Ia tidak banyak kata-kata dalam bicaranya. Ia lebih suka menyimpan pemikirannya dan mengekspresikan perasaannya dengan ungkapan berbeda.
Ia memiliki suara, yang meski tidak semerdu vokalis terkenal, tapi tidak fals. Bahkan ia pernah dipercaya, atau dapat dikatakan terpaksa, beberapa kali untuk menjadi vokalis.
Ia menganggap masa khidmat sebagai masa di mana ia menikmati hidup yang sesungguhnya. Ia mengaku kembali menemukan prestasi alternatifya selama menjalani berbagai penugasan. Di usia dua puluhan, ia menghabiskan lebih dari separuh waktunya dengan menganalisis tanggungjawab dan peran yang harus ia mainkan.
Ia menyadari kehidupannya sebagai penanggungjawab tidak bisa lepas dari penilaian orang banyak soal tanggungjawabnya. Tentu saja hal itu bertolak belakang dengan kepribadiannya yang introvert dan tidak suka berada di tengah keramaian apalagi menjadi pusat perhatian.
Karakternya yang kharismatik namun agak kaku saat menghadapi perempuan tertentu. Selain sulit ditebak, ia juga tidak banyak mengumbar kehidupan pribadinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar