Melawan Hoax
M. Q. Aynan
Media sosial telah menjadi sebuah gaya hidup di kehidupan modern. Banyak aktifitas yang telah pindah ke media sosial. Media sosial menyediakan kemudahan seperti layanan obrolan/chatting dan berita. Masyarakat sudah tidak perlu menulis surat dan membeli koran seperti dua puluh tahun lalu. Selain itu, media sosial juga menawarkan kebebasan untuk semua orang. Orang-orang bisa berbagi apa saja yang mereka inginkan seperti foto dan video.
Di sisi lain, media sosial adalah sumber utama penyebaran hoax. Menurut survei yang dilakukan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), 62,8 persen responden mengaku sering menerima hoax dari aplikasi pesan singkat seperti Line, WhatsApp atau Telegram. Saluran penyebaran hoax lainnya adalah situs web 34,9 persen, televisi 8,7 persen, media cetak 5 persen, email 3,1 persen dan radio 1,2 persen. Selain itu, hoax tidak hanya berasal dari akun media arus utama tetapi juga akun personal. Berdasarkan data milik Kementrian Komunikasi dan Informatika, ada tiga ratus akun yang diblokir oleh kepolisian sepanjang tahun 2016
Di Indonesia, ada banyak konflik yang disebabkan hoax. Salah satunya adalah ratusan massa datang mengepung gedung LBH, meneriakkan ancaman mengerikan, melakukan stigma hingga mencoba masuk pada Minggu malam 17 September 2017 sekitar pukul 21.00 hingga Senin dini hari. LBH-YLBHI telah berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada acara terkait PKI, namun massa tidak mau mendengarkan dan melawan aparat. Lebih lanjut, para aktivis LBH menyatakan bahwa jelas hoax atau berita-berita bohong telah disiarkan, propaganda tuduhan yang mengada-ada telah diviralkan, instruksi-instruksi untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI, menyanyikan lagu genjer-genjer dll, padahal sama sekali tidak ada. Mereka khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh.
Berita yang tidak benar bisa merugikan integritas dan kredibilitas seseorang. Berita tersebut disebarkan dengan tanpa adanya klarifikasi. Jika tidak ada klarifikasi, maka hal itu dapat menyebabkan jatuhnya korban. Oleh karena itu, setiap berita yang kita terima harus dipastikan kebenarannya agar tidak menyesal di kemudian hari.
Kesimpulannya, hoax mengakibatkan kerugian yang besar dalam kehidupan sosial. Oleh sebab itu, kita harus melawannya bersama-sama. Kita harus mengklarifikasinya dengan cara mencari sumber yang lain. Kita juga harus mencari bukti yang kuat karena setiap berita belum tentu benar. Itu semua demi menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar