Oleh: M. Q. Aynan
Sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada teman saya Misbahul Wani karena mengingatkan saya tentang hal ini. Ia sekarang aktif berorganisasi salah satunya Youth Interfaith Peacemaker Community (YIPC). Baik, mari kita lanjutkan.
Saya dulu sangat suka menonton video atau membaca buku tentang debat agama, khususnya kalau debat Islam-Kristen. Dengan semangat membabi-buta, seperti ada kepuasan tersendiri ketika menyimak hal tersebut. Belakangan, perasaan itu semakin redup disebabkan munculnya pertanyaan besar: Mengapa debat seperti itu narasumbernya orang-orang yang pendidikan akademiknya bukan teologi, justru para ahli atau profesor di bidang teologi tampaknya tidak berminat?
Semakin lama, saya sampai pada suatu waktu saat saya menemukan kata perbandingan dalam bahasa Inggris. Ini sangat penting apalagi di IAIN/UIN sendiri perintis ilmu perbandingan agama adalah Abdul Mukti Ali, salah satu mantan Menteri Agama. Awalnya, jurusan perbandingan agama di IAIN hanya ada di tingkat doktoral. Sekarang, program studi Perbandingan Agama sudah terdapat pada tingkat S1 entah itu bernama Perbandingan Agama atau Studi Agama-Agama.
Perbandingan Agama dalam bahasa Inggris yaitu Comparative Religion. Dalam bahasa Inggris, setidaknya ada dua kata yang mengandung arti "membandingkan", yakni "compare" dan "contrast". Keduanya pada dasarnya sama namun memiliki perbedaan. Jika "compare" membandingkan untuk mencari kemiripan, sedangkan "contrast" membandingkan untuk mencari perbedaan.
Pendek kata, Comparative Religion bertujuan untuk mencari kemiripan atau titik temu dari agama-agama, bukan malah mencari atau memperuncing perbedaan. Lebih jauh, dampak yang diharapkan adalah terciptanya dialog untuk saling mengerti satu sama lain, bukan untuk saling klaim siapa yang paling benar. Hal ini juga berkaitan dengan penafsiran ajaran agama masing-masing. Untuk lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi kampus yang menyediakan program studi ini.
mantap terus
BalasHapus