---Di mana pun adalah ruang kelas---

Minggu, 18 Desember 2022

Siti Terperangkap Perasaannya Sendiri

 Sebut saja, Siti. Ia adalah cahaya, sinar yang berbinar-binar. Ia tidak sengaja bertemu dengan seseorang, sebut saja Hassan.


Sebetulnya kita bisa menyebut dia Adnan, hanya saja saya khawatir akan ada yang mengira dia itu saya karena namanya mirip. Sebaiknya saya menghindari nama-nama yang mirip karena sensitif.


Pertemuan tidak sengaja antara Siti dengan Hassan membuat Siti terperangkap dalam perasaanya sendiri, dan merasa bingung dengan perasaannya sendiri. 


Siti yang terhanyut dalam arus perasaannya merasa terjebak dalam situasi yang tidak diduga sebelumnya. Siti merasa bahwa perasaan seperti itu bisa datang tanpa diduga dan mengubah hidup seseorang. Perasaan bisa menjadi sesuatu yang mengikat dan membatasi seseorang dalam mengekspresikan diri.


Siti berpikir bagaimana bisa perubahan suasana jantung-hati bisa mempengaruhi seseorang hingga Siti merasa tidak tahu siapa dirinya, lupa diri, dan merasa terhanyut dalam arus perasaan, tidak tahu apa yang sedang terjadi. Timbul kebingungan dan kekacauan dalam pikirannya.


Dalam kebingungannya, Siti terus melakukan perjuangan batinnya dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang dirinya dan apa yang sedang terjadi, dan masih terus menanti di persimpangan hidupnya.


Siti menjadi makin kebingungan. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Siti makin ragu. Ia makin tidak yakin tentang hari esok. Apakah ia harus berkorban demi mempertahankan perasaannya tersebut. Apakah ia harus berkorban demi orang lain. Apakah ia harus berjuang demi orang lain.


Di persimpangan, Siti bertanya-tanya apakah perasaan tersebut harus dipertahankan dengan cara berkorban, atau apakah ada jalan lain untuk menemukan kebahagiaan. Sayangnya, Siti merasa, tidak ada orang yang bisa menjadi tempat untuk bertanya.


Selain kebingungan, rasa haru juga dirasakan oleh Siti yang sedang terhanyut dalam perasaanya. Ternyata, perasaan bisa menimbulkan emosi yang kuat, baik yang positif maupun negatif. Pikiran atau perasaan yang kuat, terkadang sulit untuk dikontrol.


Ia harus mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Berada di persimpangan, menghadapi pilihan-pilihan yang ada dalam hidupnya.


Seseorang yang terhanyut dalam perasaanya sendiri merasa terharu dengan perasaannya sendiri. Perasaan bisa membangkitkan emosi yang kuat dalam seseorang.


Ia merasa tidak tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya. Perasaan bisa membuat seseorang merasa tidak pasti tentang masa depannya.

.

.

Siti, kamu bertanya?

Kamu bertanya-tanya?

Kamu lupa siapa diri kamu?

Mulai sadar?

Apa yang sedang terjadi?

Apakah akan diteruskan?

Perlukah berkorban untuk mempertahankan?

Apa yang akan terjadi?

Masih terus menanti jawaban?

Terharu, ingin menemukan kebahagiaan?

Kamu bertanya dimana dan bagaimana akhirnya?


Sini kami beri tahu

Asalkan, datanglah ke sini

Datanglah, hadirlah

Kami usahakan untuk memberikan jawaban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar