---Di mana pun adalah ruang kelas---

Sabtu, 11 Desember 2021

Pelajaran Pemilihan RFTIK 2021: Memahami Tipe Pemilih

 Realitas di lapangan menunjukkan bahwa lebih banyak keputusan pemilih untuk memilih calon ketua, sifatnya tidak logis, lebih cenderung emosional.


Selain aspek atau variabel kebiasaan sehari-hari dan perilaku, calon ketua dan timnya dituntut memahami kompleksnya tipe pemilih.


Setidaknya, terdapat 4 tipe pemilih yang masing-masing dari keempatnya, jumlahnya tidak rata.


1. Tipe pemilih analis. Sebelum mengambil keputusan untuk memilih calon ketua, tipe ini akan mengumpulkan bahan informasi tentang masing-masing calon, meneliti segala aspek dari pribadi calon. Pertimbangan atau orientasi memilihnya bersifat jangka panjang. Lebih suka berkomunikasi secara interpersonal daripada berkomunikasi secara massa. Jumlahnya rata-rata 10-20%.


2. Tipe tukang ngopi atau nongkrong. Sebelum mengambil keputusan untuk memilih calon ketua, langkah pertama yang dilakukan tipe ini adalah mereka akan melihat siapa saja yang berada di lingkaran pertemanan masing-masing calon. Pertimbangan atau orientasi memilihnya berdasarkan pengalaman yang beragam dan kompleks sehingga cenderung mudah diajak kompromi dan dimintai tolong. Lebih suka berkomunikasi secara massa daripada berkomunikasi secara interpersonal. Jumlahnya rata-rata 15-25%.


3. Tipe pengawal atau penjaga. Tipe ini cenderung mengambil keputusan untuk memilih calon ketua berdasarkan fakta-fakta sederhana. Pertimbangan atau orientasi memilihnya bersifat pragmatis. Selain itu, tipe ini suka terhadap pertimbangan etis, norma, atau kultur dalam memilih calon ketua, lebih suka melihat rekam jejak proses daripada wacana ide, visi, misi, atau argumentasi yang dimunculkan. Jumlahnya rata-rata 25-35%.


4. Tipe pemilih independen. Cenderung sudah punya penilaian sebelum mencari tahu lebih lanjut dalam mengambil keputusan untuk memilih calon ketua. Tipe ini sangat rasional dalam memilih calon dan menyukai pembaharuan. Kurang suka terhadap pertimbangan etis, norma, atau kultur dalam memilih calon ketua. Pertimbangan atau orientasi memilihnya bersifat kebaruan. Jumlahnya rata-rata 10-20%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar