---Di mana pun adalah ruang kelas---

Senin, 26 Desember 2022

Selamat Nataru, Dear

 Selamat Nataru, Dear


Natal dan tahun baru memang bukanlah momen khas kita. Tapi, ada suasana tersendiri saat sebagian orang lain merayakannya. Saya sendiri membayangkan bahwa momen Natal dan tahun baru mewakili musim dingin, suasana sepi, kadang salju, kadang juga hujan deras disertai angin. Kadang ia juga mewakili ketidaksengajaan dan ketidakpastian. Yang jelas, itu semua, dominan bukan karena natal atau tahun barunya, melainkan karena ia terletak di akhir tahun. Hanya menghitung hari sampai tahun berganti.


Tahun Maymun memang biasanya penuh dengan pasang surut dan liku-liku. Namun melalui itu semua, kamu bisa tetap kuat, ulet, dan berani. Kamu sudah menghadapi setiap tantangan secara langsung dan tidak pernah goyah dalam tekadmu untuk mengatasinya.


Dear, percayalah, atau terserah kamu juga mau percaya atau tidak, bahwa, menulis, berkomunikasi dengan tulisan, terkadang mudah, juga seringkali sulit.


Sungguh.


Terkadang, menulis sesuatu, untuk seseorang, bukan karena agar ia membacanya, melainkan, ...... supaya ada beberapa bagian, sebagian potongan, dari dalam diri ini, yang lepas. Layaknya meditasi yang dapat melepas kecemasan, kekhawatiran, ketakutan, juga keraguan.


Bahkan, ada mungkin yang tidak bisa hanya dilepas dengan diamnya meditasi, tetapi bisa dilepas dengan menulis. Ya, menulis dalam taraf tertentu, merupakan meditasi aktif.


Mungkin, kamu, dulu, atau sekarang masih tetapi hanya di saat-saat tertentu, adalah seseorang yang penuh gairah, bersemangat, periang, hangat, tapi, ah ...... sudahlah ...... saya pun bahkan tidak sanggup melanjutkan tulisan ini.


Menulis kadang sesulit ini, bukan, Dear?


Hanya saja, entah kenapa, saya percaya, tidak lama lagi, saat-saat itu akan tiba. Kamu mungkin saja terkejut dengan kenyataannya. Itu saja.


Tetap jadi batu karang, Dear?


Batu karang yang tak pernah lelah

Menjadi saksi sejarah panjang

Melihat perubahan yang terjadi

Di sekitar tempat ia berdiri


Bersandar di atas tanah yang keras

Ia tak pernah tergoyah

Meski angin bertiup kencang

Dan hujan turun dengan deras


Ia tetap teguh di tempatnya

Menjadi penghubung antara langit dan bumi

Menjadi tempat berteduh bagi yang lelah

Dan menjadi penyemangat bagi yang merindukan kebebasan


Batu karang, kau abadi dalam waktu

Tak pernah merasa lelah atau jemu

Terus bertahan di sini, menjadi saksi

Sejarah yang tak pernah berakhir


Semoga kau selalu terjaga

Dan terus menjadi pelindung bagi kita semua

Batu karang, abadi dalam segala waktu

Hingga keabadian yang tak terbatas.


Tetap jadi batu karang, Dear?


Di hadapan batu karang

Duduk ku seorang

Mengaguminya dan indahnya laut

Yang bergelora di depan mata


Tatkala mentari terbenam

Di ufuk barat yang jauh

Suasana sunyi menderu

Buat kali pertama ku lihat deru campur debu

Dari batu karang keluar tetesan air

Berpeganglah pada hakikat


Tetap jadi batu karang, Dear?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar