---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 07 Desember 2021

Ideologi Politik Praktis Mahasiswa

 Ideologi Politik




1. 

Oportunis

Pragmatis

Distopis


2. 

Tempramental

Bebal

Utopis


3. 

Fanatik

Primordial

Konservatif


4. 

Realistis

Imajinatif

Harmoni



1.

Oportunis: biasanya tidak memiliki prinsip karena mereka bisa membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar – tergantung keadaan mana yang lebih menguntungkan.


Pragmatis: kecenderungan berfikir praktis, sempit, dan instan. Begitu pula menginginkan segala yang diharapkan segera tercapai tanpa melalui proses yang lama.


Distopis: apapun bisa terjadi, cara apapun bisa dilakukan. Cenderung menimbulkan rasa trauma, penuh konflk, dan gejolak berkepanjangan.



2.

Tempramental: mudah meledak, mudah marah dan sering melakukan kekerasan, verbal atau lainnya.


Bebal: Tidak bisa atau tidak mau diberi tahu atau diberi saran, merasa diintervensi, Merasa orang lain terlalu ikut campur.


Utopis: idealisme yang kebablasan, menuntut sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan.



3.

Fanatik: sikap atau perilaku antusiasme berlebihan dan pengabdian tidak kritis yang intens terhadap beberapa masalah kontroversial seperti misalnya dalam agama atau politik.


Primordial: menjunjung tinggi ikatan sosial yang bersumber dari etnik, ras, tradisi dan kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu baru dilahirkan.


Konservatif: cenderung enggan menerima perubahan, cenderung mempertahankan kebiasaan atau tradisi meskipun tidak relevan lagi, cenderung memisahkan diri dari pihak luar.



4. 

Realistis: cenderung mudah beradaptasi, mudah menerima kenyataan, tidak keras kepala dan bebal, cenderung fleksibel dan suka mengalir menyesuaikan arus.


Imajinatif: cenderung banyak pertimbangan, penurut, ingin tahu banyak hal, diam-diam berpikir, dan merenungkan hal yang menarik.


Harmoni: tidak suka pertentangan, konflik, pertengkaran, perebutan, menghindari konfrontasi. Menyukai keselarasan, kedamaian, kerukunan, mendahulukan negosiasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar