---Di mana pun adalah ruang kelas---

Senin, 06 April 2020

Jika Anggota atau Kader Mengeluh

M. Q. Aynan
Dalam  berproses di organisasi ada saja  masalah terutama menurunnya jumlah anggota dan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja organisasi, terutama kinerja pengurusnya. Ketidakpuasan itu, ada sebagian anggota atau Kader menyampaikan keluhannya, ada juga yang tiba-tiba menghilang. Setelah saya berdiskusi bersama beberapa sahabat, kami berkesimpulan bahwa dari 10 anggota atau Kader yang merasa kurang puas, 1 orang menyampaikan keluhannya, 9 lainnya tiba-tiba menghilang. Kesimpulan ini didapat setelah mengamati beberapa kali penyelenggaraan masa penerimaan anggota baru. Jadi, jika peserta, anggota baru, berjumlah 500 orang, maka diprediksi bahwa yang akan tetap bertahan dan menjadi pengurus selanjutnya sebanyak 50 orang. Jika benar terjadi, maka pertanyaannya adalah, yang hilang itu mau dikembalikan atau dibiarkan? Yang mengeluh, mau ditangani dengan cepat atau sekedar didengar keluhannya?

Pengurus  umumnya lebih senior daripada anggotanya. Perbedaan usia, baik usia dalam arti sebenarnya maupun perbedaan lamanya berproses di organisasi menyebabkan perbedaan persepsi antara satu sama lain. Perbedaan persepsi tersebut sangat mungkin memunculkan keluhan dari pihak anggota atau Kader. Tetapi keluhan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi suatu organisasi untuk bisa lebih meningkatkan kualitas kinerjanya, atau  malah berpotensi menghancurkan organisasi ketika orang-orangnya tidak mampu untuk menangani dengan cepat. Penanganan dengan cepat akan sangat berperan bagi organisasi untuk meningkatkan diri lebih baik lagi. Bagaimana caranya? Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar