---Di mana pun adalah ruang kelas---

Minggu, 14 Februari 2021

Sudah Khatam Berapa Buku?

Muhammad Qurrotul Aynan


Saya selalu bingung ketika ada yang tanya, ngoleksi buku, sudah dibaca? Sudah khatam berapa buku? Tentu saya masih mikir-mikir dan akhirnya menjawab belum. Sulit sekali untuk menuntaskan membaca satu buku dari halaman depan sampai lembar terakhir. Meski masih lebih banyak yang belum dibaca daripada yang sudah dibaca, namun seperti ada semacam kekuatan tersendiri dari huruf-huruf yang tertulis walau belum pernah terlihat oleh mata, dari lembaran yang belum pernah terbuka.


Saya tidak terbiasa membaca satu buku sampai tuntas dari awal sampai akhir, bahkan jika tidak ada satu kata pun yang terlewat. Yang saya terbiasa adalah terutama ketika muncul pikiran tentang sesuatu maka itu ditelusuri lewat penelusuran internet atau dengan membaca buku yang relevan.


Bukan membaca satu buku sampai khatam, melainkan beberapa buku yang terdapat pembahasan yang sama, mengenali struktur, menarik lebih banyak substansi daripada isi, lalu merangkumnya dari beberapa sumber untuk dijadikan satu. 


Yang perlu diperhatikan jika tidak menyelesaikan satu buku adalah berhati-hati, takut menyebabkan gagal paham. Artinya seseorang bisa saja tidak memahami secara utuh yang ada di buku dengan benar dan tidak paham sepenuhnya.


Apalagi jika seseorang itu menyebarkan pemahamannya tersebut kepada banyak orang dan langsung dianggap benar dan diikuti. Hal tersebut akan menjadi masalah yang besar, karena membuat banyak orang memahami secara belum tuntas.


Supaya tidak tersesat, makanya perlu mengetahui konteks jika tidak berencana membaca sampai khatam. Sebelum membaca, perlu diketahui dulu apa konteks yang dibicarakan penulisnya. Apa persoalan yang ingin dihadapinya, apa solusi yang ditawarkannya.


Setelah ketemu konteks/gambaran besarnya, perlu juga dikenali informasi apa yang ingin didapatkan dari buku tersebut. Sehingga meski tidak khatam, tetapi bisa menyerap inti pembahasannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar