---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 14 Juni 2018

Menyambut Idul Fitri 1439 H

Oleh: M. Q. Aynan


Saya mengikuti salat malam yang diadakan di masjid Riyadlus Solihien Gebang Jember. Ini Kali kedua saya mengikutinya setelah kemarin lusa. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal ganjil setiap sepuluh hari terakhir ramadan. Itu berarti tadi adalah salat yang terakhir karena hari ini adalah tanggal 29 Ramadan. Salat yang dikerjakan ada tiga yakni salat tahajjud, tasbih, dan hajat. Kegiatan itu berlangsung mulai sekitar pukul 1 hingga sekitar pukul 3.

Di antara ketiga salat tersebut, Imam mengajak para jamaah untuk berdoa. Imam menyampaikan bahwa kami tidak perlu memohon lailatul qadar karena insyaallah lailatul qadar sudah turun dan menghampiri. Jamaah mengamini ucapan sang imam. Imam menganjurkan jamaah untuk berdoa nanti malam karena insyaallah nanti malam kita sudah bisa bertakbir. Maka terdapat dua jenis malam yang mustajabah sekaligus, yakni malam Idul Fitri dan malam Jumat. Oleh karena itu, kita seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Imam juga memperingatkan jamaah dan dirinya sendiri agar tidak lupa untuk membayar zakat fitrah. Jangan karena sibuk mengurus makanan dan minuman yang akan dihidangkan kepada para tamu, perlengkapan lebaran, dan memilih pakaian baru di pusat perbelanjaan, kita menjadi lupa membayar zakat fitrah. Jika lupa, atau terlambat membayar zakat fitrah hingga selesai melakukan salat 'id, maka zakat fitrahnya tidak sah dan akan menjadi sadaqah biasa. Untuk berat, imam mengimbau agar lebih berhati-hati dengan melebihkan berat zakat fitrah, jika perlu tiga ons. Tidak akan merugi jika membayar zakat fitrah seberat tiga ons.

Setelah ketiga salat selesai, maka dilanjutkan dengan doa. Di tengah-tengah pembacaan doa, terdapat beberapa orang yang menangis, terutama jamaah muslimat. Setelah selesai pembacaan doa, imam menyampaikan bahwa kita tidak perlu menangisi kepergian bulan Ramadan. Ditangisi atau tidak, Ramadan tetap akan pergi dan akan datang lagi tahun depan. Yang perlu ditangisi adalah diri kita sendiri, apakah kita akan berjumpa dengan Ramadan tahun depan atau tidak.

1 komentar: