Saya sendiri secara pribadi, pada dasarnya, masih belum terlalu berhasil dalam berproses. Akan tetapi, saya akan berbagi pandangan. Siapa tau, yang sedikit ini, akan cukup memberi manfaat kepada pembaca.
Menjawab pertanyaan mengapa memang yang paling sulit di antara pertanyaan lain seperti apa, siapa, kapan, dimana, dan bagaimana. Namun, saya hendak mencoba menjawab pertanyaan di atas dari sudut pandang tatanan kepercayaan, keyakinan, yang itu bicara soal apa yang dipercayai dan diyakini oleh seseorang tentang dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Tatanan kepercayaan atau belief system sangat penting, bahkan itu mempengaruhi hampir segala hal yang menjadi pemikiran, tindakan, dan keputusan yang diambil oleh seseorang. Tentunya, untuk berhasil, seseorang perlu memiliki figur panutan sebagai contoh gambaran keberhasilan seperti apa yang dikehendaki.
Untuk itu, maka perlu diketahui aktivitas dan kebiasaan figur panutan tersebut di dalam kesehariannya secara rinci, apa yang ia pikirkan saat akan melakukan sesuatu, proses pengambilan keputusan saat menghadapi masalah, kata-kata yang ia gunakan atau kutipan yang sering ia ucapberulang-ulang.
Paling tidak, beberapa pertanyaan bisa diajukan seperti: Apa kebiasaan yang figur panutan saya lakukan secara istiqomah? Apa yang mendasari pemikiran beliau hingga berani melakukan sesuatu atau rela berkorban untuk mendapatkan sasaran? Apa yang membuat semangatnya tetap tinggi saat menghadapi hambatan dan kendala?Apa kutipan favoritnya?
Semakin rinci, semakin banyak uraiannya, semakin bagus. Tidak cukup dengan penampilan dan pertemuan sebentar saja. Kalau bisa magang dan jadi asisten pribadi, lebih bagus. Karena dalam keseharian, secara langsung dan spontan, kita bisa melihat perilaku asli seseorang.
Itu ketika bicara soal satu orang figur panutan. Mirip dengan itu, apabila bicara soal sekelompok orang, maka dapat diamati lingkungan yang mendukung dan menunjang dan meninggalkan lingkungan yang sama sekali tidak mendukung. Bila perlu, bisa dengan menonton film, serial drama, anime, atau membaca profil figur panutan yang layak ditiru. Selain itu, kurangi lagu-lagu yang tidak mendukung keberhasilan proses, sebab yang didengar akan berpengaruh terhadap alam bawah sadar.
Lebih dari itu, bisa menempel kata-kata menggugah di sekitar ruangan yang sering ditempati. Selanjutnya, hanya berkumpul dengan orang-orang yang menunjang. Bahkan, bisa diciptakan momen secara singkat bersama orang-orang yang mendukung dalam mencapai tujuan sekiranya memiliki kesamaan komitmen bergerak dan bertindak, insyaallah akan ada lompatan tinggi yang sangat efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar