---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 26 Januari 2021

Menghindari Cakzone dan Dikzone



Masalah hubungan antarpribadi cuma melibatkan 2 orang yang, meskipun secara jumlah sedikit, memang sangat pelik, apalagi melibatkan perasaan. Tak jarang, yang seperti ini lebih membuat kepala cenat-cenut dan dada berdebar-debar, gamang dengan pilihannya, melebihi penggarapan LPJ. 


Apakah akan menanggapi Melati yang perasaannya memang sudah tumbuh, berkembang, terpupuk, bahkan bunganya condong ke arahnya, atau mencoba pepet terus sang Mawar dengan resiko tertusuk durinya, menjadi luka, dan berdarah nantinya, sampai berurai air mata?


Bahkan, orang-orang yang dihinggapi rasa gamang ini bisa lebih absurd daripada orang-orang yang baca pemikiran Nietzsche dan Sartre. Meski absurdnya tingkat tinggi sampai melewati atmosfer, perlu lah kiranya makhluk di planet bumi ini tidak perlu mengkoloni planet Mars, tanpa berfilsafat ala Heidegger atau ala Kierkegaard atauh hal rumit lainnya yang pokoknya berkaitan dengan Ada dan Mengada, untuk menyelesaikan masalah yang sudah seperti banjir di ibukota ini. 


Tanpa berluas-luas lagi, langsung saja, apakah sampean adalah mahasiswa laki-laki yang kebetulan menjadi senior di sebuah organisasi dan sedang asyik-asyiknya memiliki adik-adik, terutama yang menggemaskan? Pernah sebegitu perhatiannya kepada adik mahasiswi, tapi dianggap biasa saja sehingga terjebak dalam Cakzone atau Dikzone?


Siapa tau ada kemungkinan salah dalam usaha meraih perhatian Mawar. Saya, yang entah jenis kelaminnya apa ini, mengamati bahwa perempuan itu memang senang diperhatikan, tapi Cak-Cacak juga harus sadari, kalau Cak-Cacak terlalu dekat dengan Mawar, malah itu bisa menjadi sebuah kesalahan. Mungkin Cak-Cacak ini terlalu nyaman dengan kedekatan yang sangat dengan Mawar, sampai akhirnya Cak-Cacak ini, di mata Mawar, dianggap hanya sebagai orang yang lebih tua atau senior, jadi Cakzone.


Pentingnya pemain cadangan bukan hanya dalam sepakbola, melainkan juga dalam urusan begini ini. Ajaran ini sudah terbukti tokcer dan cespleng, Cak! Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak cukup Mawar, Melati pun juga mari. 


Silakan buktikan sendiri khasiatnya.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar