oleh: M. Q. Aynan
Pengurus Keilmuan di beberapa organisasi
Ketika saya mengajak mahasiswa lain untuk kajian, sebagian dari mereka bertanya, kajian apa? Bukannya saya menjawab, saya tanya balik, memangnya menurutmu kajian itu apa? Ini penting saya tanyakan sebelum saya jawab kajian apakah yang hendak saya adakan. Mirip misalnya ketika seorang bertanya, ayam apa, tapi dia belum tau ayam itu hewan apa, apa bedanya dengan hewan lain. Ketika sudah dipahami, barulah dapat ditanyakan ayam apa, apakah ayam kampung atau ayam potong.
Kajian itu apa? Apa bedanya dengan pengajian? Sebelum saya memberi tawaran jawaban atas pertanyaan itu, mari kita renungkan bersama. Apakah lulusan pengajian bisa menjadi ahli dalam bidang pengajiannya? Begitulah. Dalam mendefinisikan objek, sesederhana apapun definisinya, wajib untuk mengetahui cakupan dan batasan atau dalam Bahasa Arab Jami' dan Mani'. Mendefinisikan kajian berarti mengetahui cakupan kajian bahwa cakupannya adalah belajar. Belajar sendiri dapat diartikan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Sedangkan batasannya adalah perbedaan antara kajian dan pengajian. Perbedaannya adalah dari segi tujuan, jalur, interaksi, kurikulum, metode, pendekatan, strategi, media, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasinya. Tujuan kajian umumnya jangka panjang dan memiliki gambaran ideal, sedangkan pengajian umumnya jangka pendek dan tidak ideal. Jalur kajian umumnya baik formal, non-formal, maupun informal, sedangkan pengajian umumnya hanya informal saja. Interaksi antarpribadi dalam kajian umumnya dua arah atau lebih, sedangkan pengajian umumnya satu arah. Kurikulum kajian umumnya jelas dan tampak, sedangkan pengajian umumnya tersembunyi. Metode, pendekatan, strategi, dan media kajian umumnya bervariasi, sedangkan pengajian umumnya monoton. Perencanaan, implementasi, dan evaluasi kajian umumnya terukur dan terumuskan, sedangkan pengajian umumnya tidak terukur dan terumuskan.
Jadi, jika ada kajian tetapi tidak seperti yang saya sebutkan, ada dua kemungkinan. Pertama, kajiannya tidak umum, seperti saya tuliskan bahwa umumnya kajian seperti yang diuraikan baik tujuannya maupun lainnya. Kedua, kajian itu sebenarnya pengajian, hanya saja mengaku-ngaku sebagai kajian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar