Muhammad Qurrotul Aynan
Sikap ilmiah, banyak bentuknya. Minimal dalam mengumpulkan data, instrumen yang tersedia harus digunakan semuanya agar benar-benar valid. Salah satunya misal observasi, dokumentasi, dan wawancara.
Seringkali, sebagian orang (atau mungkin saya sendiri pernah) tidak benar-benar taat prosedur dalam mengumpulkan data. Baru observasi, langsung mengambil kesimpulan dengan posisi tidak setuju. Padahal belum ada dokumentasi dan belum pernah wawancara.
Seringkali pintu teknik pengumpulan data lainnya sudah ditutup. Padahal data akan valid ketika teknik pengumpulan data digunakan semua, bukan salah satu.
Biasanya, orang yang hanya mengandalkan observasi saja tanpa dokumentasi dan wawancara saat diberitahu, tidak mau. Dibuka peluang, tidak diambil. Dibuka jalan, tidak ditempuh.
Ketika pendapat yang hanya berdasarkan observasi saja ditanya balik untuk diuji, tidak ada penjelasan lanjut. Begitulah, sebetulnya sikap ilmiah adalah sikap yang sederhana dan bersahaja. Entah, sebagian orang justru bersikap rumit dan ruwet. Cobalah, kumpulkan dahulu, simpulkan kemudian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar