Jaring Laba-laba: Riwayat Ringkas Sebuah Model
Muhammad Qurrotul Aynan
Ini riwayat tentang ratusan orang. Ada' dan tahamulnya baru saja terjadi di waktu senjang sambil menunggu, melakukan sebuah aktivitas yang terlihat pasif tapi cukup menguras energi. Berbagi kisah dengan kawan pemerhati Kebijakan Publik, atau yang tertulis dalam bahasa Inggris Public Policy, Public Relation, & Government Affairs.
Jadi, sekali lagi, ini adalah riwayat ringkas sebuah model pengurusan anak-anak manusia. Riwayat ini ditulis dengan pengamatan, yang kalau boleh klaim, cukup mendalam. Sebab pengamatan itu bukan oleh orang luar, melainkan orang dalam yang sekaligus sebagai partisipan, hampir di setiap detak dan detik.
Riwayat ini perlu dimulai dengan kerendahan hati, berada di belakang mesin-mesin operasionalisasi yang betul-betul hidup, yang diilhami oleh sebuah mimpi besar. Perselisihan sudah seperti sebuah keniscayaan, sebuah takdir kesejarahan. Akan tetapi, semua urusan perlu terpusat, dan diselesaikan dengan mekanisme untuk optimalisasi semua fungsi. Sehingga diharapkan segregasi tidak perlu sampai terjadi. Akhirnya, melihat ke luar dari jendela dengan satu pandangan yang terpadu.
Riwayat ini juga merupakan riwayat sebuah keluarga besar yang akhir-akhir ini tampak kehilangan jiwa besarnya. Untuk menghidupkan kembali jiwa besar itu, perlu kiranya dikembangkan strategi-strategi dimana sistem dan model yang dirancang harus sesuai dan dapat diterima dan dibangun dengan pemahaman sejarah dan budaya setempat.
Era represi dan hierarki telah berganti. Sekarang eranya keterlibatan berbasis kinerja dan kontribusi. Otot, sangar, besar, sudah pernah tergantikan oleh diksi dan retorika. Sudah mulai dan akan terus tergantikan oleh waktu, biaya, lokasi, dan kelompok sasaran yang tepat.
Itulah Riwayat MODEL JARING LABA-LABA. Membangun model jaring Laba-laba berarti menguasai titik tengah dan titik terluar. Juaranya adalah ia yang relasinya paling kuat dan luas. Pemenangnya bukan ia yang senang kompetisi atau kontestasi, tapi ia yang gemar kolaborasi, bekerjasama dan mengambil peluang. Ciptakan ruang tanpa pesaing dan kontestan, biarkan kompetisi dan kontestasi kehilangan relevansinya.
Saatnya hilangkan hama dan bunga Rafflesia Arnoldiinya. Tumbuhkembangkan akarnya. Menanam dari pinggiran, menuju ke tengah, ke inti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar