarakan camp atau bermalam di Wisata Agro dusun Glantangan, Tempurejo, Jember.
Agenda inti yang pertama adalah saling berbagi atau sharing. Yang hadir pada saat itu mulai angkatan 2013 hingga 2017-bahkan ada yang 2018-. Ketika masuk sesi sharing, angkatan 2017 utamanya dipersilakan untuk menyampaikan apa yang ada di benak mereka, mengingat angkatan 2017 akan menjadi pengurus selanjutnya dan akan memiliki adik tingkat. Yang terpenting adalah kenapa partisipasi dari angkatan 2017 dirasa kurang.
Satu per satu mulai angkat bicara. Di antara sebab yang bisa saya rangkum disini adalah: Yang mau datang sungkan; suka kegiatannya, tapi informasi kurang dini; mulainya molor; kos ditutup; kos jauh; minim motor; tergantung teman. Kalau teman datang, saya datang juga; banyak tugas; saya hadir karen ngumpul sama mbak-mbak; sedikit yang kenal; bentrok sama kegiatan yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar