Pertemuan itu pada dasarnya terjadi ketika R mengundang A untuk menjadi salah satu narasumber dalam forum. R terkesan dengan gaya A menjelaskan persoalan yang rumit melalui bahasa yang mudah dimengerti. Setelah pertemuan itu, hubungan A dengan R makin dekat lewat percakapan pesan elektronik. Padahal keduanya punya tipe kepribadian yang bertolak belakang.
Sebagai seorang yang berasal dari keluarga aktivis gerakan, R punya banyak kenalan. Sebagai mahasiswi cerdas dan IP tinggi membuatnya kian dihormati dalam kehidupan sehari-hari. Itu ditambah sifatnya yang periang, mudah akrab, dan suka bicara ceplas-ceplos.
Beda dengan A, Anak orang kehutanan itu seorang pemuda serius, tak pandai berkelakar, dan suka musik klasik. Yang dipikirkannya hanyalah bagaimana memajukan organisasi. Mengobrol dengannya, seperti tak akan lepas dari soal-soal politik, perjuangan dakwah, dan cinta tanah air. Tapi justru inilah yang membuat R tertarik.
Dalam pemaparan, A fasih mengutip pemikiran fikih mengenai lima prinsip dan lima kaidah dan juga soal geopolitik. Saat A menjelaskan, R antusias mendengarkan. Meski akrab, mereka tak pernah terlihat bersama. Pertemuan keduanya pun selalu dalam acara organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar