---Di mana pun adalah ruang kelas---

Minggu, 09 Juli 2023

(July Snow) Salju di bulan Juli: Antara Lautan dan Pegunungan

 (July Snow) Salju di bulan Juli: Antara Lautan dan Pegunungan



Menghadap lautan luas aku menanti

Seperti seorang pelaut yang hendak menyelam

Di mata air biru yang menenangkan


Memandang pegunungan tinggi aku menanti

Seperti seorang pendaki yang hendak menjelajah

Di puncak yang menjulang menenteramkan


Ku temukan penghiburan dalam bait-bait khazanah Masyriqi dan Maghribi


Di wajah seseorang, cahaya mentari terbenam menerangi

Menggambarkan penantian yang kian tumbuh


Seperti Al-Mutanabbi yang menulis dengan semangat

Menggambarkan penantian dengan kata-kata megah


"Aku menulis dengan pena kesabaran, menanti saat-saat kebangkitan, seperti fajar yang menghancurkan kegelapan."


Layaknya Ibn Al-Farid yang merenung dalam kesunyian

Menyampaikan penantian yang hidup seiring waktu


"Penantian adalah api yang membara dalam relung hati, menggelitik dan menyala, menyapu setiap pikiran."


Seperti Ibn Arabi yang memandang alam semesta

Menyelami penantian dengan penuh keagungan


"Penantian adalah kisah cinta di antara hati-hati yang terpisah. Bagi yang mencintai, penantian adalah kehidupan yang abadi."


Lirihnya larik membelai kalbu yang haus

Menyemai harapan dalam setiap rangkaian kata


Biru langit yang luas membentang di mataku

Seperti karya-karya Nazik Al-Malaika yang merdeka


"Penantian adalah kekuatan yang mengalir di alam semesta, membentuk kata-kata menjadi sungai yang tak terbatas."


Penantian mengukir jejak di batu-batu puing

Seperti sajak-sajak Saadi Youssef yang berderai di padang pasir


"Penantian adalah tanah yang tandus, tetapi di dalamnya mekar bunga-bunga sajak yang menggugah jiwa."


Seperti syair Adonis yang menari di angkasa malam

Penantianku melambung tinggi, menjelajahi bintang-bintang


"Penantian adalah kolam yang dalam, yang menjaga cinta tetap hidup, dan membiarkannya berkembang menjadi lautan."


Ku pandangi cahaya bulan yang memancar dengan gemilang

Seperti penyair Mahmoud Darwish yang menerangi jiwa yang kelam


"Aku menanti, dan penantianku adalah cerita panjang tentang ketiadaan, tentang keyakinan yang kuat dalam pertemuan yang akan datang."


Di dalam penantian ini, aku menemukan kekuatan

Seperti Nizar Qabbani yang menulis tentang cinta dan revolusi


"Penantian adalah api yang membakar di dalam, menjadi sinar di tengah kegelapan, memimpin kita pada cinta yang tak terbatas."


Dalam setiap tetes embun yang bergulir di pagi hari

Terpancarlah keindahan penantian yang menyala


"O lautan, sampaikan pesanku kepadanya,"

Bisikku lewat pasir pantai, dalam dekap ombak yang menggoda

"O pegunungan, jadilah saksi penantian sementara ini,"

Bisikku lagi, dengan suara yang bergemuruh dalam keheningan


Dalam suara penyanyi, ada melodi penantian

Seperti Umm Kulthum yang merdu di malam yang hening


"Wahai bunga hari-hari, cinta yang lurus, tubuh dan jiwaku untukmu, dan dalam penantian kita hidup."


Seperti Fayrouz yang menyanyikan rindu di hening senja


"Wahyu penantian yang memancar di langit, membawa kabar tentang cinta yang akan datang, memenuhi hati kita dengan lagu-lagu kebahagiaan."


Bunyikanlah irama lagu yang menembus jiwa

Sejuknya udara pegunungan yang menenangkan


Dalam lautan dan pegunungan yang ada dalam wajahnya

Dalam penantian yang hidup dan tumbuh seiring waktu

Puisi menjadi jendela hati yang terbuka lebar

Menghubungkan dunia dalam kekuatan dan keindahan kata-kata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar