---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 28 Oktober 2025

Bagaimana Mungkin Aku Menduakan-Mu

Bagaimana Mungkin Aku Menduakan-Mu


Muhammad Qurrotul Aynan 

28 Oktober 2025


Bagaimana mungkin aku menduakan-Mu,
sedang ku saksikan-Mu di segala sesuatu.


Ku saksikan-Mu
Kasih-Mu
Sayang-Mu
Cinta-Mu
Ilmu-Mu
yang meliputi segala sesuatu.


Ku saksikan-Mu
pada cahaya yang menimpa wajahku,
pada desir yang menyapa kesunyian,
pada rahasia yang bergetar di antara huruf-huruf.


Ku saksikan kasih-Mu
dalam lembutnya ampunan,
ku saksikan sayang-Mu
dalam luka yang Kau ubah jadi pelukan.


Cinta-Mu,
adalah api yang tak membakar,
namun menghanguskan jarak antara aku dan Engkau.


Ilmu-Mu
meliputi segala sesuatu,
seperti langit yang tak berhenti menatap bumi.


Engkau selalu ada dan aku tak perlu mencari-Mu di mana-mana.
Di balik hujan yang jatuh perlahan, Kau sembunyikan kelembutan-Mu.
Di balik kemarau yang panjang, Kau titipkan kerinduan akan-Mu.
Di balik desak dan lengangnya kota,
di balik bising dan heningnya jalan raya.


Dan di dalam diriku,
Kau tumbuhkan taman yang tak pernah layu,
tempat cinta tak mengenal nama,
tempat jiwa belajar mengeja-Mu dari sunyi.


Aku mencari-Mu di taman jiwaku,
pepohonan dan bunga-bunga berkata:
Dia menanam kami sebelum engkau lahir.”


Aku mencari-Mu di hutan yang basah oleh rahasia,
dan daun-daun berbisik:
  “Kami bernafas dari napas-Nya.”


Aku mencari-Mu di gurun yang sunyi dan membakar,
dan pasir berkata: 
“Kami menyimpan jejak langkah-Nya.”


Aku mencari-Mu di savana yang luas dan sabar,
dan angin menjawab: 
“Kami menunggu musim dari kehendak-Nya.”


Aku mencari-Mu di kutub yang putih dan beku,
dan salju berbisik: 
“Kami menjaga keheningan wajah-Nya.”


Aku mencari-Mu di bumi yang berputar tanpa lelah,
dan gunung-gunung berkata: 
“Kami berdiri karena kekuatan-Nya.”


Aku mencari-Mu di langit doa,
dan bintang-bintang menjawab:
“Kami bersinar dari cahaya-Nya.”


Kau begitu dekat,
sedekat rahasia pada kata,
sedekat cium pada udara,
sedekat rindu pada yang dirindukan.


Maka bagaimana mungkin aku menduakan-Mu,
sedang antara ketidaksempurnaanku dan dunia
hanya ada Engkau,
menatap diriku melalui diriku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar