Ada sebagian kakak tingkat, bahkan alumni yang selisih usianya jauh mengamuk karena tidak dikenal oleh juniornya. Saya pribadi terkadang merasa aneh dengan keberadaan orang ini. Saya pribadi kurang suka jika saya terlalu diseniorkan. Seperti ketika saya sedang buru-buru untuk ke suatu tempat atau mengerjakan sesuatu, malah ada junior menjabat tangan dan basa-basi panjang-lebar.
Orang-orang seperti itu seharusnya belajar dari senior saya yang berbintang Libra, seorang instruktur dalam acara-acara PKD dan PKL yang berprofesi sebagai dosen. Si Libra di suatu hari menemui saya di salah satu warung. Pertemuan ini berkaitan dengan kesibukannya dari dulu sampai sekarang yang dikenal sebagai instruktur untuk mendiskusikan rancangan pelatihan dengan saya.
Si Libra hanya mengenakan kaus oblong berjaket dan celana olahraga. Tiba-tiba salah satu adik tingkat menghampiri kami dan langsung sok kenal sok dekat, sampai ada kata-kata yang hanya pantas diucapkan kepada orang yang sudah kenal lama.
Bukannya menegur, senior saya ini justru mengatakan mantap sambil mengacungkan jempol. Agak lama kemudian, adik tingkat itu bertanya siapa yang bersama saya dengan berbisik. Saya jawab apa adanya, dia konfirmasi, "yang terkenal itu namanya?". Saya tanggapi, "iya namanya cuma, tapi banyak yang Ndak tau". Seketika itu juga dia pamit meninggalkan kami.
Saat saya tanya si Libra mengapa tidak menegur, beliau menjawab, “Mungkin memang sayanya, kenapa saya kurang "turun" biar mereka kenal saya". Padahal jika mau, beliau bisa saja memberi teguran kepada adik tingkat yang agak kurang sopan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar