---Di mana pun adalah ruang kelas---

Jumat, 26 Februari 2021

Berproses Layaknya Metamorfosis



Ungkapan terkenal pernah berkata bahwa PERSAHABATAN bagai kepompong. Mengubah ULAT menjadi KUPU-KUPU. Dalam berproses, metamorfosis tersebut adalah hal yang tidak mudah, cenderung sulit, namun yang mudah akan menjadi indah, yang sulit membuat tangguh.


Tentu, berproses mirip seperti metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu. Seseorang yang berproses akan bermetamorfosis menjadi seorang pemimpin. Menjadi pemimpin tidak selalu berarti menjadi ketua umum. Yang paling utama adalah mengubah seseorang menjadi merasa memiliki tanggungjawab, memilikinya jiwa kepemimpinan. Paling tidak, untuk memimpin diri sendiri, lebih-lebih memimpin orang lain.


Memiliki jiwa kepemimpinan berarti siap untuk menerima kenyataan dan melakukan perubahan yang dapat membangun kekuatan pada tujuan dan visi misi yang dimiliki seorang pemimpin. Selain itu, jiwa kepemimpinan tersebut berarti siap menganggap bahwa hidup dalam kenyataan tidak selalu bersifat linier, berjalan pada suatu garis lurus, tetapi penuh dengan garis berliku, penuh dengan peristiwa tak terduga. Sebab, hidup bersama orang lain di dalam satu wadah berarti siap menghadapi dinamika.


Saunders (2000) dalam Metamorphic change: Leadership as strategic introspection and serious plan mengemukakan ketika kebutuhan masyarakat pada pelayanan dan perubahan pada satu institusi, maka seluruh sistem akan menghadapi adaptive dilemma. Mau tidak mau akan terjadi sesuatu perubahan.


Perubahan yang terjadi dapat menimbulkan tekanan atau stres, karena itu seorang dengan jiwa kepemimpinan besar harus siap mengantisipasi segala bentuk perubahan dan mampu mengatasi stres yang terjadi baik pada dirinya maupun orang yang ada di sekitarnya. Istirahat sejenak mungkin dapat meringankan beban. Tetapi, istirahat tidak boleh lama-lama. Lingkungan sekitar menuntut penanganan segera.


Namanya proses, tentu butuh waktu cukup panjang seperti seekor ulat. Bila kita amati, bentuk pengorbanan seekor ulat adalah terbelenggu dalam kepompong hingga menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Berproses juga begitu. Selain butuh waktu, juga pengorbanan berupa keterbatasan karena diberikan kepercayaan, amanah, dan mendapat tanggungjawab. Tapi, yakinlah bahwa jika seseorang siap bertahan dalam proses seperti ulat bertahan dalam metamorfosis, seseorang itu akan menjelma menjadi manusia yang luar biasa, sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan besar, apapun posisinya. Selamat berproses. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar