M. Q. Aynan
Desain Komunikasi Visual dan hubungannya dengan masyarakat tertentu sebagai ilmu adalah ilmu yang mempelajari proses pemikiran dan perwujudan hasil karya yang terkait dengan nilai-nilai hubungan suatu masyarakat tertentu. Ilmu ini diistilahkan dengan Sosiologi Desain. Karenanya, studi ini bersifat konseptual dan teoritis. Sedangkan sebagai praktik, Desain Komunikasi Visual adalah praktik perwujudan hasil karya yang berdasarkan pemikiran terkait dengan nilai-nilai hubungan masyarakat tertentu. Karenanya, praktik ini memuat teknik dan prosedur tertentu.
Bapak saya adalah seorang Penyuluh Kehutanan. Banyak tugas diembannya, salah satunya adalah membuat materi penyuluhan berbentuk visual, khususnya poster. Dalam membuat poster dari tahap perancangan hingga pelaporan, hubungan poster dengan masyarakat juga diperhatikan sebab poster berada di tengah masyarakat dan berkomunikasi dengan masyarakat.
Tugas membuat poster dalam setahun terdapat 12 poster di 12 lokasi. Poster itu dicetak menjadi baliho berukuran 2x3 meter yang diletakkan di jalur Pantura. Tahapnya adalah penyuluh membuat rancangan judul, lalu diajukan ke cabang dinas. Setelah diterima, penyuluh membuat rancangan gambar berbentuk berkas. Diajukan lagi. Setelah diterima, baru poster itu dicetak dan dipasang di lokasi yang sudah ditentukan. Pemasangan melibatkan Kelompok Tani Hutan dan Penyuluh setempat. Setelah dipasang kemudian membuat laporan.
Secara teknis, pertimbangan dalam membuat poster antara lain: tata letak judul biasanya berada di atas, di bawahnya ada logo provinsi dan tulisan cabang dinas. Di bawahnya lagi ada gambar; tipografi. Jenis tulisan (font) yang penting jelas dan mudah dibaca oleh setiap orang. Tulisan tidak boleh menutupi gambar; Warna bisa warna apa saja yang penting warna gambar dan tulisan kontras. Apabila warna keduanya mendekati seperti hijau dan kuning, maka warna tepi tulisan diberi hitam; ilustrasi. Ilustrasi tulisan antara lain seperti SEKARANG MENANAM, BESOK SELALU MEMANEN; PERHUTANAN SOSIAL MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT; HUTAN LESTARI, MASYARAKAT SEJAHTERA. Sedangkan ilustrasi gambar antara lain seperti gambar pepohonan, macam-macam Hasil Hutan Kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu, Uang, Mobil, anak kecil menanam bibit, dan berbagai lapisan masyarakat yang terlihat gembira.
Teknik itu ingin membentuk asosiasi makna bahwa hutan tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga berdampak sosial berupa kesejahteraan masyarakat. Masyarakat tidak punya akses mengelola, tetapi punya akses dalam pemanfaatan hutan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar