KULTUR adalah taman kontestasi, bukan taman kanak-kanak. Dalam konteks tersebut, Kultur diproduksi oleh suatu dominasi dan hegemoni tertentu.
Namun, tidak ada dominasi atau hegemoni yang sempurna. Mereka yang terdominasi (dan terhegemoni) akan selalu memberikan perlawanan.
Ruang kontestasi dimungkinkan karena terjadinya perbedaan pengalaman hidup, perbedaan ideologis (tertutup). Bentuk resistensi biasanya, salah satunya dilakukan dengan wacana lisan atau tulisan.
Ruang kontestasi bisa saja bersifat eksternal atau bersifat internal, seperti organisasi massa atau politik, ruang kelembagaan, ruang profesional, komunitas-komunitas dan sebagainya. Itu disebut arena-arena kebudayaan oleh Boerdieu.
Resistensi ideologis sesuatu yang sering terjadi. Resistensi tersebut lebih dalam konteks persaingan kekuasaan. Kuasa ideologi dominan akan selalu mendapat perlawanan dari kelompok ideologi alternatif.
Dominasi dan hegemoni ideologi trans/lintas-etnis, misalnya, selalu mendapat perlawanan dari ideologi berbasis etnis tertentu. Begitu pula sebaliknya.
Resistensi negosiatif adalah resistensi kelompok yang menikmati kekuasaan, tetapi tidak ikut berkuasa. Kelas menengah, baik secara ekonomi maupun sosial, atau bahkan intelektual, yang relatif biasanya masuk dalam kategori ini.
Mereka melawan dalam skala terbatas dan untung-untungan. Jika terjadi perubahan politik, mereka mungkin diuntungkan mungkin juga tidak. Hal-hal yang mereka lawan, juga dalam cara, termasuk hal-hal yang aman-aman saja. Resistensi ini biasanya tidak mengganggu kekuasaan dominan.
Di sisi lain, ada sebagian golongan tidak tahu apa-apa yang paling mudah dikelola dan dihegemoni (ditipu). Mereka bisa saja melakukan resistensi, tetapi ada pihak-pihak yang mengatur, ngompori, untuk tujuan kekuasaan.
Golongan ini masih ada kemungkinan melakukan perlawanan yang otentik. Hal itu terjadi karena mereka betul-betul sudah tidak tahan dengan penderitaan yang mereka alami.
Tentu untuk menjadi terus terang, terbuka sepenuhnya, sekarang ini sulit, karena seseorang juga perlu bersiasat dalam menjalani kehidupan. Karena kalau seseorang tidak cerdas bersiasat, sangat mungkin seseorang terlindas oleh rezim kekuasaan yang belum tentu berpihak pada kehidupan yang terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar