Kami menemukan dalam diskusi kami bahwa, setidaknya ada 5 faktor penyebab timbulnya keluhan anggota atau kader, antara lain:
1. Aspek sistem. Hal ini disebabkan oleh adanya rasa kurang puas di dalam proses, mulai dari mekanisme musyawarah, pemilihan, pembentukan struktur, pendelegasian, hingga pengambilan keputusan dan proses evaluasi.
2. Aspek manusia. Namanya juga penggerak utama, aspek ini seringkali merupakan penyebab utama, meliputi pengurus yang kurang cakap, bersikap abai, kurang cepat dalam merespon keluhan, kurangnya pengetahuan terhadap peraturan dan tata tertib, serta kurang terampil dalam melakukan pekerjaannya.
2. Komunikasi internal, disebabkan oleh kurang baiknya hubungan internal di dalam kepengurusan, yang kemudian berdampak kepada anggota atau kader. Sebagai contoh, kurangnya komunikasi pengurus inti dengan pendamping kelompok yang dapat menyebabkan tidak jelasnya penanganan keluhan, padahal PK lah yang paling dekat dulu dengan anggota saat di masa penerimaan.
3. Komunikasi eksternal. Hal ini dapat disebabkan oleh strategi pembangunan jaringan yang kurang tepat sasaran, serta kurang optimalnya dukungan bagian eksternal. Hal ini berujung pada kurangnya informasi, baik dengan kalangan alumni maupun daerah dan organisasi lain.
5. Hasil. Memang betul proses lah yang utama dalam organisasi. Akan tetapi, jika hasil kurang memuaskan atau kurang nyata, tidak berorientasi kepada anggota atau kader, yang hanya sebatas pada omong kosong, serta respon yang kurang cepat dalam menangani keluhan mereka, maka jelas akan ada keluhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar