,
‘Ada dua ruh yaitu ruh yang direlakan dan ruh yang bergentayangan.’
“Golongan Ketepian dan Golongan Pedalaman”
Gagasan yang diusung oleh golongan ketepian terfokus pada masyarakat dan perkembangannya dari masa ke masa yang mengikuti sejumlah pola tertentu. Masyarakat di mana kita hidup tidak lain merupakan medan pertarungan antara golongan ketepian dengan golongan pedalaman. Golongan ketepian terdiri dari kaum transformatif dan kaum revolusioner, sedangkan golongan pedalaman terdiri dari kaum reaksioner dan kaum agresor. Gerakan yang dilakukan golongan pedalaman tidak lain merupakan tindakan ‘melampaui batas’ karena akan datang saatnya ketika golongan ketepian memiliki kekompakan dan bergerak melawan sampai menang.
“Kaum Transformatif dan Kaum Revolusioner”
Hubungan kedua kaum tersebut seyogyanya tidak saling melawan, namun membantu mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan bersama, secara independen dari kotak-kotak primordial. Kotak itu harus diganti dengan penerapan iuran kas, layanan kemanana dan pelatihan, dan pelarangan bertarung bagi anggota biasa.
“Pemikiran Transformatif dan Pemikiran Revolusioner”
Kedua aliran pemikiran dan gerakan tersebut memiliki nilai dan tujuan yang sama, meski pendekatannya berbeda. Kaum transformatif menghindari kontak fisik, sedangkan kaum revolusioner siap untuk kontak fisik.
“Pernyataan Sikap Golongan Ketepian”
Posisi golongan ketepian dalam gerakan yang terjadi bersifat kosmopolit, berbeda dengan golongan pedalaman yang dangkal dan meramalkan bahwa proses gerakan akan berhasil jika golongan ketepian di seluruh dunia bersatu, tidak lagi mementingkan dari bukit mana mereka berasal.
Golongan Ketepian, Bersatulah!