---Di mana pun adalah ruang kelas---

Sabtu, 03 Juli 2021

Surat Kepada Mantan Tunangan

 Kepada

Yth.

Mantan Tunanganku


Aku kadang dihampiri kalimat tanya, baik tentangku maupun tentangmu. Kalimat tanya itu adalah, mengapa aku bisa penasaran, tertarik, hingga selanjutnya aku memutuskan untuk melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius. Begitu pula sebaliknya, apa yang membuat kau bisa merelakan dirimu untuk menerimaku.


Aku masih ingat bahwa salah satu busana kesukaannmu, yang sering kamu kenakan adalah kerudung berwarna coklat pastel. Orangnya sudah manis, ditambah dengan kerudung yang tampak rasanya manis, seperti es krim saja. Bisa dibayangkan kamu itu seperti es krim, apalagi ditambah dengan campuran vanilla dan keju.


Tapi itu dulu. Sekarang tidak lagi sama. Entah esok, atau lusa, atau kapan di masa depan. Apakah kita bisa kembali menjadi sepasang kekasih yang diikat oleh suatu hubungan, tidak hanya menghubungkan kita berdua saja, tetapi juga menghubungkan keluarga kita. Atau kita masing-masing menemukan pengganti. Aku menemukan penggantimu, kau menemukan penggantiku.


Jika kita tak bisa lagi bersama, tak perlu ada penyesalan yang berlebih. Bagaimanapun, kita pernah saling memilih dan saling menerima. Itu artinya, sudah banyak yang dilalui bersama. Sudah banyak pula kebersamaan, entah itu sekedar berbagi cerita lelahnya berkegiatan, ataupun bertukar pendapat mengenai urusan yang menjadi hajat orang banyak.


Aku banyak belajar darimu, mungkin kamu juga banyak belajar dariku, salah satunya tentang menghadapi banyak orang. Setelah pertunangan kita batal, aku fokus pada kehidupan akademikku, profesiku, serta pengabdian sosialku terutama soal anak-anak dan perempuan, dan bisa dikatakan jejakmu masih bisa ku lihat dan ku dengar di dalam tema kesejahteraan sosial. Semoga aku bisa tetap berkomitmen penuh dalam tema itu, meskipun tanpa kamu.


Kini, kita tak lagi bersama, sampai terasa seperti orang asing. Padahal sebelum ini, kita termasuk orang-orang yang paling dekat satu sama lain. Tertawa bersama sambil saling melempar candaan. Ingatan tentangmu mungkin tak akan pernah sepenuhnya hilang. Bagaimanapun, kamu adalah salah satu orang yang paling membentukku menjadi seperti sekarang. Bagaimanapun selanjutnya, semoga yang terbaik untuk kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar