Mungkin pembaca pernah mengalami suatu kondisi dimana pembaca dulunya sering berkomunikasi, sering berkumpul bersama dengan orang-orang di lingkaran pembaca, entah teman main, teman sekolah, atau semacamnya.
Akan tetapi, berbeda kondisinya dengan saat ini dimana pembaca jarang berkomunikasi, sulit bertemu secara tatap muka, merasa makin jauh, atau malah mulai merasa asing dengan orang-orang di lingkaran pembaca yang dulu pernah dekat.
Hal itu wajar dalam perjalanan kehidupan. Tidak perlu terlalu dipikirkan. Pertanyaannya, mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Mengapa orang-orang di sekitar kita berubah?
Saya mencari berbagai tawaran jawaban, dan menemukan beberapa di antaranya. Namun, jika dirangkum ke dalam satu kalimat atau satu kata, maka kata yang menurut saya paling mewakili adalah: KEPENTINGAN.
Kita mungkin sering melihat tulisan yang tertera di pintu "DILARANG MASUK BAGI YANG TIDAK BERKEPENTINGAN". Atau mendengar kabar ada yang tidak masuk sekolah, tidak masuk kuliah, tidak masuk kantor, dengan alasan "ADA KEPENTINGAN KELUARGA".
Kepentingan bisa bermacam-macam, namun saya batasi ke dalam tiga kepentingan yaitu kepentingan aktivitas/kegiatan tertentu, kepentingan politik, dan kepentingan ekonomi/bisnis.
Kepentingan aktivitas/kegiatan berarti mengerjakan sesuatu yang sama, entah merawat anak bagi pasangan suami istri, bermain permainan yang sama, belajar di tempat yang sama, bekerja di tempat yang sama, menjadi panitia acara, dan kegiatan lainnya. Begitu aktivitas atau kegiatannya berbeda, ada kemungkinan untuk hubungan itu renggang atau bahkan terputus.
Kepentingan politik berarti berada di keberpihakan yang sama, entah mengusung calon yang sama, berada di satu partai politik yang sama, memperjuangkan isu yang sama, atau apapun yang sifatnya adalah memilih suatu keberpihakan.
Kepentingan ekonomi/bisnis seperti terlibat di suatu transaksi yang sama, entah sebagai produsen atau jual-beli antara penjual dan pembeli, atau apapun yang disitu ada nilai keuntungan ekonomis atau bisnis. Lebih dari itu, dua kepentingan sebelumnya yang disebutkan tadi juga tak jarang sarat dengan nilai ekonomis, bisnis, atau transaksional.
Teman sekolah atau teman kuliah tidak bisa bertemu atau berkumpul di kelas atau lembaga yang sama apabila tidak membayar biaya SPP atau UKT.
Pasangan suami istri jika tidak ada mahar, nafkah, biaya pangan, biaya sandang, biaya papan, sangat mungkin terjadi perceraian.
Koalisi politik jika salah satu pihak merasa tidak kebagian posisi atau anggaran, bisa jadi ada pecah kongsi.
Kalau bicara kepentingan, semua mengandung kepentingan. Persoalannya adalah kepentingannya itu apakah bersifat duniawi saja atau juga ukhrowi, pribadi atau bersama, sempit atau luas, jangka pendek atau jangka panjang.
Maka, tawaran saya jika hendak mempertahankan hubungan maka pertahankan dengan kepentingan. Untung jika hubungan itu bisa dipertahankan oleh kepentingan bersama, luas, jangka panjang, dan bernilai ukhrowi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar