Ideologi Politik
1.
Oportunis
Pragmatis
Distopis
2.
Tempramental
Bebal
Utopis
3.
Fanatik
Primordial
Konservatif
4.
Realistis
Imajinatif
Harmoni
1.
Oportunis: biasanya tidak memiliki prinsip karena mereka bisa membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar – tergantung keadaan mana yang lebih menguntungkan.
Pragmatis: kecenderungan berfikir praktis, sempit, dan instan. Begitu pula menginginkan segala yang diharapkan segera tercapai tanpa melalui proses yang lama.
Distopis: apapun bisa terjadi, cara apapun bisa dilakukan. Cenderung menimbulkan rasa trauma, penuh konflk, dan gejolak berkepanjangan.
2.
Tempramental: mudah meledak, mudah marah dan sering melakukan kekerasan, verbal atau lainnya.
Bebal: Tidak bisa atau tidak mau diberi tahu atau diberi saran, merasa diintervensi, Merasa orang lain terlalu ikut campur.
Utopis: idealisme yang kebablasan, menuntut sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan.
3.
Fanatik: sikap atau perilaku antusiasme berlebihan dan pengabdian tidak kritis yang intens terhadap beberapa masalah kontroversial seperti misalnya dalam agama atau politik.
Primordial: menjunjung tinggi ikatan sosial yang bersumber dari etnik, ras, tradisi dan kebudayaan yang dibawa sejak seorang individu baru dilahirkan.
Konservatif: cenderung enggan menerima perubahan, cenderung mempertahankan kebiasaan atau tradisi meskipun tidak relevan lagi, cenderung memisahkan diri dari pihak luar.
4.
Realistis: cenderung mudah beradaptasi, mudah menerima kenyataan, tidak keras kepala dan bebal, cenderung fleksibel dan suka mengalir menyesuaikan arus.
Imajinatif: cenderung banyak pertimbangan, penurut, ingin tahu banyak hal, diam-diam berpikir, dan merenungkan hal yang menarik.
Harmoni: tidak suka pertentangan, konflik, pertengkaran, perebutan, menghindari konfrontasi. Menyukai keselarasan, kedamaian, kerukunan, mendahulukan negosiasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar