---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 12 Maret 2020

Civitas Akademika Sekaligus Civitas Politika



Oleh: M. Q. Aynan

Ada yang menganggap bahwa kampus bukanlah lembaga politik, melainkan lembaga pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kalangan ini berpendapat bahwa tidak perlu ada kegiatan yang bersifat politik, yang ada hanyalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Menurut saya, jika memang masyarakat kampus adalah masyarakat yang cerdas, justru masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang tidak abai dengan kegiatan yang bersifat politik, tetapi terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang bersifat politik.


Civitas Akademika Sekaligus Civitas Politika

Kegiatan akademik dan kegiatan politik hampir tidak dapat dipisahkan. Kegiatan politik adalah kegiatan mendapatkan, merebut, mempertahankan, membagi dan menjalankan kekuasaan, sedangkan kegiatan akademik merupakan kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, yang dapat diarahkan untuk kegiatan politik.

Itu berarti bahwa masyarakat yang ada di dalam kampus adalah masyarakat akademik (civitas akademika) sekaligus masyarakat politik (civitas politika). Masyarakat kampus adalah masyarakat terpilih, dan karenanya dapat dianggap sebagai masyarakat cerdas. Dalam masyarakat kampus, orang-orang yang menjadi pelaku akademik sekaligus pelaku politik adalah masyarakat yang cerdas. Sebaliknya, apabila ada seseorang di kampus yang hanya menjadi masyarakat akademik tanpa masyarakat politik, ia hanya akan menjadi korban.


Persaingan Civitas Politika

Dalam tulisan ini saya hanya akan menyinggung dari sisi mahasiswa saja. Persaingan dalam dunia mahasiswa tidak hanya untuk mengejar nilai di kelas saja tetapi lebih dari itu. Jika hanya bersaing untuk mengejar nilai bagus, akan banyak yang absen dan menjadi kegiatan rutinan saja. Di sisi lain, dunia politik mahasiswa merupakan dunia yang cukup rumit dan menguras banyak tenaga dan pikiran. Produk politik yang di kemudian hari dirasakan oleh sebagian besar mahasiswa tidak luput dari kegiatan politik seperti rapat kerja, rapat pertanggungjawaban, pemilihan umum, dan lainnya.


Pendekatan Cerdas dalam Civitas Politika Kampus

Dalam masyarakat politik kampus, khususnya mahasiswa, pendekatan cerdas dapat menjadi sebuah tawaran alternatif agar tidak melakukan upaya sembarangan yang rawan menggunakan cara-cara “otot”, bukan cara “otak”. Pendekatan cerdas dapat dilakukan sejak rekrutmen anggota baru, proses kaderisasi, mobilisasi massa sampai penggalangan suara. Oleh karena itu, hal pertama yang ditawarkan adalah nilai-nilai dan menentukan kawan dan lawan. Pendekatan tidak cerdas yang menggunakan kebohongan dan penipuan hanya akan menjerumuskan mahasiswa sebagai masyarakat politik kampus menjadi pragmatis, memicu korupsi, penggelapan dana,  jika terus dipelihara akan menjadi penyakit. Jadi, jika ada mahasiswa yang mengeluh karena anggotanya menjadi pragmatis dan korup, lihat saja siapa seniornya. Dikhawatirkan ia yang berpikir pragmatis salah memilih senior.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar