---Di mana pun adalah ruang kelas---

Jumat, 29 Januari 2021

Ksatria Senopati Mandhita Jadi Mahaguru, Momen Lengser Asmara, dan Akhir Kedigdayaan

Ksatria Senopati Mandhita Jadi Mahaguru, Momen Lengser Asmara, dan Akhir Kedigdayaan

Muhammad Qurrotul Aynan



Tersebutlah seorang ksatria, ia yang tak banyak orang mengenali wajahnya. Ia secara istikamah melakukan tirakat lahir berupa menyerap ajaran-ajaran yang tertulis di atas lontar-lontar warisan para pujangga terdahulu. Tirakat batinnya terutama menyucikan diri dari sifat tercela, didukung dengan wirid dan mantra.


Tak kalah terkenalnya adalah kejeniusannya dalam menaklukan wilayah untuk tunduk di bawah titah Ratunya, tanpa pertempuran, tanpa adu fisik. Hingga akhirnya, Sang Ksatria memutuskan untuk mandhita, menjadi salah seorang Mahaguru yang paling disegani seantero negeri. 


Penyebab utamanya tak lain tak bukan adalah oleh sebuah kejadian lengser asmara. Saat laga, tanding, siasat dan muslihat seolah sudah menjadi bagian organ dalam dirinya, sang senopati gagal dalam menjalankan misi asmara.


Misinya, Ksatria diminta untuk membujuk seorang Puteri Dewi untuk menjadi calon istri dan Ksatria senopati dikirim sendirian.


Ketika Ksatria sampai di tempat tujuan, ia dihalangi oleh kawanan orang. Ksatria awalnya menyangka orang-orang itu akan bersedia membantu keberhasilan misinya, namun ternyata justru menghalangi keberhasilan itu.


Ksatria memutar otak, mengadakan perundingan, agar misinya berhasil dan orang-orang itu bisa membantunya. menerima dirinya. Tapi perundingan berlangsung alot, dan mereka tetap bersikeras dan kedua pihak ini saling angkat senjata.


Meskipun Ksatria bisa memenangkan pertandingannya, tapi itu bukanlah nasib baik. Orang-orang lainnya kemudian mendengar kabar tentang kejadian itu, dan kejadian itu dianggap tabu atau bahkan aib karena Ksatria dikenal tidak pernah angkat senjata, selalu memilih untuk menyelesaikan urusan di meja perundingan.


Si Ksatria senopati sendiri kemudian pamit dari posisinya sebagai senopati dan tugas siasatnya. Dia lalu memilih meninggalkan istana dan memilih untuk menghuni gua di hutan.


Tak lama berselang, sesudah masyhur sebagai Mahaguru yang sering dikunjungi oleh para senopati lebih muda untuk dimintai fatwa, ia pindah tugas dan pindah alam. Seiring kepindahannya, secara perlahan kedigdayaan wilayahnya pun pudar.


Kisah yang sedikit diketahui orang ini sebelumnya hanya dituturkan lewan lisan, dituturkan bersama langkah kaki sang Ksatria Senopati untuk naik gunung, Mandhita menjadi Seorang Mahaguru, sembari keluar dari berbagai urusan istana, pindah masuk ke dalam gua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar