---Di mana pun adalah ruang kelas---

Rabu, 26 Juli 2023

Marmaria

Kepadamu, cinta, aku bertanya,

Mengapa kau sering tidak hadir di sini?

Di malam sunyi yang kelam ini aku mendongak,

Menatap langit yang gelap, mencari jawaban darimu,

Ah, cinta yang di kalbuku telah menjadi ratu,

Tapi mengapa kau kerap menghilang, bagai hantu?


Bukankah kau pun telah berjanji,

Takkan pergi jauh, selalu setia di sini?

Namun mengapa kini kau menghilang,

Menyisakan kerinduan yang menganga?


Mungkin dirimu memang penuh teka-teki,

Bagai angin yang tiada bisa ku pegang,

Engkau datang dan pergi tanpa aba-aba,

Meninggalkan rasa membekas di relung hati.


Mengapa kau sering tiba-tiba datang dalam mimpi,

Lalu menghilang dalam bayang malam,

Seakan ada rahasia yang tak pernah ku dapatkan.

Bukan, bukan aku ingin menyalahkan,

Tak pernah seharusnya aku merasa berhak.


Ada getaran getir yang datang menghampiri,

Ada gelombang kejut yang muncul merambat,

Apakah ini ujian, ataukah mungkin petunjuk,

Bahwa cinta tak selamanya tentang kehadiran?


Kau bagai kata-kata yang selalu ingin kususun,

Menjadi bait-bait indah dalam syair hatiku,

Namun sebelum jadi lengkap, kau telah lenyap,

Meninggalkanku dengan kerinduan yang pilu.


Namun meski kau sering menghilang,

Aku tak bisa membenci dirimu, cinta,

Sebab dalam goresan kalbuku terukir namamu,

Seakan takdir yang tak bisa ku tolak.


Kepadamu, cinta, aku bertanya,

Ketika kau tak hadir di sini,

Akankah kau datang kembali,

Ataukah pergi selamanya dari hati ini?


O, mungkin takkan pernah kutahu jawabnya,

Mungkin tak perlu tahu,

Tanyaku mungkin pada akhirnya akan dikikis waktu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar