---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 09 April 2020

Persepsi Terhadap Relasi Agama dan Negara Sebagai Pertimbangan dalam Memilih Organisasi Ekstra Kampus


M. Q. Aynan

Secara umum, mahasiswa berdasarkan kegiatan di luar kelas dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu yang berorganisasi dan yang tidak berorganisasi entah sebab sambil bekerja atau yang lain. Bagi yang berorganisasi, secara umum juga dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu berdasarkan minat atau unit tertentu dan berdasarkan nilai yang bersifat ideologis. Salah satu yang kental sekali dalam memilih organisasi berdasarkan nilai ideologis adalah sikap dan pandangan keagamaan. 

Jika berdasarkan sikap dan pandangan keagamaan, maka dalam konteks organisasi karena berhubungan dengan tata pemerintahan, yang menjadi pokok pertimbangan disini adalah persepsi terhadap relasi agama dan negara. Dalam mengukur pandangan generasi milenial tentang hubungan agama dan negara, survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center menggunakan tujuh indikator. Ketujuh indikator itu telah digunakan sebelumnya untuk menemukan 3 tipologi umat islam Indonesia berdasarkan survei bulan Juli 2018. Dengan menggunakan K-Mean Clustering Analysis dan Discriminant Analyis, 3 tipologi masyarakat muslim Indonesia tersebut adalah sebagai berikut:

Nationalist-Oriented, mereka adalah umat islam yang menganggap bahwa tidak boleh ada ada idelogi selain Pancasila di Indonesia, mereka juga berpandangan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam, dan dalam bermasyarakat harus memperhatikan norma dan adat yang berlaku.

“Nationalist Religious”-Oriented, mereka adalah umat islam yang berpandangan bahwa agama dan negara bisa saling melengkapi, mereka berpandangan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai dan inklusif, namun disisi lain mereka juga mendukung penerapan perda syariah diterapkan di Indonesia.

Religious-Oriented, mereka adalah umat islam yang memiliki kecenderungan untuk mendirikan negara Islam di Indonesia, mereka berpandangan seharusnya seorang pempimpin dari berbagai tingkatan harus dari kalangan islam, bahkan mereka menolerir penggunaan kekerasan dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Berdasarkan survei terhadap 1097 responden generasi milenial Indonesia di 33 Provinsi pada bulan Oktober 2018, Alvara menemukan komposisi tipologi milenial Indonesia terkait hubungan agama dan negara adalah sebagai berikut, milenial muslim Indonesia ternyata paling banyak masuk dalam kategori Nationalist-Religious Oriented sebesar 40,9%, disusul kemudian Nationalist Oriented sebesar 35,8%, dan Religious Oriented sebesar 23,3%.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas generasi millennial Indonesia masih menunjukkan keberpihakannya terhadap sistem kenegaraan yang dianut sekarang yaitu negara yang berdasar Pancasila dan UUD 1945. Karena mayoritas adalah berorientasi nasionalis-religius, maka jika anda termasuk tipologi ini, anda dapat memilih organisasi ekstra kampus yang berorientasi nasionalis-religius juga. Ciri paling tampak adalah nama, yaitu ada Islam-nya, ada Indonesia-nya. Bukan salah satu, tapi keduanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar