---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 12 Juni 2018

Tak Perlu Tua Untuk Mengisi Seminar Nikah Muda


Oleh: M. Q. Aynan

Saya sendiri termasuk orang yang kurang tertarik bergabung di forum-forum yang bertemakan nikah. Namun bukan berarti saya tidak tertarik dengan lawan jenis. Saya tentu masih normal. Ketidaktertarikan itu semakin menguat salah satunya saat saya sadar bahwa konten-konten tentang suatu hubungan dimaksudkan untuk menghibur. Dengan kata lain, sebagai tontonan saja, bukan untuk menjadi tuntunan.

Yang membuat saya sering cengengesan sendiri dengan beberapa kawan saya adalah bagaimana bisa hubungan antar lawan jenis dalam bingkai pernikahan yang sudah universal baru-baru ini saja terdapat seminarnya. Meskipun bertema nikah muda sebenarnya bukan hal yang baru. Istilah nikah muda pun saya kira problematis. Kalau yang dimaksud muda adalah umurnya, maka generasi kakek-nenek kita lebih hebat karena sudah penerapan tanpa harus ada seminar. 

Kemungkinan lainnya adalah istilah itu tidak bisa keluar dari lingkungan urban. Di daerah perkotaan seringkali orang-orangnya sangat sibuk sehingga tidak ada niatan untuk berkeluarga, sebab jika tak pandai mengatur waktu, keluarga bisa tak terurus. Kalau ini yang melatarbelakangi, mungkin cukup masuk akal. Itu artinya wacana nikah muda atau apapun itu, terbatas berdasarkan teritorialnya.

Bagi sebagian orang, terutama para pemudi, seminar atau artikel tentang nikah muda memang digandrungi. Sepengalaman saya, seminar keilmuan yang tiket masuknya hanya lima ribu seringkali sepi peminat. Namun pemandangan yang berbeda dapat kita lihat jika ada seminar nikah muda. Tak jarang tiket masuknya bisa puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Yang penjadi pembicara juga muda.

Bisa saya pastikan jika pembicaranya masih muda maka pengalamannya masih sedikit. Tentu berbeda andaikan pembicaranya memang nikah muda tetapi usia pernikahannya sudah 20 atau 30 tahun dan masih harmonis. Kalau masih usia pernikahannya dua pekan, lalu mengisi seminar, bukankah itu berarti menawarkan khayalan?

1 komentar: