---Di mana pun adalah ruang kelas---

Senin, 29 Agustus 2022

,

Latihan Soal Metode Penelitian Kuantitatif


- Jelaskan tentang pengetahuan, ilmu pengetahuan, filsafat, pendekatan ilmiah dan non-ilmiah, serta etika dalam penelitian

- Jelaskan definsi metode penelitian kuantitatif

- Jelaskan sejarah penelitian kuantitatif 

- Jelaskan ruang lingkup penelitian kuantitatif

- Jelaskan atau berilah contoh paradigma/ pendekatan penelitian dan konsekuensi metodologis (metode, jenis penelitian, dan masalah penelitian)

- Jelaskan atau berilah contoh penentuan kajian pustaka, kajian teori, dan hipotesis penelitian

- Jelaskan atau berilah contoh susunan rancangan penelitian, teknik sampling dan instrumen pengumpulan data

- Jelaskan susunan instrumen pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan

- Jelaskan susunan proposal, laporan hasil penelitian, dan cara merujuk dan menulis daftar rujukan

- Jelaskan atau berilah pemanfaatan paradigma penelitian dalam menentukan metode, jenis penelitian, dan masalah penelitian 

- Jelaskan atau berilah contoh penentuan latar belakang masalah (problem research) dan judul penelitian, berdasarkan masalah 

- Jelaskan atau berilah contoh penentuan kajian pustaka (penelitian terdahulu), kajian teori, dan penelusuran referensi melalui berbagai sumber  

- Jelaskan atau berilah contoh penentuan sampel (probability and non-probablitiy sampling) 

- Jelaskan atau berilah contoh penyusunan instrumen penelitian (observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi) 

- Jelaskan atau berilah contoh uji validitas dan reliabilitas instrumen angket  

- Jelaskan atau berilah contoh jenis data dan analisis data penelitian kuantitatif, serta penarikan kesimpulan, dan cek plagiasi 

- Buatlah contoh sistematika pelaporan hasil penelitian

- Tuliskan contoh laporan hasil penelitian

- Pesentasikan contoh laporan hasil penelitian

Minggu, 28 Agustus 2022

,

 

Saya sempat bertanya-tanya, gimana ceritanya, kok bisa, kiai pengasuh pesantren (kiai masyhur) itu terlihat lebih sukses, terlihat lebih berhasil, daripada beberapa orang lainnya. Padahal, dalam pengamatan saya, ibadahnya seperti sholat berjamaah atau ritual ibadah lainnya, wiridnya, tirakatnya, tidak jauh berbeda dengan beberapa orang tersebut.


Yang jadi pertanyaan, kira-kira apa rahasianya?


Ketika saya sering diajak Bapak saya berkunjung ke beberapa guru spiritual yang tinggal di Kabupaten kelahiran saya, Bondowoso, saya jadi dapat insight


Ternyata pengasuh pesantren itu, tidak hanya kiai yang dikenal oleh masyarakat umum (saya istilahkan kiai masyhur), tetapi juga ada kiai yang mengasuh pesantren dari balik layar (saya istilahkan kiai mastur).


Kalau kiai masyhur itu, kegiatannya seperti ngimami sholat berjamaah, ngajar Kitab Salaf/kitab kuning, diundang ceramah, dst.


Sedangkan kiai mastur ini, kegiatannya, yang tampak di mata, "hanya" menerima tamu. Nah, ketika malam, bahkan bisa jadi sejak waktu Maghrib sampai waktu Dluha, yang mungkin sering tidak tampak oleh mata masyarakat, beliau-beliau, istiqomah wirid, tirakat. 


Para Kiai yang saya sebut kiai mastur ini, yang dari belakang layar, mendukung, menyokong, menopang, para kiai masyhur, secara spiritual.


Biasanya para kiai mastur itu masih ada hubungan keluarga, atau masih satu nasab, dengan para kiai masyhur. Biasanya lagi, para kiai mastur itu tinggal di dekat pesantren yang diasuh oleh Kiai Masyhur. Kalaupun tidak tinggal di dekat pesantren, beliau-beliau biasanya tinggal di lokasi yang agak jauh dari pesantren, tetapi masih satu kecamatan.


Jumat, 26 Agustus 2022

,

 


Perempuan turun seperti malaikat

Sayapnya bersinar benderang tak sampai menyilaukan mata 

Dewi dari kejauhan mengintip dari kejauhan

Melihat pantulan sinarnya di air kolam

Seakan-akan rembulan bersinar di siang hari

Air yang menggenangi kolam itu

Siap ditampung sebagiannya dalam cawan suci 

Menggenang bersama hembusan ruhani


Mungkin saja

Air seukuran cawan atau seukuran kolam itu

Dapat lebih luas daripada langit

Langit yang bisa menampung bintang sebanyak itu

Lalu sebanyak apa materi yang bisa ditampung air itu

Di dalamnya mungkin hidup manusia-manusia amfibi


Atau jangan-jangan

Perempuan ini sebenarnya memang malaikat

Yang bertugas mengalirkan air dari telaga surga ke Bumi

Selasa, 16 Agustus 2022

,

 Dream Comes (True) Like The Last Memory


Delicate and tender night

Started out in melancholy way


Strong falsetto and meditation

Makes the circumstance more touching


It's raining outside 

Rain, and sunshine afterwards

Soft, cold, and harsh


Divine energy 

Touching emotion

Seep into heart


The dazzling weeping scream sentimentally fill the realm

Like the cold weather when practical knowledge by presence was recited

Its affectionate taste pierce the heart 


Like drizzle that falls quietly

Longing covers the heart


I know

That the green realm I was in

Was this beautiful and prosperous

After ancestor intercession recitation


It was just one blessing

Pretty flowers bloomed and withered there

My heart fluttering


Could heart-warming vision be kept?

Touching dream pile up like the last memory

Until in the bright eternity




Mimpi Datang (Menjadi Kenyataan) Seperti Kenangan Terakhir


Malam yang halus dan lembut

Dimulai dengan cara melankolis


Meditasi dan falsetto yang kuat

Membuat keadaan semakin menyentuh


Di luar hujan

Hujan, dan sinar matahari sesudahnya

Lembut, dingin, dan menyengat


Energi ilahi

Menyentuh emosi

Meresap ke dalam hati


Teriakan tangis yang menyilaukan secara sentimental memenuhi dunia

Seperti cuaca dingin saat lafadz keilmuan dibacakan

Rasa harunya menembus hati


Seperti gerimis yang turun dengan tenang

Rindu menyelimuti hati


Saya tahu

Bahwa alam hijau tempatku berada

Ternyata seindah dan sesubur ini

Setelah pembacaan tawassul leluhur


Itu hanyalah satu berkah

Bunga-bunga cantik bermekaran dan layu disana

Hatiku berdebar-debar


Bisakah penglihatan yang mengharukan dipertahankan?

Mimpi yang menyentuh hati menumpuk seperti kenangan terakhir

Sampai di keabadian yang cerah

Selasa, 09 Agustus 2022

,

 


Bagi orang-orang (umumnya mahasiswa, termasuk saya), hampir bisa dipastikan, ketika membaca buku pengantar filsafat, atau (pernah/sedang) aktif dalam kegiatan forum kajian filsafat, atau (pernah/sedang) aktif dalam study club filsafat, akan bertemu dengan pembahasan tentang awal mula kemunculan gerakan filsafat Yunani Kuno. Awal kemunculan tersebut diistilahkan dengan demitologisasi, yaitu jalan yang mengarah dari mitos menuju ilmu, melalui sastra dan filsafat. 


Disebutkan oleh K. Bertens, setidaknya ada tiga faktor yang mendahului lahirnya filsafat: 1. Berkembangnya mite-mite atau mitologi yang cukup luas di kalangan bangsa Yunani; 2. Kesusasteraan Yunani, seperti karya puisi Homerus yang berjudul Ilias dan Odyssea mempunyai kedudukan yang istimewa dalam karya sastra Yunani; 3. Pengaruh Timur Kuno seperti Mesir dan Babylonia yang sudah mengenal ilmu hitung dan ilmu ukur. Tiga faktor tersebut ada penjelasannya, namun karena saya hanya akan menulis sekadarnya saja, saya akan cukup menyebutkannya saja.


Yang jadi persoalan dan menimbulkan kegelisahan bagi saya pribadi adalah, para pembelajar pemula, sebagian, atau malah sebagian besar, sangat terpengaruh dengan kecenderungan pemikiran modern, yang cenderung menganggap bahwa dalam pengertian modern, mitos adalah kepercayaan yang keliru. Atau dengan kata lain, mitos sama dengan tidak benar, sama dengan salah. Logika yang terbangun lebih lanjut kemudian dapat menjadi, mitos pasti salah. Akhirnya, berarti, mitos tidak dapat dipercaya sama sekali.


Apa iya seperti itu?

Apa betul mitos tidak dapat dipercaya sama sekali?

Apa mitos pasti tidak benar?

Apa mitos pasti tidak nyata?


Menurut saya pribadi, tidak seperti itu

Jika tertarik mendiskusikannya, silakan hubungi saya