---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 24 September 2020

,




 

Sebagian orang suka berada di sekitar orang lain, mengobrol tentang apa saja, gembira dan senang akan keramaian. Mereka melihat keberadaan mereka eksis dalam interaksi mereka dengan orang lain, terutama apabila diabadikan dengan foto.



Lalu ada orang lain. Orang yang lebih tertutup, yang menikmati kebersamaan dengan mereka sendiri, dan dalam banyak kasus tidak benar-benar menikmati berada di dekat orang banyak. Setidaknya kelompok orang tertentu, atau jenis orang tertentu. Akan tetapi, yang sering menjadi anggapan keliru adalah bahwa orang-orang ini entah bagaimana penyendiri atau tidak dapat berfungsi sosial dalam skala luas.



Orang-orang jenis ini, yang memiliki lingkaran sosial kecil atau lebih suka melayang sendiri, adalah orang-orang paling menarik dan mendalam yang pernah diemui atau dapat dianggap sebagai teman. Orang-orang ini tidak gemar ambil gambar, berfoto baik difotokan atau swafoto. Bukan berarti dengan begitu kemudian dengan mudah tidak diakui, dihilangkan namanya dari daftar.



Mengapa perlu mengakui dan menghargai mereka, dengan mencantumkan nama mereka dalam kehidupan seseorang atau suatu kelompok?



Mereka memiliki batasan yang sehat

Terlalu banyak orang yang terus-menerus membutuhkan interaksi sosial dan perhatian tidak memiliki batasan yang sehat. Karena kebutuhan mereka yang konstan untuk bersosialisasi, mereka sering kali dapat membiarkan orang menuntun mereka ke jalan yang tidak mereka pilih. Mereka juga tidak mampu mundur dari orang-orang yang memperlakukan mereka dengan buruk, atau yang tidak memperhitungkan perasaan mereka. Ini bukanlah masalah yang dimiliki oleh orang-orang jenis tertentu tadi. Orang-orang jenis itu mengerti betapa berharganya mereka bersama kerabatnya dan akan berpegang teguh pada prinsip mereka. Asal namanya tidak dihilangkan.


Mereka pada dasarnya sangat setia

Karena orang-orang jenis tertentu tadi memiliki lingkaran pertemanan yang lebih kecil, mereka akan sering mengenal dan menghargai persahabatan mereka ke tingkat yang lebih dalam. Ini berarti mereka mungkin tidak akan mengkhianati teman atau tidak mempertimbangkan perasaan temannya. Kenyataan bahwa orang-orang itu memilih seseorang sebagai teman dan ingin seseorang tersebut berada di lingkaran tertutup mereka berarti mereka menghargai dan kemungkinan besar akan membela dari fitnah atau perlakuan buruk dari orang lain. Jadi, akuilah dan hargailah mereka dengan mencantumkan nama mereka. Mereka tidak ingin cepat kehilangan.


Mereka sering merenung

Sering menyendiri memberi orang lebih banyak waktu untuk memikirkan persoalan yang lebih dalam, dan persoalan yang mungkin sering tidak dipikirkan orang lain. Ini berarti percakapan mereka mungkin jauh lebih menarik dan beragam daripada seseorang yang terus-menerus dirangsang oleh obrolan ringan sehari-hari sambil sedikit-sedikit mengambil gambar.


Mereka menghargai kasih sayang

Seseorang yang terus-menerus berada dalam hubungan yang berbeda atau melompat dari satu hubungan ke hubungan lain mungkin mulai merendahkan pentingnya kasih sayang dan keintiman. Mereka yang sendirian untuk waktu yang lebih lama tahu nilai sejati kasih sayang dan hubungan dan tidak akan membuangnya begitu saja.


Jadi, tak perlu sering ambil gambar bersama mereka. Akui dan hargai namanya. Mereka tak mudah dicari padanannya. Jangan mudah pergi dan menghilang, baik kehilangan kontrol dengan tidak stabil ataupun kehilangan kontak. Mereka adalah mutiara terpendam. Edisi terbatas, tidak diproduksi secara massal. 

Rabu, 23 September 2020

,

 


Salah satu yang membuat saya tertarik dan terdorong untuk menulis adalah soal bersosial. Sering saya temui orang-orang yang menganggap saya kurang bersosial. Wajar memang anggapan semacam itu. Yang tidak wajar adalah jika anggapan itu berlebihan dengan menganggap bahwa saya seakan-akan bukan makhluk sosial yang tidak memerlukan orang lain dalam hidup. Ada banyak faktor baik itu bersifat bawaan maupun karena peristiwa tidak diinginkan yang saya alami.


Saya pada dasarnya orang yang ramah, dan mudah didekati saya pelit dengan kehadiran saya, berhati-hati kepada orang yang tidak layak untuk ditanggapi ramah.


Saya menghormati waktu, energi, diri sendiri, dan kebahagiaan saya dan tidak pernah membahayakan semua hal itu. Saya lebih suka mengisi waktu, memiliki beberapa teman, atau bahkan duduk di rumah sendirian daripada stres atau tidak bahagia.


Saya menghargai waktu dengan tidak menghabiskan waktu di lingkungan di mana saya tidak nyaman atau merasa cemas. Saya bekerja dan memiliki berbagai komitmen. Tentu saya tidak ingin menghabiskan waktu luang saya dengan orang-orang yang kemungkinan besar akan membicarakan saya di belakang saya atau membuat saya merasa tidak nyaman. Saya menolak membuang waktu saya. Jika saya tidak mendapatkan sesuatu yang positif dari pengalaman itu, tidak perlu mengajak saya.



Teman atau keluarga, itu tidak jadi soal. Mungkin ini terdengar kasar tapi nyata adanya. Saya mencintai keluarga dan teman-teman saya tetapi saya memiliki batasan. Saya benar-benar mencintai dan peduli pada orang lain (lebih dari yang seharusnya) tetapi saya telah belajar untuk mencintai dan melindungi diri saya lebih utama. Saya tidak harus tahan dengan apa pun yang tidak saya inginkan, jadi saya tidak. Sesederhana itu.


Saya tidak akan bergaul dengan seseorang yang memberi saya getaran buruk atau tidak menghargai diri sendiri atau orang lain. Saya suka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memiliki motivasi, positif, dan memiliki tujuan untuk hidup mereka. Teman-teman saya tidak sempurna tetapi saya dapat dengan jujur ​​mengatakan bahwa mereka berusaha keras untuk menjadi sukses, kami saling memotivasi, dan saling mengutamakan kepentingan satu sama lain.


Saya menghindari obrolan ringan dan mencoba berbicara hanya jika merasa memiliki sesuatu yang perlu untuk dikatakan. Saya mungkin bukan teman atau pasangan yang akan pergi ke setiap perayaan tetapi ketika pembaca membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan benar-benar peduli, saya insyaallah akan ada di sana. Saya menghabiskan banyak waktu sendirian , tersesat dalam pikiran besar, dan membutuhkan beberapa waktu sejenak untuk berpikir sebelum menjawab secara lisan.


Ada juga yang saya suka di antaranya adalah suasana yang intim alih-alih kelompok besar, obrolan dalam alih-alih hanya permukaan, beberapa teman dekat alih-alih banyak kenalan biasa, komunikasi tertulis alih-alih lisan, bersikap tenang alih-alih meledak-ledak, kualitas waktu alih-alih keseringannya.


Perbandingan yang lain adalah: sangat terbuka bersama orang terdekat namun tertutup bersama orang yang kurang dikenal, penghibur dadakan bersama orang terdekat namun datar di kerumunan, jika diajak bergabung untuk jalan-jalan, hal pertama yang saya tanyakan adalah; “pergi bersama siapa?” bukan "pergi kemana?".


Orang lain yang tidak paham bisa jadi tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan. Padahal, saya juga membutuhkan hubungan dekat agar bisa berkembang. Saya hanya bersosialisasi dengan cara berbeda dan hanya karena ada sesuatu yang berbeda tidak berarti itu salah atau inferior. Yang "berbeda" bagi yang tidak paham berarti "menyalahi kewajaran", sedangkan bagi yang paham "berbeda" berarti "istimewa".

,




Perlu Berhati-hati dalam memberikan perhatian dan kepedulian kepada pribadi lain entah itu sahabat atau kekasih yang sekiranya tidak layak. Tak jarang, terlalu perhatian dan peduli membutakan kita dari kenyataan. Tak jarang pula seseorang terjebak dalam perasaan pribadi yang meluap-luap dan mulai melihat dunia melalui kacamata warna tunggal. Kacamata ini berarti kita menolak untuk melihat kekurangan pada karakter pribadi lain tersebut, kita menolak untuk melihat apakah mereka tidak memperlakukan kita dengan benar dan tersesat di hutan hasrat pribadi.


Seseorang cenderung jatuh ke dalam perangkap ini jika ia memiliki kemandirian yang minim. Oleh karena itu, seseorang tersebut menolak untuk melihat indikasi buruk karena ia tidak mau kehilangan orang itu, padahal bisa jadi kepergiannya menjadi jalan keluar dari hubungan yang tidak sehat. Maka, sebagai makhluk yang terbatas, hubungan antarpribadi yang sehat juga perlu mengerti batas.


Mengerti batas waktu memulai.

Mengerti kapan batasan permulaan, mengerti persis apa yang tidak akan ditoleransi, apa yang diinginkan dari suatu hubungan. Jangan mau menerima perlakuan yang buruk atau seseorang yang tidak memperlakukan seperti yang selayaknya.



Tapi yang terpenting, mengertilah betapa berharganya seseorang itu. Ia adalah orang yang cerdas, rupawan, dan pantas mendapatkan yang terbaik. Tak perlu melanjutkan hubungan ketika perhatian dan kepedulian salah tempat.


Mengerti batas waktu mengakhiri.

Semua hubungan antarpribadi mengalami dinamika, orang-orang berselisih, dan setiap orang dapat bertindak keliru. Jika seseorang meninggalkan hubungan setiap kali seseorang lainnya melakukan kesalahan, tidak akan ada hubungan. Yang perlu adalah jujur ​​pada diri sendiri dan berusaha melihat segala sesuatunya sejelas mungkin tanpa terhalang keinginan yang sulit terwujud.


Luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan, sebetulnya apa yang diharapkan dari suatu hubungan dan apa batasannya, kemudian tetap berpegang pada ini apa pun yang terjadi. Berhenti untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang tidak pantas mendapatkannya, tak perlu menipu diri sendiri juga menipu orang lain yang mungkin menanggapi perhatian dan kepedulian. Jika tidak, tak perlu terjebak dalam hubungan yang tidak layak! 

Minggu, 20 September 2020

,




Jika kamu mengetahui hargamu, orang lain tidak perlu menghargai dengan potongan harga (diskon).


Kamu pantas bersama dengan orang yang mengetahui dan menghormati nilai berhargamu.


Kamu berhak mendapat sahabat yang menghormati dan merayakan keberadaanmu.


Kamu berhak mendapatkan sahabat yang membuatmu merasa seakan kamu adalah satu-satunya sahabatnya.


Sahabat yang tidak akan membuatmu merasa tidak pasti dan tidak jelas. Ia yang merasa bahwa kamu mencukupi hari-harinya.


Kamu berhak mendapatkan sahabat yang tidak akan berpaling pada saat kamu membutuhkannya, tidak merasa "diambil butuhnya" tetapi malah akan menganggap kamu sangat bermanfaat.


Kamu berhak mendapatkan sahabat yang akan memperjuangkan hakmu untuk diakui dan dihargai.


Kamu berhak mendapatkan sahabat yang selalu dapat diandalkan, seseorang yang akan selalu berusaha meluangkan waktu untukmu, seseorang yang tidak akan pernah terlalu sibuk untuk berbagi.


Ia yang tidak akan pernah menyerah padamu, seseorang yang percaya padamu. Kamu pantas mendapatkan sahabat yang menghargaimu tanpa tawar dan tapi. 

Sabtu, 19 September 2020

,



Bergabung bersama orang lain dalam satu pertemuan, apalagi dengan teman sebaya, memang menyenangkan.


Akan tetapi, jika hal tersebut berlebihan, bisa membuat apa yang kamu miliki tersita.


Oleh karenanya, kamu perlu pikirkan matang-matang jika kamu berada dalam suatu lingkaran.


Sebaiknya, pikirkan apa sebetulnya tujuanmu hingga membuatmu betah berlama-lama di situ. Khawatirnya, justru lingkungan di situ berdampak negatif terhadap efektivitas tujuanmu.


Jika ada pertemuan di malam hari, upayakan dimulai tepat waktu sehingga dapat berakhir tidak sampai larut malam.


Jika tidak bisa membagi waktu dan menetapkan skala prioritas, bukan tidak mungkin urusan akademik seperti mengerjakan tugas, ikut terbengkalai.


Teman sekitarmu menentukan kinerjamu. Jika dirasa teman sekitarmu malah "beracun", sebaiknya beralihlah kepada teman yang dapat mendorong efektivitas tujuanmu.


Pertimbangan dengan pikiran matang sangat penting agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. It's Okay to Not Be There. Tidak masalah jika kamu tidak berada di sana.  

,


Saat kemunculan tokoh utama di episode 1, Saya langsung tertarik pada karakter Jung-hyuk yang tampak dingin, tampak sangat kaku dan formal. Jung-hyuk mungkin kelihatan konyol apabila disaksikan oleh orang pada umumnya. Akan tetapi anggapan itu akan berubah saat penonton menyaksikan sisi manusiawi yang lain muncul dalam adegan-adegan selanjutnya.


Kita akan mulai mengetahui intrik yang terdapat dalam alur cerita ketika Jung-hyuk menerima telepon bahwa perampok makam tewas dalam kecelakaan Gunung Suseok. Dia pergi ke SSD untuk berbicara dengan kolonel senior, dan dia menemukan Chul-kang (dari potongannya sudah bisa ditebak orang macam apa karakter ini) sudah ada di sana. Kolonel senior menawarkan Jung-hyuk beberapa kopi Emas Maxim selundupan yang kemudian ditolak Jung-hyuk. Dia mengatakan bahwa dia ingin menyelidiki kecelakaan yang menewaskan perampok makam itu, apakah itu disengaja dan jika demikian, siapa di baliknya. 


Jung-hyuk tiba di Pyongyang di pagi hari. Dia ditahan begitu dia turun dari kereta dan dibawa ke Biro Pengadilan, dan dia diberitahu bahwa alih-alih melakukan penyelidikan, dialah yang diselidiki. Dia dibawa ke sel dan duduk di kursi yang tampak seperti kursi listrik untuk eksekusi.


Direktur Biro Pengadilan menuduh Jung hyuk memfasilitasi kematian para perampok makam, yang meninggal setelah dia bersikeras agar mereka dikirim ke satu gedung. Ketika Jung-hyuk meminta bukti, dia diberitahu bahwa mereka dapat membuat kejahatan yang mereka inginkan. Tidak peduli, Jung hyuk mengatakan bahwa direktur akan bertanggung jawab atas apa yang baru saja dia katakan. Tiba-tiba seorang jenderal masuk dan menendang direktur, lalu menyuruh Jung-hyuk dikirim ke kantornya. Dia memberi tahu direktur bahwa Jung-hyuk adalah satu-satunya putra direktur Biro Politik Umum (yang mengontrol seluruh militer Korea Utara).


Lompat sedikit ke episode selanjutnya ketika Chul-kang memerintahkan Man-bok untuk mendengarkan Jung-hyuk tetapi berhati-hati karena dia pintar, dan Man bok memberi tahu Chul-kang tentang mikrofon arah baru yang dapat mendengar apapun yang terjadi di luar rumah Jung-hyuk. Chul-kang memerintahkan Man-bok untuk mencari tahu apa yang dia bisa tentang wanita yang mengaku dari Divisi 11, yakin bahwa sedikit informasi yang tepat dapat menjatuhkan seluruh keluarga Jung hyuk.




Man-bok terlihat gelisah tentang hal ini, tapi Chul-kang menjanjikan promosi dan putranya masuk ke perguruan tinggi yang bagus di depannya. Man-bok mengingat kembali tujuh tahun yang lalu, pada suatu malam mendengarkan percakapan antara saudara laki-laki Jung-hyuk, Moo-hyuk ketika dia dan tentara lain saat mereka pulang. Moo-hyuk telah berbicara tentang adik laki-lakinya, yang pandai bermain piano.


Selanjutnya, Man-bok melaporkan rencana Jung-hyuk dan Se-ri untuk menyelundupkannya ke luar negeri ke Chul-kang, termasuk fakta bahwa mereka harus segera pergi ke Pyongyang untuk memberinya paspor. Dia percaya itu mungkin rencana yang dibentuk oleh Divisi 11, tetapi Chul-kang tahu sekarang bahwa Se-ri tidak ada di Divisi 11.



Tiba-tiba, Chul-kang menyebutkan saudara laki-laki Jung-hyuk, Moo-hyuk, dan fakta bahwa jam tangan yang dia kenakan saat dia meninggal hilang. Dia mengatakan bahwa jika jam tangan itu ditemukan oleh Jung-hyuk, keduanya akan dalam masalah serius.


Ketika Jung-hyuk sampai ke pangkalan untuk pelatihan, dia memperhatikan bahwa para anak buahnya itu hilang, dan dia diberi tahu bahwa mereka semua dipanggil ke Departemen Keamanan Negara. Mulai merembet


Chul-kang menghadapi salah satu anak buah Kapten Ri yaitu Eun-dong yang sangat ketakutan dan mengatakan kepadanya bahwa dari mereka berempat, hanya orang pertama yang mengatakan kepadanya kebenaran tentang Jung-hyuk yang akan selamat. Tapi Eun-dong pintar - dia bilang sudah lama sejak mereka dibawa ke sini, jadi Chul-kang pasti sudah menanyai yang lain, tapi fakta bahwa dia masih bertanya berarti dia belum mendapatkan informasi apa-apa.



Dengan geram, Chul-kang meninju Eun-dong, tetapi Jung-hyuk menyerbu masuk dan menggeram pada Chul-kang untuk menanyakan secara langsung apakah ada sesuatu yang ingin dia ketahui. Chul-kang mengatakan dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya, tetapi Jung-hyuk menjawab bahwa hanya orang yang terlibat yang dapat mengatakan yang sebenarnya, jadi inilah saatnya bagi Chul-kang untuk mengatakan yang sebenarnya tentang tindakannya sendiri.


Saat itu, kolonel senior menelepon Chul-kang untuk menanyakan mengapa dia menerima permintaan resmi dari Departemen Keamanan Negara, yang ingin berbicara dengannya dan Chul-kang tentang kecelakaan truk baru-baru ini. Jung-hyuk pergi bersama Eun-dong, dan ketika dia bertemu dengan Man-bok di aula, ada momen canggung sebelum mereka melanjutkan perjalanan. Dari adegan ini bisa terlihat bagaimana tanggungjawab seorang kapten kepada para anak buahnya, dan anak buah yang cerdas mempertahankan kepercayaan kaptennya. Akhirnya Jung-hyuk membawa pulang para anak buahnya yang babak belur dan memar untuk makan ramyun.


Saat Kapten Ri dirawat di rumah sakit karena tertembak, Chul-kang menerobos masuk ke kamar Jung-hyuk dan menghadapkannya dengan buku catatan senjata api. Dengan itu, dia memiliki bukti bahwa dia menembak anak buahnya untuk melindungi mata-mata Korea Selatan.


Jung-hyuk tidak menyangkal apa yang terjadi, tapi dia tidak melindungi mata-mata - dia melindungi "wanitanya" dari orang-orang yang mencoba untuk menyakitinya. Dia kemudian mengungkapkan bahwa dia tahu (dari Kolonel Go) bahwa Chul-kang bertemu dengan Kepala Tiga dari Departemen Front Bersatu untuk mendapatkan informasi dari Divisi 11, bertentangan dengan peraturan.


"Apakah tidak apa-apa jika saya meminta penyelidikan?" Jung-hyuk bertanya. Jika Jung-hyuk sangat ingin membuka mulut, Chul-kang menyarankan dia harus mengatakannya setelah mereka menangkapnya. Dia memanggil letnan pertamanya, tapi ada orang lain yang masuk ke ruangan itu - Direktur Ri, Biro Politik Umum, bapak Kapten Ri.


Chul-kang memberi hormat kepada atasannya, tidak bisa berdebat dengannya. Dia terpaksa pergi dengan anak buahnya dengan tangan kosong. Kembali di aula, ada beberapa gosip yang beredar mengikuti pintu masuk Direktur Ri. Para perawat dengan benar menebak bahwa Jung-hyuk adalah putra sutradara, yang sengaja didengar Se-ri.


Se-ri kemudian mendengar Dan dan suara ibunya datang ke arahnya dan lari dengan seorang gadis di kursi roda, berpura-pura menjadi pengurusnya. Gadis itu bertanya apa yang dia lakukan, jadi dia menggunakan fakta bahwa gadis itu menonton video musik BTS untuk membuatnya diam.


Sementara Direktur Ri mengeluarkan Chul-kang dari ruang perawatan Jung-hyuk, dia belum selesai dengannya. Dia menuntut untuk mengetahui mengapa dia dalam masalah, mengabaikan protes istrinya untuk meninggalkan putra mereka sendirian. Akhirnya, istrinya membentak dan mengatakan bahwa mereka harus bersyukur bahwa putra satu-satunya masih hidup setelah ditembak.


Anak-anak buah Kapten Ri mengunjungi kapten mereka di rumah sakit keesokan harinya, di mana Kwang-bum memberi Jung-hyuk telepon tetapnya. Panggilan dari Pyongyang datang dan Jung-hyuk segera menjawab, mengira itu Se-ri. Ini sebenarnya panggilan dari Seung-joon untuk melaporkan bahwa Se-ri aman. Dia menyarankan Jung-hyuk untuk tidak mencarinya dan langsung menutup telepon.


Episode selanjutnya, Se-ri berjalan kembali ke rumah Jung-hyuk membawa arloji yang dia perdagangkan dengan pegadaian ketika dia diculik dengan todongan senjata oleh beberapa pria tak dikenal. Mereka memaksanya untuk menelepon Jung-hyuk dan memberitahunya bahwa dia meninggalkan negara itu bersama Seung-joon, tetapi Jung-hyuk dapat merasakan ada sesuatu yang salah dan memintanya untuk mengatakan di mana dia berada. Se-ri berhasil terisak, "Ri Jung-hyuk, aku mencintaimu," lalu yang dia dengar hanyalah suara tembakan dan keheningan.


Akhirnya Se-ri dibawa ke bawah untuk bertemu dengan penculiknya. Tidak menyadari bahwa dia adalah ayah Jung-hyuk, dia menganggap dia adalah ayah Dan, jadi dia mencemooh tentang bagaimana dia menjalankan perusahaan besar di Korea Selatan sehingga dia tidak ingin menimbulkan masalah, dan mengatakan dia tidak memiliki motif tersembunyi untuk mendapatkan Jung-hyuk.


Direktur Ri bertanya apakah dia mengatakan ini semua adalah kesalahan Jung-hyuk. Se-ri dengan keras memprotes bahwa Jung-hyuk tidak melakukan kesalahan, dan bahkan memberi tahu Direktur Ri bagaimana dia mengancam Jung-hyuk untuk membantunya. Dia mengaku bahwa dia entah bagaimana mulai memiliki perasaan untuk Jung-hyuk, tetapi dia tidak membalas perasaannya, karena ibu Jung-hyuk mendengarkan dari luar ruangan.


Se-ri beralih ke sanjungan dan mengatakan bahwa Jung-hyuk belum bisa membawanya pulang karena dia hanya seorang kapten, dan dia memohon kepada kekuasaan dan pengaruh Direktur Ri untuk meminta bantuan. Dia tidak tertipu dan menyuruhnya diseret kembali ke loteng. Tapi hati Ibu tergerak, jadi dia secara pribadi membawakan Se-ri makanan berikutnya.


Meskipun dia masih tidak tahu siapa yang menahannya, Se-ri bertanya kepada Ibu apakah dia tahu bagaimana Jung-hyuk. Ibu tersentuh lagi oleh perawatan Se-ri untuk putranya, jadi dia membawanya ke bawah ke kamar tidur yang sebenarnya. Rak buku itu tampak akrab bagi Se-ri, dan dia tiba-tiba ingat bahwa dia melihat ibu Dan di rumah sakit dan wanita ini bukan dia. Se-ri menyimpulkan bahwa dia ada di kamar Jung-hyuk, di rumah orang tuanya.


Sementara itu, Direktur Ri membaca artikel tentang Se-ri dan menemukan bahwa dia mengatakan yang sebenarnya tentang menjadi seorang pengusaha wanita kaya. Asistennya memperingatkan bahwa mengirimnya kembali ke Korea Selatan akan menyebabkan gangguan besar, jadi dia menawarkan untuk "menjaganya" segera, tetapi Direktur Ri menghela nafas bahwa dia setidaknya harus tidur nyenyak.


Chul-kang pergi menemui Direktur Militer dari Komite Sentral lagi, orang yang paling diuntungkan jika Direktur Ri tidak lagi berkuasa. Dia menunjukkan kepada direktur militer beberapa foto kendaraan yang membawa Se-ri ke rumah Direktur Ri, dengan benar menebak bahwa dia pasti ada di sana sekarang.


Mereka pergi ke rumah Direktur Ri, membawa serta satu regu tentara. Direktur Ri tampaknya tidak terganggu, dan direktur militer sangat meminta maaf saat Chul-kang bersikeras untuk menggeledah rumah itu.


Lompat lagi ke episode 10, Direktur Ri bertindak atas informasi yang dikirimkan kepadanya dari Jung-hyuk, dan segera Chul-kang diadili atas kejahatannya. Dia dituntut karena mengatur enam pembunuhan yang disamarkan sebagai kecelakaan, serta penyuapan, penjualan artefak curian, dan perdagangan narkoba.


Chul-kang tetap diam dengan cemberut sampai Jung-hyuk bersaksi bahwa bukti datang dari almarhum saudaranya, yang merupakan salah satu korban Chul-kang, kemudian dia mengatakan bahwa Jung-hyuk mencoba memfitnah dia dan kecelakaan itu hanya kecelakaan. Jung-hyuk menunjukkan kepada hakim potongan material komposit keramik yang dia ambil dari Brigade Insinyur yang digunakan untuk membuat baju besi truk khusus, dan bersaksi bahwa bukti tersebut membuktikan keterlibatan Chul-kang dalam menyelundupkan material tersebut ke negara itu.


Langsung ke episode 16, Direktur Ri duduk bersama Direktur Militer untuk membahas rencananya untuk membawa Jung-hyuk dan anak buahnya pulang. Dia menyarankan untuk menukarnya dengan beberapa mata-mata Korea Selatan yang ditangkap yang dipenjara tanpa pengadilan. Direktur militer keberatan, jadi Direktur Ri mengungkapkan bahwa NIS mengiriminya dokumen yang membuktikan bahwa direktur militer melakukan kontak rutin dengan Chul-kang dan mungkin telah memerintahkannya untuk membunuh Jung-hyuk.


Direktur militer mengetahui bahwa Direktur Ri menawarkan keheningan mengenai hubungannya dengan Chul-kang sebagai ganti direktur militer tutup mulut tentang fakta bahwa Jung-hyuk mengkhianati negaranya karena seorang wanita. Dia setuju, tapi dia menuntut kendali penuh atas pertukaran tentara.


Direktur Ri mendapat telepon bahwa Jung-hyuk dan anak buahnya kembali ke Korea Utara dan pergi untuk menjemput Jung-hyuk dan membawanya pulang. Tetapi Direktur Militer menyuruh orang-orang itu diusir ke tempat terpencil di tengah hutan dan dikeluarkan dari kendaraan, masih diborgol. Jung-hyuk menuntut untuk mengetahui mengapa mereka tidak dibawa ke Pyongyang.


Direktur militer mengatakan bahwa mereka akan diadili dan dieksekusi, jadi lebih baik mereka mati di sini dan menyelamatkan keluarga mereka dari masalah. Jung-hyuk mengatakan bahwa dia satu-satunya yang melakukan kejahatan, karena teman-temannya berada di Korea Selatan untuk Pertandingan Militer Dunia. Direktur militer terkekeh bahwa teman-temannya akan menemaninya dalam kematian, lalu anak buahnya mengangkat senjata mereka.


Beberapa saat berikutnya terjadi dengan sangat cepat - Man-bok melemparkan dirinya ke depan Jung-hyuk, tetapi Jung-hyuk meraihnya dan berputar-putar saat anak buah Kapten Ri mengelilingi mereka dengan protektif. Ada tembakan, tapi tentara yang terkena. Lebih banyak laki-laki lari keluar hutan, diikuti oleh Direktur Ri, yang dengan tenang mendekati direktur militer. Sampai adegan ini terlihat bagaimana tanggapnya seorang Bapak dalam mengantisipasi hal buruk yang kemungkinan menimpa putranya beserta anak buahnya.


Direktur Ri dengan lembut menegur direktur militer karena mencoba melakukan eksekusi tanpa pengadilan yang adil, karena berisiko membunuh korban yang tidak bersalah. Dia melanjutkan, “Tapi berbeda ketika saya menyaksikan seseorang mencoba membunuh anak saya. Anda tidak bersalah. " Direktur militer mulai mengeluarkan pistolnya, tetapi Direktur Ri siap dengan senjatanya sendiri, dan dia menembak direktur militer itu dari jarak dekat.


Direktur Ri dan Jung-hyuk pulang, dan Jung-hyuk meminta maaf karena membuat ayahnya khawatir. Direktur Ri mengatakan dia hanya senang Jung-hyuk kembali hidup, dan dia bertanya tentang Se-ri, tetapi mendengar namanya membuat Jung-hyuk menangis. Ibu Jung-hyuk membuat keributan besar tentang dia, dan meskipun jelas dia senang berada di rumah, masih ada kesedihan yang mendalam pada ekspresi Jung-hyuk.


Alur ceritanya memperlihatkan bagaimana intrik memiliki porsi yang cukup banyak dalam cerita. Diperlihatkan juga bagaimana seorang yang terlibat dalam berbagai tindakan kriminal selalu mencoba untuk menutupinya dan mengamankan posisinya. Selain itu, terlihat juga bagaimana kecerdasan seorang bapak yang menjadi Direktur Biro Politik Umum dalam membaca situasi dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi, utamanya terhadap putranya. Putranya sebagai seorang Kapten juga sangat bertanggungjawab dan peduli terhadap anak buahnya, apalagi memiliki hak istimewa sebagai putra seorang yang punya pengaruh besar, memanfaatkannya sebagai pendukung dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin tim.



 

Senin, 14 September 2020

,

Berkeinginan membeli baju baru? Berkeinginan membeli perabotan baru? Atau berkeinginan memborong buku?


Berhasrat memakan sepuluh jenis makanan dalam satu kesempatan? Berhasrat mengendarai mobil mewah? Atau berhasrat menginap di hotel bintang lima?


Kalau iya, tunggu dulu. Jangan-jangan itu semua tidak mendesak dan tidak penting. Jangan-jangan semuanya hanya keinginan dan hasrat. Keinginan dapat diartikan sebagai perasaan bahwa ada sesuatu yang kurang, sehingga muncul perasaan ingin memiliki. Sedangkan hasrat adalah perasaan lebih dari keinginan yang bertujuan untuk memenuhi celah keinginan yang belum terpenuhi.


Salah satu prinsip yang dapat membantu untuk menunda keinginan dan hasrat adalah prinsip "Mendesak dan Penting" yang dikenalkan dari seorang mantan Presiden AS, Dwight D. Eisenhower. Prinsip ini menarik karena "siapa" yang mempopulerkan dan "apa" isinya.


Eisenhower adalah satu-satunya presiden yang pernah berdinas dalam Perang Dunia I maupun Perang Dunia II. Selain itu, terdapat sebuah doktrin yang dikenal dengan sebutan "Doktrin Eisenhower" yang menyebutkan ancaman Soviet dalam doktrinnya dengan mengizinkan komitmen militer Amerika Serikat "untuk mengamankan dan melindungi integritas wilayah dan kemerdekaan politik negara-negara yang meminta bantuan untuk melawan agresi bersenjata dari negara manapun yang dikendalikan komunisme internasional." Terlebih, Eisenhower berkomitmen untuk terus bertempur melawan komunis.


Lalu, apa itu prinsip Mendesak dan Penting Eisenhower? Dalam pidato tahun 1954, mantan Presiden AS Dwight D. Eisenhower, yang mengutip Dr. J. Roscoe Miller, presiden Universitas Northwestern, berkata: "Saya memiliki dua jenis masalah yang mendesak dan penting. Yang mendesak tidak penting, dan yang penting tidak pernah mendesak. "Prinsip Eisenhower" dikatakan sebagai cara dia mengatur beban kerja dan prioritasnya. Dia menyadari bahwa manajemen waktu yang hebat berarti menjadi efektif sekaligus efisien. Dengan kata lain, kita harus menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang penting, bukan hanya yang mendesak.


Anggaplah semua kegiatan dan pekerjaan yang dirasa harus dilakukan. Masukkan semua kegiatan dan pekerjaan yang menyita waktu, betapapun tidak pentingnya. Berikutnya, pikirkan setiap aktivitas dan pekerjaan, masukkan ke dalam salah satu dari empat kategori:



1. Penting dan Mendesak


2. Penting tapi tidak Mendesak


3. Tidak Penting tapi Mendesak


4. Tidak Penting dan tidak Mendesak


1. Penting dan Mendesak 

Ada dua jenis aktivitas mendesak dan penting: aktivitas yang tidak dapat Anda duga sebelumnya, dan aktivitas lainnya yang Anda tinggalkan hingga menit terakhir. Anda dapat menghilangkan aktivitas di menit-menit terakhir dengan merencanakan sebelumnya dan menghindari penundaan. Namun, Anda tidak selalu dapat memprediksi atau menghindari beberapa masalah dan krisis. Di sini, pendekatan terbaik adalah menyisihkan waktu dalam jadwal Anda untuk menangani masalah yang tidak terduga dan tidak direncanakan.


2. Penting, tapi tidak mendesak 

Ini adalah kegiatan yang membantu Anda mencapai tujuan pribadi dan tim Anda, dan menyelesaikan pekerjaan penting. Pastikan Anda memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal tersebut dengan benar, agar tidak menjadi mendesak. Ingatlah juga untuk menyisakan cukup waktu dalam jadwal Anda untuk menangani masalah yang tidak terduga. Ini akan memaksimalkan peluang Anda untuk tetap pada jalurnya, dan membantu Anda menghindari stres karena pekerjaan menjadi lebih mendesak dari yang diperlukan.


3. Tidak penting, tapi mendesak

Tugas yang mendesak tetapi tidak penting adalah hal-hal yang menghalangi Anda mencapai tujuan. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda dapat menjadwalkan ulang atau mendelegasikan kepada mereka sumber umum dari aktivitas tersebut adalah orang lain. Kadang-kadang tepat untuk mengatakan "tidak" kepada orang lain dengan sopan, atau mendorong mereka untuk memecahkan masalah sendiri.


 4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Kegiatan ini hanyalah gangguan - hindari jika memungkinkan. Anda dapat mengabaikan atau membatalkan banyak di antaranya. Namun, beberapa mungkin merupakan aktivitas yang lain orang ingin Anda melakukannya meskipun mereka tidak berkontribusi pada hasil yang Anda inginkan. Sekali lagi, katakan "tidak" dengan sopan, jika Anda bisa, dan jelaskan mengapa Anda tidak bisa melakukannya.


Jadi, pikirkan kembali jika berkeinginan membeli sesuatu atau berhasrat untuk melakukan sesuatu. Dengan prinsip di atas, setidaknya Anda bisa terbantu untuk mengelompokkan mana yang menjadi fokus prioritas anda, mana yang kurang penting dan bisa ditunda. 

Sabtu, 05 September 2020

,

Oleh: Muhammad Qurrotul Aynan


"Sampean pernah ikut lomba selama mahasiswa sampe tingkat nasional cak?"


"Kalo ikut lombanya pernah tapi ndak tingkat nasional. Kenapa tanya gitu?"


"Yakan sampean beda, sampean kan pinter. Harusnya sering ikut lomba. Bisa dapat banyak sertifikat sama piala. Bisa mengharumkan nama kampus juga kan."


"Saya dulu juga sempat mikir kayak gitu. Tapi seiring berjalannya waktu, saya berproses, saya lalu mikir bahwa prestasi ndak selalu ukurannya begitu."


"Dulu ikut lomba apa juara berapa?"


"Lomba nulis. Tapi cuma bisa juara 3. Ini lagi.  Saya juga waktu itu sempat kurang puas kok ndak sampe juara 1. Ya, kurangnya di teknis penulisannya. Nyusun kalimat efektif, memperhatikan tanda baca, ejaan, dan pemilihan kata atau diksi."


"Balik lagi ke yang tadi. Terus, menurut sampean, prestasi apa yang sudah sampean capai sampai hari ini selama kuliah?"


"Saya pikir, ada 4. Yang tampak lho ya. Kalau ndak tampak kan banyak. Yang tampak itu: pencapaian reputasi ilmu; duduk dan dipercaya; ndak sering pinjam uang kayak dulu, malah sekarang ada lebihnya; dan ya, kalau bisa dibilang, ada kader sudah yang siap gantikan posisi dan fungsi saya."


"Hmm. Iya sih Cak. Tiap orang punya pencapaiannya masing-masing. "

Selasa, 01 September 2020

,

 

Oleh: Muhammad Qurrotul Aynan


Pertama-tama, saya berterima kasih kepada Pak Fathor Rahman JM karena tulisannya yang berjudul "UU Pesantren, Rekognisi atau Kooptasi?" telah mengilhami saya untuk menulis catatan ini. Bila catatan ini kurang bisa dipahami, harap maklum karena pada dasarnya catatan ini diutamakan untuk catatan pribadi saja. Catatan ini merupakan perwakilan dari isi atau makna renungan pribadi saya yang bisa saja orang lain terhubung (related, connected) atau tidak. 


Mengamati situasi kekinian di lingkungan sekitar, saya dan beberapa sahabat saya seperti dihadapkan pada kondisi yang serba dilematis, terutama dalam aktivisme keseharian. Utamanya persoalan bagaimana intelektualisme dapat mewarnai aktivisme secara signifikan. Di satu sisi, ada sedikit kegelisahan dari sahabat saya dimana menurutnya ada semacam kemerosotan intelektualisme yang disebabkan oleh faktor determinan berupa pergeseran gaya hidup. Di sisi lain, kemerosotan tersebut membuat beberapa orang tergerak untuk menghidupkan kembali kegiatan bernuansa intelektual, seperti gerakan atau kegiatan literasi yang berskala kecil dan tertutup.


Menghidupkan kembali kegiatan bernuansa intelektual seperti kegiatan literasi dirasa penting bagi beberapa sahabat saya sebab tampaknya, aktivisme seperti jasad yang kehilangan ruh intelektualisme. Kegiatan tersebut berskala kecil dan tertutup dengan alasan bahwa menurut sahabat saya, kegiatan seperti itu yang terlaksana sebelumnya cenderung terkooptasi oleh kepentingan jangka pendek sehingga membuat sebagian orang merasa jenuh dan gentar apabila kegiatan seperti itu dilanjutkan.


Karenanya, sebagaimana UU Pesantren, jika dibaca dengan baik sangka, maka kegiatan bernuansa intelektual seperti itu perlu adanya rekognisi yakni upaya mengenal kembali, mengakui, dan memberikan apresiasi. Rekognisi ini tidak bisa hanya setengah-setengah saja, tetapi perlu ada upaya serius dari berbagai pihak. Pertama, rekognisi ini menjadikan kegiatan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya mendapat pengenalan yang setara dengan kegiatan yang lain. Kedua, kegiatan seperti ini dan orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak dipandang sebelah mata sehingga terbentuk kerukunan, ketulusan, dan keberlanjutan.


Jika tidak, maka rasa jenuh sahabat saya soal kooptasi kepentingan jangka pendek akan terjadi lagi. Maka perlu ruh intelektualisme dihidupkan kembali dalam jasad aktivisme. Hal ini penting karena berdasarkan pembacaan kami, ada indikasi, entah disengaja atau tidak, entah secara sadar atau tidak, bahwa ada gerakan yang mengambil alih sedikit demi sedikit, yang dapat merusak atau merugikan intelektualisme dengan menjadikannya tidak otonom, tidak dapat menentukan arah pilihannya sendiri. Tidak boleh ada gerakan yang justru membatasi dengan rutinitas yang tidak terlalu urgen. 


Kalau gerakan seperti itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada krisis intelektualisme dan nantinya tidak ditemukan figur intelektual yang tersisa. Jadi, sudah waktunya taat dan setia terhadap latihan daya pikir dan pencarian sesuatu berdasarkan ilmu, berdasarkan kehati-hatian, bukan dengan tergesa-gesa. Aktivis tidak sekedar menjadi konsumen informasi dan gagasan-gagasan dari orang lain dan menelan begitu saja tapi mampu mengunyah dan mencerna berbagai informasi itu dan membentuk pemikirannya sendiri!