---Di mana pun adalah ruang kelas---

Sabtu, 10 Juli 2021

Nasihat 4 Tahapan dalam 4 Tahun Berproses di Organisasi Kemahasiswaan


Pengembangan diri harus diusahakan. Selain untuk peningkatan kecakapan, pengembangan diri juga akan memberi seseorang kebermaknaan dalam berproses. Sehingga tahapan yang dilalui tidak bergerak begitu-begitu saja.


Banyak versi saran atau nasihat untuk melalui tahapan-tahapan itu. Salah satunya, nasihat 4 tahapan yang akan saya bagikan:


1. Di tahun pertama berproses, fokus belajar, fokus ikut kajian, kepada 1 senior yang dianggap layak dan patut dijadikan mentor. Jangan malas mengambil kesempatan dan menimba ilmu darinya. Jangan malas belajar, mencari tahu, atau bertanya. Berproses tidak hanya berarti ikut acara formal atau seremonial. Manfaatkan baik-baik untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman darinya. Karena nanti setelah seseorang memasuki tahun berikutnya, waktu yang dimiliki untuk belajar tentunya tidak sebanyak saat seseorang masih belum terlibat di kepanitiaan. Saat seseorang di tahun pertama ini sering bertemu dengan orang yang lebih tua secara umur dan lebih senior secara pengalaman, ia jadi punya pandangan yang berbeda dari kebanyakan orang yang seumuran.


2. Di tahun kedua, pengalaman di kepanitiaan adalah kesempatan besar. Terlibat di kepanitiaan bisa dipertimbangkan sebelum menjadi pengurus. Setelah menimba banyak pengetahuan di tahun pertama, tahun kedua adalah masanya untuk mempraktikkan pengetahuan yang didapatkan sebelumnya, sambil sekaligus juga menambah pengetahuan dari sumber-sumber lainnya. Cobalah banyak hal. Tidak perlu khawatir berbuat kesalahan teknis. Membuat kesalahan tak jadi masalah karena seseorang di tahun kedua biasanya belum terlalu dianggap senior.


3. Di tahun ketiga, berlatih berpikir strategis dan mengambil keputusan. Setelah dua tahun berproses dengan bimbingan, pendampingan, dan arahan orang yang lebih senior, bekal seseorang sudah cukup banyak. Kondisi psikologis seseorang juga jauh lebih matang, apalagi setelah mengalami berbagai dinamika.


4. Di tahun keempat, biasanya seseorang sudah dianggap senior, hampir menjadi seperti sesepuh. Tidak perlu mencoba-coba hal baru, bukan waktunya eksplorasi. Membangun persepsi dan menjaga reputasi tidaklah mudah. Daripada mencari nama baru, lebih baik menjaga nama baik yang sudah ada. Tidak ada waktu untuk memulai dari awal lagi.



Setelah semuanya, di tahun kelima, seseorang bisa saja sudah lulus atau masih belum lulus. Bagaimanapun, seseorang di tahun kelima itu sudah renta. Saatnya memberi layar dan panggung kepada yang lebih muda, biarlah di tahun kelima cukup memberikan konsultasi saja.


Wariskan saja pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, dan mendukung gagasan-gagasan cemerlang yang junior itu programkan. Di tahun kelima sudah bukan lagi waktunya untuk memikirkan proses pribadi atau mengubah situasi dan kondisi. 


Keberhasilan dalam berproses tidak muncul dalam waktu sebentar. Semoga terinspirasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar