Strategi, Taktik, dan Manuver, Menuju Kontestasi
Tulisan ini bukan hasil pembacaan buku-buku, melainkan lebih kepada hasil refleksi pribadi sependek bersinggungan dengan dinamika strategis di lingkungan sekitar.
Lingkungan strategis yang dimaksud baik lingkungan strategis internal dimana seseorang berada dan memiliki posisi, maupun lingkungan strategis eksternal baik yang diidentifikasi sebagai kawan maupun yang diidentifikasi sebagai lawan.
Sependek persinggungan pribadi, menghadapi lawan itu sulit. Akan tetapi, lebih sulit menghadapi kawan sendiri, sampai ada ungkapan bahwa musuh yang paling berbahaya adalah musuh dalam selimut. Oleh karena itu, tulisan ini akan lebih fokus membahas lingkungan strategis internal. Soal eksternal, bisa menyusul di kesempatan berikutnya.
Strategi dan taktik seringkali sulit dibedakan dengan jelas. Paling tidak, strategi biasanya menjawab pertanyaan "apa" dan sifatnya lebih umum. Selain itu, biasanya strategi diwakili oleh kata-kata meningkatkan, mengembangkan, menegakkan, menata, memberdayakan, mempercepat, dll. Untuk penjelasan lebih lanjut, bisa dibaca di berbeda rujukan sebab sekali lagi, tulisan ini bukan tulisan yang banyak mengandung konsep dan teori, melainkan hasil refleksi.
Sedangkan taktik biasanya menjawab pertanyaan "bagaimana" dan sifatnya lebih khusus. Itu perbedaannya dengan strategi. Sedangkan persamaan keduanya adalah sama-sama terencana dan tersusun. Secara umum, taktik biasanya dibagi antara penyerangan atau pertahanan. Sedangkan secara khusus, taktik dapat berbentuk beberapa macam, misalnya antara frontal atau gradual, ketat atau longgar, terbuka atau tertutup, cepat atau pelan, memusat atau menyebar, baku atau lentur, menghibur atau menyebalkan, menjemput atau menunggu, membuka atau mengunci, membiarkan atau menghalangi, dst.
Kata manuver tidak banyak dan jarang saya dengar di lingkungan sekitar entah karena kurang wawasan dan pengalaman atau faktor lain. Intinya, dari beberapa percakapan yang membahas tentang manuver ini, bisa dirangkum bahwa manuver seringkali spontan, bersifat cepat, tepat, tangkas, jangka waktu singkat, langkahnya kecil, bersiap di situasi sulit ditebak, dan peralihannya lincah. Manuver sangat mengandalkan momentum, sarat dengan muatan menikung, menipu, mengelabuhi, menghindar. Selain itu, penting juga memecah atau menyebar pasukan atau barisan.
Jadi, gerakan sebaiknya dirancang sedemikian rupa mulai dari yang sifatnya mendasar hingga yang rinci, mulai yang makro hingga yang mikro, dsb. Jika tidak dirancang dengan baik tapi acak, tanpa arah yang jelas, hanya mengandalkan emosional, tidak teratur dan rapi, lebih baik mundur atau urungkan maksud. Selamat menuju kontestasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar