---Di mana pun adalah ruang kelas---

Senin, 27 Maret 2023

,

 


Buku adalah salah satu medium penting untuk mengakses informasi dan pengetahuan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi pembacanya. Sebuah buku dapat menginspirasi, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suatu topik, dan membantu pengembangan pribadi. 


Dalam konteks kehidupan kampus, yang dimaksud di sini bukan akademik melainkan lebih pada kehidupan organisasi mahasiswa, ada sebuah tradisi yang dilakukan oleh orang-orang yang lebih senior di organisasi. Entah karena mereka sudah tidak aktif lagi berkegiatan di organisasi mahasiswa atau sudah lulus, jadinya buku-buku koleksi mereka sudah tidak sempat untuk dibaca-baca lagi. Kemudian, mereka berinisiatif untuk mewariskan buku-buku yang tidak sempat terbaca lagi tersebut untuk diwariskan kepada juniornya, entah secara pribadi, kepada satu atau beberapa orang, atau menjadi inventaris organisasi.


Di sisi lain, saya punya pandangan yang agak berbeda. Ketika ada yang "minta warisan" buku, saya cenderung tidak menanggapinya. Bagi saya, mewariskan buku itu penting, tetapi ada yang lebih penting. Meskipun penting untuk memiliki buku-buku yang baik, ada sesuatu yang lebih penting yang harus kita wariskan pada generasi mendatang: keterampilan menulis.


Keterampilan menulis adalah keterampilan yang sangat penting bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk mengorganisir, menyusun, dan mengekspresikan ide dengan jelas dan efektif sangat diperlukan dalam berbagai situasi, baik itu di tempat kerja, dalam komunikasi interpersonal, atau dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keterampilan menulis seringkali diabaikan dalam kurikulum pendidikan dan dianggap sebagai keterampilan yang kurang penting.


Mewariskan keterampilan menulis pada generasi mendatang akan memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar daripada hanya memberikan buku-buku yang berkualitas tinggi. Keterampilan menulis akan membantu mereka memahami dan memproses informasi dengan lebih baik, dan membantu mereka mengorganisir ide-ide mereka dengan lebih efektif. Hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi karir mereka di masa depan dan membantu mereka dalam mengatasi berbagai tantangan dalam kehidupan.


Selain itu, keterampilan menulis juga membantu mengembangkan kemampuan kritis dan analitis yang diperlukan dalam mengambil keputusan yang bijaksana. Dalam proses menulis, seseorang harus menganalisis dan mengevaluasi informasi, dan memutuskan mana yang relevan dan penting. Hal ini akan membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kritis dan membuat keputusan yang tepat dalam berbagai situasi.


Mewariskan keterampilan menulis pada generasi mendatang juga dapat membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Dengan mempelajari keterampilan menulis yang efektif, mereka akan belajar untuk mengungkapkan diri secara jelas dan efektif, yang akan membantu mereka dalam berbagai situasi sosial dan profesional.


Jadi, mewariskan keterampilan menulis pada generasi mendatang jauh lebih penting daripada hanya memberikan buku-buku yang berkualitas tinggi. Keterampilan menulis adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, dan membantu individu untuk memproses informasi, mengorganisir ide-ide, mengembangkan kemampuan kritis, membangun kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya perlu lebih fokus pada mewariskan keterampilan menulis yang efektif pada generasi mendatang untuk membantu mereka mencapai kompetensi baru dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Senin, 13 Maret 2023

,

 X dan Y: Lomba



X dan Y selalu saling mendukung dalam segala hal. Meskipun mereka memiliki kepribadian yang berbeda, tetapi keduanya selalu berjuang bersama untuk mencapai tujuan yang sama.


Suatu hari, mereka memutuskan untuk berpartisipasi dalam sebuah lomba olimpiade literasi yang diselenggarakan di kampus mereka. X dan Y dipasangkan dalam tim yang sama untuk cabang lomba menulis naskah pidato.


Mereka mulai bekerja sama dengan serius. X yang ahli dalam menulis, mulai menggali ide-ide dan merangkai kata-kata yang indah dan tepat. Sementara itu, Y yang pandai berbicara, membantu X untuk memilih kata-kata yang efektif untuk disampaikan dalam pidato tersebut.


Setelah berjam-jam bekerja keras, akhirnya mereka menyelesaikan naskah pidato mereka dan mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba. Pada hari lomba, X dan Y tampil dengan percaya diri dan berhasil memukau para juri dengan naskah pidato yang brilian dan pidato yang penuh semangat.


Akhirnya, X dan Y berhasil memenangkan lomba tersebut. Kemenangan mereka sangat membanggakan kampus mereka dan membuat teman-teman mereka merasa kagum.


Setelah itu, X dan Y memutuskan untuk mengikuti cabang lomba yang berbeda di lomba berikutnya. X memilih untuk mengikuti lomba menulis naskah pidato, sedangkan Y memilih untuk mengikuti cabang lomba pidato.


Saat lomba berlangsung, mereka berdua saling memberikan dukungan. X memberikan saran kepada Y tentang bagaimana cara mengatur kata-kata dan membangun argumen yang kuat. Sementara itu, Y memberikan X saran tentang cara memberikan pidato yang efektif.


Akhirnya, hasilnya tak kalah memuaskan. X berhasil memenangkan lomba menulis naskah pidato dan Y berhasil meraih juara kedua pada cabang lomba pidato. Mereka kembali berhasil membanggakan kampus dan meraih penghargaan yang layak.


Kemenangan mereka bukan hanya karena keahlian individu mereka, tetapi juga karena kemampuan mereka dalam bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain. Mereka menyadari bahwa keberhasilan yang diraih bukanlah hanya milik satu orang, tetapi milik kedua-duanya.


Setelah lomba selesai, X dan Y merayakan kemenangan mereka bersama-sama. Mereka merasa senang dan bangga atas apa yang telah dicapai bersama-sama. Mereka berjanji untuk terus bekerja sama dan saling mendukung dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai di masa depan.

,

 X Menjadi Ceria


X dan Y memiliki kepribadian yang sangat berbeda. X dikenal sebagai sosok pemurung dan cenderung introvert, sedangkan Y adalah sosok yang periang dan ekstrovert. Namun, meskipun berbeda, mereka saling melengkapi satu sama lain.


Saat X dan Y bersama, Y selalu membuat X merasa nyaman dan terbuka. Dia membuat X tersenyum dan tertawa, sesuatu yang sulit dilakukan oleh orang lain. Sementara itu, X membantu Y untuk lebih fokus dan introspeksi. Dia membantu Y untuk memikirkan rencana dan tujuan masa depan.


Ketika X dan Y bekerja sama, mereka bisa menciptakan ide-ide yang luar biasa. Y memberikan kreativitas dan semangat, sedangkan X memberikan pemikiran dan rancangan yang cermat. Keduanya saling melengkapi, membuat pekerjaan mereka menjadi lebih baik dan efektif.


Pada suatu waktu, X dan Y diberi tugas untuk membuat presentasi di depan para pengurus ormawa. Y memulai dengan membangkitkan semangat tim dan memberikan ide kreatif untuk presentasi mereka. Namun, ketika mereka memasuki tahap perencanaan, X muncul dengan ide-ide detail dan analisis mendalam yang membuat presentasi mereka menjadi lebih kuat.


Saat presentasi dimulai, Y memulai dengan energi yang luar biasa, menarik perhatian audiens dengan tampilan dan suaranya yang percaya diri. Namun, ketika saatnya tiba untuk memberikan data dan rincian teknis, X melangkah maju. Dia memberikan penjelasan yang detail dan mendalam tentang proses dan metodologi yang digunakan dalam program mereka.


Ketika presentasi selesai, audiens memberikan pujian yang tinggi untuk kerja keras mereka. X dan Y saling bersorak dan merasa bangga dengan pencapaian mereka.


Dari sinilah, X dan Y semakin menghargai perbedaan mereka dan bagaimana mereka saling melengkapi. Mereka belajar untuk bekerja sama dan saling membantu dalam mengembangkan diri mereka masing-masing. Meskipun berbeda, mereka memiliki satu tujuan yang sama: untuk mencapai keberhasilan.

,

Setelah Kepergian Y


Sejak kepergian Y, X hidup dalam kesedihan yang mendalam. Setiap hari X merenungkan kesalahannya dan menyesali peringatan yang dulu telah dia sampaikan pada Y. Dia merasa bersalah karena telah mengeluarkan kritik terhadap Y, padahal Y adalah sahabat sejati yang selalu mendukungnya.


Namun, suatu hari, ketika sedang duduk sendirian di taman, X mendengar suara tawa yang familiar. Ketika X menoleh, dia melihat sekelompok anak muda sedang tertawa dan bercanda. Dan, siapa yang ada di tengah-tengah mereka selain Y.


Dalam sekejap, X merasa hatinya penuh dengan kebahagiaan. X tahu bahwa dia harus bertindak cepat jika ingin memperbaiki hubungannya dengan Y. Tanpa ragu, X berjalan mendekati mereka.


"Y! Kamu!" seru X sambil tersenyum lebar.


Y yang tadinya sedang asyik bercanda, seketika terdiam dan memandang X dengan tatapan yang tak jelas. Sejenak mereka berdua terdiam dalam keheningan, hingga akhirnya Y bersuara, "X, ngapain kamu di sini?"


X merasa gugup, namun dia tetap berusaha tersenyum. "Saya cuma ingin ngobrol sama kamu, Y. Bisa kita bicara?"


Y mengangguk, dan mereka berdua berjalan menjauh dari keramaian. Setelah mereka menemukan tempat yang tenang, X akhirnya mulai berbicara.


"Y, saya merasa sudah melakukan kesalahan besar pada dirimu. Saya menyesal dan beneran ingin memperbaiki semuanya. Saya ingin kita berteman dan bersahabat seperti dulu," kata X dengan tulus.


Y memandang X dengan tatapan ragu-ragu. Namun, akhirnya dia tersenyum kecil dan berkata, "Aku maafin kamu kok, X. Tenang aja."


X merasa hatinya berbunga-bunga. Dia merasa seperti mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya. Sejak hari itu, X berubah menjadi sosok yang lebih ceria dan periang. Dia belajar untuk menghargai persahabatan dan merawat hubungan baik yang telah dia bangun dengan Y. Dan, meski Y tidak lagi menjadi sosok yang populer, X tahu bahwa Y adalah teman sejatinya yang selalu bisa diandalkan.

,

VALUE-ORIENTED: CATATAN MAKRAB TANASZAHA KOMISARIAT UIN KHAS JEMBER 2022-2023


PENDEKATAN VALUE-ORIENTED SATLOGI SANTRI DI TANASZAHA KOMISARIAT UIN KHAS JEMBER 


Jobdesc oriented dan value oriented merupakan dua pendekatan yang berbeda dalam manajemen organisasi.


Jobdesc oriented mengacu pada pendekatan yang berfokus pada tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan oleh setiap anggota organisasi. Pendekatan ini menekankan pada spesifikasi tugas, tanggung jawab, dan target kinerja yang harus dicapai oleh setiap anggota organisasi.


Sedangkan value oriented merupakan pendekatan yang berfokus pada nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasar dalam organisasi. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya membangun budaya organisasi yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat, di mana nilai-nilai inti, dalam konteks Tanaszaha Komisariat UIN KHAS Jember yaitu Satlogi Santri seperti sopan-santun, ajeg (istiqomah), saling menasihati, taqwallah, ridhollah, dan ikhlas lillahi ta'ala dijunjung tinggi dan diterapkan dalam setiap aspek kegiatan organisasi.


Istilah-istilah ini merupakan konsep yang telah berkembang seiring dengan perkembangan manajemen organisasi yang semakin kompleks dan dinamis.


Namun, dapat dikatakan bahwa konsep jobdesc oriented lebih terkait dengan pendekatan manajemen klasik yang berfokus pada tugas dan tanggung jawab, sementara konsep value oriented lebih terkait dengan pendekatan manajemen modern yang menekankan pentingnya budaya organisasi dan nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi.


Seiring dengan perkembangan konsep manajemen dan kebutuhan organisasi yang semakin kompleks, kedua pendekatan tersebut terus berkembang dan diterapkan dalam berbagai jenis organisasi, termasuk organisasi mahasiswa di kampus.


Dalam konteks organisasi Tanaszaha Komisariat UIN KHAS Jember, pendekatan value oriented dengan nilai-nilai inti Satlogi Santri seperti sopan-santun, ajeg (istiqomah), saling menasihati, taqwallah, ridhollah, dan ikhlas lillahi ta'ala akan lebih relevan dan efektif dalam membangun budaya organisasi yang kuat dan bermanfaat. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam setiap kegiatan organisasi, diharapkan anggota organisasi dapat membangun karakter yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat, serta memperkuat komitmen untuk menjalankan tugas-tugas yang telah ditentukan dengan penuh tanggung jawab dan konsistensi.


Sopan-santun merupakan nilai dasar dalam budaya Islam yang memandang pentingnya perilaku sopan dan santun dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Sehingga, organisasi mahasiswa yang menganut pendekatan value-oriented ini akan menekankan pentingnya perilaku sopan-santun dalam setiap kegiatan yang dilakukan.


Nilai ajeg (istiqomah) juga sangat penting, karena organisasi mahasiswa yang berorientasi nilai ini harus dapat menunjukkan konsistensi dalam menjalankan visi dan misinya. Saling menasihati juga menjadi nilai penting dalam organisasi mahasiswa, karena dengan saling memberikan masukan dan kritik yang membangun, anggota organisasi dapat terus memperbaiki diri dan berkembang lebih baik.


Taqwallah, ridhollah, dan ikhlas lillahi ta'ala adalah nilai-nilai spiritual yang sangat penting bagi organisasi mahasiswa yang berlatarbelakang pesantren. Taqwallah mengacu pada rasa takut dan hormat kepada Allah, sedangkan ridhollah mengacu pada kepuasan Allah. Ikhlas lillahi ta'ala adalah nilai yang mengacu pada niat dan motivasi yang benar dalam melakukan suatu kegiatan, yaitu semata-mata karena Allah.


Keseimbangan yang baik antara Jobdesc oriented dengan value oriented ini sangat penting. Pengurus harus memiliki keterampilan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas organisasi, tetapi juga harus memiliki kesadaran moral yang tinggi dan berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada pesantren dan masyarakat. Dalam hal ini, pengurus dapat menciptakan budaya organisasi yang berorientasi pada nilai dan memastikan bahwa pengurus memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan bermanfaat. 

Kamis, 09 Maret 2023

,

 X dan Y: Flashback



Beberapa bulan telah berlalu sejak hilangnya X. Y masih teringat dan merindukan sosok X yang teguh dan baik hati. Namun, ia mulai memahami bahwa hidup harus terus berlanjut dan dia harus mencoba untuk bangkit kembali.


Setelah kejadian yang menyedihkan tersebut, Y mulai menyadari betapa pentingnya persahabatan dan hubungan yang sehat. Ia berusaha untuk mendekatkan diri pada teman-temannya dan memperbaiki hubungan yang pernah retak.


Salah satu teman dekat Y adalah Z. Mereka telah berteman sejak masa kecil dan selalu saling mendukung satu sama lain. Namun, beberapa waktu yang lalu, mereka sempat memiliki perdebatan yang cukup serius.


Saat itu, Y merasa bahwa Z tidak mendukungnya dan bahkan mengabaikannya. Y merasa sangat terluka dan merasa bahwa hubungannya dengan Z mereka tidak lagi seperti sebelumnya.


Namun, setelah kejadian dengan X, Y mulai memikirkan kembali tentang persahabatan mereka. Ia merasa bahwa dia harus memperbaiki hubungan mereka dan membicarakan apa yang terjadi.


"Terkadang aku merasa bersalah karena tidak mendengarkan peringatannya dengan serius," kata Y dengan suara lembut.

"X seringkali memberitahuku tentang pentingnya menjaga hubungan pertemanan yang sehat dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan," lamun Y.


Tiba-tiba, X mengangetkan Y dari belakang.

"Ndak perlu ngomong-ngomong formal begitu, Y. Biasanya kan saya yang ngomongnya baku. Kok sekarang malah kamu yang begitu," kata X dengan senyum ramah.


"Iya juga ya, hehehehe, kadang-kadang aku bisa formal juga. Ketularan kamu, sih" kata Y sambil tertawa.


"Jadi, gimana?" tanya X.

"Gimana apanya?" Y kebingungan.

"Itu, si Z."

"Oh, soal itu, kapan-kapan deh aku ceritain ke kamu"

"Iya sudah"


Mereka berdua kemudian bercanda dan tertawa bersama, merasa lega dan bahagia karena mereka bisa bertemu kembali seperti sebelumnya.

,

 X dan Y: Throwback


Dalam pikiran Y, ia teringat kembali pada hari-hari ketika X masih sering berinteraksi dengannya dan betapa mereka berdua memiliki kepribadian yang sangat berbeda. X selalu pemurung dan cenderung lebih tertutup, sementara Y selalu riang dan penuh semangat.


Suatu saat, X dan Y duduk di gazebo yang terletak di dalam kampus. Cahaya matahari sore terlihat terang dan sinar-sinar cahaya yang menembus dedaunan membuat suasana yang nyaman. Di antara kesunyian, X tiba-tiba memberikan peringatan pada Y.


"Y, kamu harus lebih hati-hati dengan sikapmu. Kamu terlalu santai dan kadang-kadang terlalu banyak bicara. Itu bisa membuatmu terjerumus ke dalam masalah yang tidak perlu," kata X dengan suaranya yang tenang.


Y mengangguk, tetapi dalam hatinya dia merasa sedikit tersinggung. Namun, ketika Y mengalami konsekuensi dari insiden yang pernah diingatkan oleh X, Y menyadari bahwa peringatan X benar-benar serius.


"Maafkan saya kalau dulu saya terdengar seperti sedang menghakimi, Y. Saya hanya ingin bantu kamu menghindari masalah-masalah yang bisa dihindari," kata X dengan suaranya yang lembut.


"Nggak apa-apa kok, X. Aku sendiri kok yang salah. Kan aku yang nggak dengerin serius omonganmu. Aku jadi sadar, ternyata, nasehatmu tuh berharga banget pas aku ngerasain yang nyakitin gini," jawab Y dengan suaranya yang mengalah.


"Kamu tahu, Y, meskipun kita berbeda dalam banyak hal, saya selalu dengan keceriaanmu. Keceriaanmu selalu membuat suasana hati saya menjadi lebih cerah," kata X dengan senyuman tipis di wajahnya.


Ketika insiden yang pernah diingatkan X terjadi, Y menyadari bahwa peringatan X sungguh-sungguh. Y merasakan kesulitan besar dalam menghadapi insiden tersebut dan akhirnya harus mengalami konsekuensi yang menyakitkan.


Namun, meskipun Y kehilangan popularitasnya, X terus menceritakan tentang pesonanya di depan orang lain. Y merasa bersalah karena meragukan keikhlasan X, dan sekarang ia merasa sangat menyesal bahwa ia tidak mendengarkan peringatan itu dengan serius.


Setelah hilangnya X, Y merasa ada yang kurang lengkap. Meskipun X terkadang terlihat keras dan sombong, Y menyadari bahwa X memiliki hati yang besar dan selalu memikirkan kebaikan orang lain. Dan meskipun X sering kali jauh dari keramaian, ia tetap menjadi sosok yang setia dan menjaga Y hingga akhir hayatnya.


Dalam pikiran Y, ia berjanji untuk selalu menghargai nasihat dan peringatan dari orang lain. Dia berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mempertahankan keteguhan yang begitu luar biasa seperti yang telah ditunjukkan oleh X.


Rabu, 08 Maret 2023

,



TANYA:

Kalau materi membangun jaringan gimana?



JAWAB:

Sebetulnya, beberapa catatan soal itu sudah pernah saya tulis dan saya taruh di blog pribadi saya. Cuma, mungkin ada 1 lagi yang belum saya tulis.


Intinya, membangun jaringan untuk keperluan organisasi, dengan untuk keperluan pribadi yang manfaatnya nanti di masa depan, beda.


Jaringan yang dibangun untuk keperluan organisasi, belum tentu bisa berguna untuk keperluan pribadi di masa depan. Sebaliknya, jaringan yang dibangun untuk keperluan pribadi, belum tentu berguna untuk keperluan organisasi.


Sebab biasanya, jaringan yang dibangun untuk keperluan organisasi itu orientasinya non-profit atau nirlaba. Sementara, jaringan yang dibangun untuk keperluan pribadi, biasanya orientasinya profit atau laba.


Tetapi bukan berarti jaringan yang dibangun untuk keperluan organisasi tidak bisa sama sekali bermanfaat bagi keperluan pribadi. Tidak menutup kemungkinan, sebagiannya bisa bermanfaat bagi keperluan pribadi nanti, entah orientasinya non-profit alias nirlaba, atau orientasinya profit alias laba.


Perbandingannya kurang lebih seperti ini:

- Keduanya membutuhkan keterampilan sosial dalam membangun hubungan dengan orang lain.

- Baik jaringan sosial organisasi non-profit maupun karier pribadi profit bertujuan untuk memperluas jaringan dan memperkuat koneksi dengan orang lain.

- Keduanya dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik untuk organisasi atau bisnis maupun untuk individu.


Persamaan:

- Keduanya membutuhkan upaya yang konsisten dan berkelanjutan dalam membangun jaringan sosial.

- Keduanya membutuhkan kemampuan untuk membangun kepercayaan dengan orang lain.

- Keduanya membutuhkan kemampuan untuk mengelola hubungan dengan orang-orang yang berbeda.


Perbedaan:

- Membangun jaringan sosial untuk organisasi non-profit orientasi profit cenderung lebih fokus pada membangun hubungan dengan para donatur dan sponsor, sementara membangun jaringan sosial untuk karier pribadi orientasi profit lebih fokus pada membangun hubungan dengan kolega, atasan, dan klien.

- Tujuan membangun jaringan sosial organisasi non-profit biasanya untuk mendapatkan dukungan keuangan, sementara tujuan membangun jaringan sosial untuk karier pribadi biasanya untuk mendapatkan kesempatan kerja atau bisnis.

- Membangun jaringan sosial organisasi non-profit dapat membutuhkan keterampilan khusus dalam membangun hubungan dengan donatur dan sponsor yang berbeda-beda, sementara membangun jaringan sosial untuk karier pribadi orientasi profit dapat membutuhkan keterampilan spesifik dalam membangun hubungan dengan orang-orang di industri atau bidang tertentu.



Sekali lagi, bahwa jaringan yang dibangun untuk keperluan organisasi non-profit atau orientasinya nirlaba tidak selalu dapat memberikan manfaat langsung bagi keperluan pribadi di masa depan. Namun, seperti yang saya sebutkan, sebagian dari jaringan tersebut masih dapat memberikan manfaat bagi keperluan pribadi nanti. Misalnya, jika seseorang membangun jaringan dengan para donatur atau relawan yang memiliki keterampilan atau pengetahuan yang berguna di bidang tertentu, koneksi tersebut dapat membantu dalam mencari pekerjaan atau bisnis di masa depan.


Sebaliknya, jaringan yang dibangun untuk keperluan pribadi dengan orientasi profit atau laba juga tidak selalu memberikan manfaat bagi keperluan organisasi non-profit. Namun, ada kemungkinan bahwa koneksi yang dibangun dapat membantu dalam mencari dukungan atau relawan untuk organisasi non-profit yang menjadi perhatian seseorang.


Jadi, sebenarnya keduanya memiliki kesamaan dalam hal manfaat jangka panjang, meskipun fokus dan orientasinya bisa berbeda. Penting untuk membangun jaringan sosial dengan bijaksana dan memiliki tujuan yang jelas, baik itu untuk keperluan organisasi atau keperluan pribadi.

Jumat, 03 Maret 2023

,

Mutiara Terang, Setelah Berpisah Jalan


Oleh: Muhammad Qurrotul Aynan


Sementara itu, Mutiara Terang yang kini menjadi seorang mahasiswa independen terlibat dalam gerakan-gerakan aktivis di luar kampus. Ia bergabung dengan organisasi-organisasi yang membahas isu-isu sosial dan politik yang ada di masyarakat. Mutiara Terang mulai terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.


Mutiara Terang melangkah dengan mantap di jalan pedangnya sendiri. Seiring dengan langkahnya yang cepat, ia merenung tentang tugasnya hari ini. Sebagai seorang mahasiswa independen, ia mempunyai waktu yang lebih banyak untuk terlibat dalam gerakan-gerakan aktivis di luar kampus.


Ketika sampai di tempat tujuan, ia bergabung dengan beberapa teman seperjuangannya di sebuah gedung tua di pinggir kota. Mereka membahas tentang isu-isu sosial dan politik yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat. Mutiara Terang mendengarkan dengan serius dan menyumbangkan ide-idenya untuk membantu gerakan tersebut.


Namun, tidak hanya berbicara, mereka juga melakukan tindakan nyata. Ketika ada aksi demonstrasi di kota, Mutiara Terang selalu hadir. Ia mengibarkan banner, menyuarakan pendapatnya, dan membantu petani dan nelayan yang tertindas. Ia merasa sangat senang bisa terlibat dalam gerakan-gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat.


"Kita tidak bisa terus menerus mengabaikan hak-hak rakyat kecil dan mengeksploitasi mereka demi keuntungan pribadi. Kita harus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan bagi semua warga negara!" teriak Mutiara Terang dengan penuh semangat.


Para pendengarnya, kawan-kawan aktivis gerakan sosial, terkesima dan merasa terinspirasi oleh kata-kata yang dilontarkan oleh Mutiara Terang. Mereka merasa seperti mereka sedang mendengarkan kata-kata dari seorang naga sakti yang cerdas dan bijaksana.


Setelah acara selesai, para aktivis gerakan sosial yang hadir di pertemuan tersebut menghampiri Mutiara Terang dan memberikan pujian atas pemikirannya yang cerdas dan tajam.


"Mutiara Terang, kau adalah pemikir yang luar biasa! Kami terkesan dengan argumen-argumenmu dan keyakinanmu dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil. Kami ingin meminta bantuanmu untuk mengembangkan gerakan keadilan ini, apakah kau bersedia?" tanya salah satu aktivis.


Mutiara Terang merasa terharu dan bangga atas pengakuan yang diberikan kepadanya. Ia tahu bahwa inilah saat yang tepat baginya untuk berjuang demi keadilan dan kesetaraan bagi rakyat kecil.


"Demi keadilan dan kesetaraan, saya siap berjuang!" jawab Mutiara Terang dengan tegas.


Dengan semangat yang berkobar-kobar, Mutiara Terang memulai perjuangannya untuk mengembangkan gerakan keadilan bagi rakyat kecil. Ia berjanji untuk tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan menegakkan keadilan di masyarakat.


Mutiara Terang ingin membuktikan bahwa seorang yang biasa-biasa saja bisa menjadi penolong rakyat tertindas dan memperjuangkan keadilan jika memiliki tekad yang kuat dan semangat yang berkobar-kobar.


Setelah selesai dari pertemuan, Mutiara Terang berjalan pulang dengan hati yang bahagia. Ia merasa bahwa hidupnya lebih bermakna ketika ia bisa membantu orang lain. Meskipun ia sudah memutuskan untuk tidak bergabung dengan barisan Ular Langit, tetapi ia tetap ingin berkontribusi untuk masyarakat. Ia merasa bahwa aksi-aksi yang dilakukannya adalah cara terbaik untuk menunjukkan bahwa dirinya memang peduli dengan nasib rakyat kecil. 

,

Sungai Tenang, Setelah Berpisah Jalan


Oleh: Muhammad Qurrotul Aynan


Sungai Tenang beradaptasi dengan lingkungan barisan yang baru. Beberapa tokoh penting di dalam barisan mulai mengakui bakat Sungai Tenang di bidang teori dan pemikiran. Mereka memintanya untuk berbicara dalam sebuah forum Focused Group Discussion (FGD) dan memberikan pandangan tentang isu-isu politik yang sedang hangat diperbincangkan di kampus.


Sungai Tenang mendengarkan arahan Ular Langit dengan seksama. Ia belajar dan memahami aturan di dalam barisan, menyerap segala kebijakan dan keputusan dengan cepat. Dalam waktu singkat, ia menjadi sosok yang dihormati dan disegani di kalangan anggota barisan.


Suatu hari, Serigala Pemain, seorang tokoh penting di dalam barisan, datang menghampiri Sungai Tenang. "Bos, kau memiliki bakat di bidang teori dan pemikiran. Aku ingin kau berbicara dalam forum pasukan yang akan digelar oleh barisan. Apa kau bersedia?" tanya Serigala Pemain.


Sungai Tenang merasa terkejut dan sedikit heran. Namun, ia tak ingin melewatkan kesempatan emas tersebut. "Tentu saja, Serigala. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pandangan yang bermanfaat bagi barisan," jawab Sungai Tenang dengan tegas.


Malam sebelum acara, Sungai Tenang berusaha menyiapkan poin-poin. Ia berpikir keras dan mencoba menyusun kalimat yang tepat agar bisa menyampaikan pandangannya dengan jelas dan tegas.


Ketika tiba saatnya, Sungai Tenang dengan percaya diri angkat bicara. Sorotan tatapan seluruh anggota barisan membuat hatinya berdebar sedikit. Ia mengambil napas dalam-dalam dan mulai berbicara.


"Para anggota barisan yang terhormat, kita semua menyadari bahwa kondisi kampus saat ini sedang tidak kondusif. Ada perbedaan pandangan dan perbedaan kepentingan yang membuat kita terpecah-belah. Namun, marilah kita ingat bahwa kita semua berada di bawah satu langit.


Saya percaya bahwa keteraturan dan aturan tidak tertulis sangat penting untuk menjaga stabilitas kampus. Namun, di sisi lain, hak individu dan kebebasan pribadi juga harus dijunjung tinggi. Kita harus mencari keseimbangan yang tepat agar bisa menciptakan kondisi kampus yang lebih baik.


Oleh karena itu, saya mengajak semua anggota barisan untuk terus berdiskusi dan berdialog. Jangan biarkan perbedaan pandangan menghalangi kita untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menciptakan kondisi kampus yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa," ujar Sungai Tenang dengan tegas.


Kata-kata Sungai Tenang membuat seluruh anggota barisan terkesima. Mereka tampak merasa terinspirasi dan termotivasi untuk terus berjuang. Serigala Pemain yang duduk di samping Sungai Tenang merasa bangga dan takjub dengan bakatnya.


Dari malam itu, Sungai Tenang semakin dihormati dan diakui oleh seluruh anggota barisan. Ia menjadi sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi banyak orang. Namun, di balik semua itu, Sungai Tenang tetap rendah hati dan tidak lupa akan nilai-nilai yang ia junjung tinggi. Ia tahu bahwa keberhasilannya tidak akan tercapai tanpa tekun belajar dan rajin membaca buku. 

Kamis, 02 Maret 2023

,

 Islamkah Mimpi Saya?

Muhammad Qurrotul Aynan

Kamis malam Jumat, 2 Maret 2023


Saya bermimpi suatu hari nanti, di mana umat Islam dapat hidup bersama dengan damai dan sejahtera.


Saya bermimpi suatu hari nanti, tetangga kita tidak lagi terpaksa tidur dengan perut yang kosong, sementara kita merasa kenyang dengan makanan yang berlebihan.


Saya bermimpi suatu hari nanti, usaha kita akan berkembang tidak hanya untuk keuntungan kita sendiri, tetapi juga untuk membantu yang lain dan mengangkat mereka dari kemiskinan.


Saya bermimpi suatu hari nanti, politik tidak lagi menjadi alat untuk menakuti dan memperdaya orang lain, tetapi digunakan sebagai sarana untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi semua.


Saya bermimpi suatu hari nanti, kita semua percaya bahwa Tuhan akan memberikan rezeki kepada kita dengan berlimpah, jika kita bersikap baik dan saling membantu.


Saya bermimpi suatu hari nanti, hubungan antara suami dan istri akan penuh dengan cinta dan saling pengertian, serta anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan.


Saya bermimpi suatu hari nanti, ketakutan tidak lagi merajalela di antara kita, karena kita semua memiliki kekuatan untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.


Saya tahu bahwa mimpi-mimpi saya mungkin tampak sulit diwujudkan, tetapi saya percaya bahwa jika kita bekerja keras dan bersama-sama, kita dapat mencapai masa depan yang lebih baik bagi semua umat manusia. Saya memiliki mimpi dan saya yakin bahwa suatu hari nanti, mimpi-mimpi itu akan menjadi kenyataan.