Muhammad Qurrotul Aynan
Keberuntungan adalah bertemunya persiapan dan kesempatan, bertemunya kesiapan dan peluang.
Ikuti semua prosesnya, ikuti rangkaian sesinya, dengan segala cara, dengan segenap upaya.
Tidak sedikit orang yang dalam prosesnya, menemui kesulitan, hambatan, dan kendala. Kurang tidur, kurang makan, uang saku pas-pasan, kemampuan minim.
Ada yang bahkan telat bayar sewa, pusing mikir SPP/UKT, seolah itu adalah titik terendah.
Tetapi tidak semua orang yang mengalami kejadian itu berjanji kepada dirinya sendiri, bertekad untuk tidak lagi berada di kondisi yang sama.
Hanya sebagian, mungkin sebagian kecil, yang mau bangkit dari keterpurukan, bersemangat untuk meningkatkan kemampuan sampai benar-benar berhasil, tidak hanya mendapat lelah saja.
Cukuplah sampai situ saja. Cari orang terbaik di bidangnya. Belajarlah kepadanya. Ambil semua. Serap sampai habis.
Bila perlu, tulis semua tanpa terkecuali. Tempelkan di dinding kamar, cantumkan setiap jadwal, cantumkan di setiap alarm.
Ingat bahwa seseorang tidak hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga mewakili keluarga dan orang-orang yang dicintainya. Masa depan hanya paling mungkin dicapai dengan mandiri.
Diri sendirilah faktor utama, bukan orang lain. Orang lain hanya bisa membantu, sedikit. Selebihnya memang hanya mungkin diupayakan sendiri.
Sepakati dulu semuanya tentang masa yang akan datang bersama diri sendiri. Teguhkan komitmennya. Komitmen sampai berhasil atau berproses hanya sampai tengah jalan.
Sekali lagi, berhasil bukan milik semua orang yang berproses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar