Kapitalisme, Right Path, dan Free Will
Saya mendapat 2 keterangan dan pandangan dari 2 praktisi esoteris senior, yang keduanya menurut hemat saya tidak bertentangan, justru saling mendukung satu sama lain. Sehingga, dari dialektika kedua pandangan ini memunculkan sintesis.
1. Bahwa transisi dari Feodalisme ke Kapitalisme, khususnya kemunculan uang sebagai alat tukar dan kemunculan sistem perbankan, justru terjadi karena ada intervensi "right path", bukan "left path".
2. Bahwa ada malaikat yang bertugas menjaga setiap mata uang, atau dengan kata lain di setiap mata uang terdapat malaikat yang bertugas menjaganya.
Istilah "right path" bisa mengacu pada bantuan atau panduan dari sumber-sumber ilahi, seperti malaikat atau pengetahuan gaib yang terinspirasi dari Tuhan. Malaikat atau entitas ilahi lain yang berfungsi sebagai penghubung antara manusia dan Tuhan, membimbing dan menginspirasi pemikiran manusia untuk menciptakan sistem ekonomi dan keuangan yang lebih maju. Intervensi dari "right path" ini mungkin melibatkan inspirasi bagi individu atau kelompok untuk mengembangkan ide-ide baru seperti penggunaan uang sebagai alat tukar, pembentukan sistem perbankan, dan pengaturan struktur ekonomi yang lebih maju.
Entitas gaib "right path" yang mewakili kebenaran dan keadilan, berperan memberikan inspirasi kepada para pemikir, filosof, atau ahli ekonomi pada masa itu untuk menciptakan konsep uang sebagai alat tukar yang mempermudah perdagangan dan sistem perbankan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sebab, menurut analisis beliau, sepertinya tidak mungkin manusia bisa menciptakan dan membangun sistem yang demikian canggih dan revolusioner pada saat itu, bahkan sampai sekarang, tanpa "intervensi dari makhluk lain". Selain itu, beliau yang awalnya mengira intervensi tersebut berasal dari "left path", karena memang salah satu peran dari "left path" adalah memajukan manusia dalam materi atau kebendaan, ketika dipelajari dan diteliti lagi, ternyata bukan berasal dari sana, melainkan justru berasal dari "right path". Temuan ini cukup mengherankan (mindblowing) bagi beliau sendiri.
Sedangkan dalam keterangan dan pandangan kedua, diketahui bahwa ada malaikat yang memiliki tugas untuk menjaga setiap mata uang yang beredar di dunia, dan malaikat ini bertanggung jawab atas kestabilan dan keadilan dalam penggunaan mata uang tersebut. Dalam konteks ini, malaikat dapat dianggap sebagai makhluk gaib yang mengemban amanah dari Tuhan untuk menjaga keseimbangan dan keadilan dalam sistem ekonomi manusia.
Malaikat dalam pandangan Islam adalah makhluk ciptaan Allah yang berfungsi sebagai utusan atau pelayan-Nya. Jika malaikat dikaitkan dengan mata uang, teori ini mungkin menyiratkan bahwa ada entitas gaib yang mengawasi peredaran uang dan memastikan bahwa nilai dan kekuatan ekonomi yang terkait dengan mata uang tersebut tetap berada di jalur yang benar dan adil.
Jadi, kedua teori tersebut dapat melengkapi satu sama lain dengan melibatkan peran malaikat dan entitas gaib "right path" lainnya dalam membimbing manusia dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih maju dan menjaga agar sistem tersebut digunakan dengan bijaksana dan adil. Namun, perlu diingat kembali bahwa ini tetap merupakan pandangan esoteris dan spekulatif, dan interpretasi ini bisa berbeda-beda di antara praktisi esoteris yang berbeda.
Keduanya dapat memunculkan sintesis kurang lebih seperti ini. Postulat atau aksiomanya adalah bahwa ada entitas gaib, seperti malaikat atau kekuatan ilahi lain, yang berperan dalam mengarahkan dan mempengaruhi perkembangan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem ekonomi dan keuangan. Terdapat konsep kunci di sini yaitu malaikat dan kekuatan "right path" lainnya. Variabel yang terhubung satu sama lainnya adalah perkembangan sistem ekonomi, yang didahului oleh kemunculannya di alam energi, dengan adanya malaikat dan entitas gaib "right path" lainnya, lalu kemudian terdapat intervensi sehingga mewujud di alam materi.
Teorema yang dapat dibangun bahwa, jika manusia mengalami transisi dari feodalisme ke kapitalisme dan kemunculan sistem uang sebagai alat tukar, maka intervensi gaib dari entitas yang mewakili "right path" membantu dan mempengaruhi pemikiran manusia untuk menciptakan konsep uang sebagai alat tukar dan mengembangkan sistem perbankan, sehingga memfasilitasi perkembangan ekonomi yang lebih maju.
Jika ada malaikat yang bertugas menjaga setiap mata uang dan memastikan penggunaannya dengan adil dan stabil, maka sistem ekonomi yang melibatkan mata uang tersebut cenderung lebih berkelanjutan, adil, dan tidak menimbulkan ketidakseimbangan ekonomi yang berlebihan.
Proposisinya adalah bahwa, adanya intervensi gaib dari entitas yang mewakili "right path" atau kehendak Tuhan dalam membimbing manusia untuk menciptakan dan mengatur penggunaan mata uang, berperan penting dalam mempengaruhi malaikat penjaga mata uang untuk melaksanakan tugasnya secara efektif dan menjaga stabilitas serta keadilan dalam sistem ekonomi.
Akan tetapi, di sisi lain, menurut praktisi esoteris tersebut, intervensi tersebut hanya di awal saja. Ini penjelasan mengapa kapitalisme, uang, dan sistem perbankan, dalam perkembangannya kemudian, tidak selalu hanya berdampak positif saja, tetapi juga berdampak negatif, bagi umat manusia, lingkungan hidup, dan bumi. Bagaimanapun, dalam pandangan banyak agama dan kepercayaan, termasuk Islam, manusia diberikan anugerah "free will" atau kehendak bebas. "Free will" mengacu pada kemampuan manusia untuk membuat keputusan dan tindakan secara independen, dengan mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada.
Pada awalnya, intervensi gaib atau inspirasi ilahi mungkin berperan dalam memberikan panduan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih maju dan efisien, seperti penggunaan uang sebagai alat tukar dan pembentukan sistem perbankan. Pada tahap ini, inspirasi tersebut bisa berfungsi sebagai pangkalan atau fondasi sistem ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, dalam perkembangannya, sistem ekonomi dan perangkat keuangan semakin dipengaruhi oleh keputusan dan tindakan manusia. Pemahaman dan penerapan sistem ekonomi bisa beragam, termasuk cara uang diperoleh, digunakan, dan didistribusikan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh ambisi, ketamakan, atau kepentingan pribadi, yang mungkin menyebabkan pergeseran dari niat awal yang positif.
Pergeseran ini dapat menyebabkan dampak negatif pada umat manusia, lingkungan hidup, dan bumi secara keseluruhan. Kapitalisme yang berkembang, jika tidak diawasi dengan baik, dapat menciptakan kesenjangan ekonomi yang besar, eksploitasi sumber daya alam, dan berbagai masalah sosial. Keuntungan materi dan pertumbuhan ekonomi sering kali menjadi prioritas utama, mengabaikan keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.
Berdasarkan pandangan esoteris ini, penyimpangan dari "right path" atau jalan yang benar mungkin terjadi ketika manusia mengabaikan nilai-nilai keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial dalam sistem ekonomi. Intervensi awal yang positif mungkin tidak lagi mendominasi, dan sistem ekonomi bisa bergerak menuju arah yang lebih merugikan bagi masyarakat dan lingkungan.
Jadi, ada tambahan variabel di sini, yaitu kehendak bebas manusia. Kehendak bebas manusia adalah variabel penting yang memengaruhi perkembangan sistem ekonomi dan keuangan. Kehendak bebas ini dapat membawa pengaruh baik atau buruk tergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya. Intervensi gaib atau inspirasi ilahi yang terjadi pada awalnya mungkin membuka kemungkinan dan memberikan panduan bagi manusia, tetapi akhirnya pilihan-pilihan manusia dalam menjalankan sistem ekonomi akan menentukan dampaknya.
Perlu diingat kembali bahwa teori-teori ini lebih merupakan pandangan esoteris dan bukan bagian dari ajaran agama atau studi saintifik yang konsensus. Pandangan ini adalah interpretasi esoteris yang menghubungkan konsep-konsep dan variabel-variabel yang bukan termasuk objek kajian sains atau studi teks agama.
Hal ini wajar karena esoterisme melibatkan penafsiran dan pemahaman mendalam tentang realitas yang tidak selalu dapat diukur atau diverifikasi secara saintifik. Ketika melibatkan praktik esoteris atau spiritual, perbedaan pandangan adalah hal yang umum terjadi. Setiap individu cenderung memiliki pengalaman pribadi, persepsi, dan pemahaman yang berbeda terhadap hal-hal yang gaib atau esoteris. Ini juga dipengaruhi oleh latar belakang budaya, keyakinan, pengalaman hidup, dan tingkat pemahaman spiritual masing-masing individu.
Bagaimanapun, penting untuk menghormati perbedaan pandangan dan menghargai bahwa ada banyak sudut pandang dalam esoterisme. Hal ini juga berlaku dalam konteks agama dan kepercayaan lainnya. Adanya beragam interpretasi ini memperkaya pemahaman kita tentang aspek spiritualitas, manusia, dan alam semesta, secara keseluruhan.
Pandangan seperti ini memang tidak umum, tidak dipelajari di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya. Jadi, tidak perlu kaget dan heran pandangan ini berbeda dari perspektif agama dan sains ekonomi yang lebih konvensional. Percaya atau tidak, pandangan seperti ini tetap perlu dihargai dan dihormati karena tidak asal bunyi, melainkan dari hasil pengamatan dan pengalaman khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar