Lembah Air Mancur lumpuh. Hujan deras disertai angin. Badai disambut gemuruh. Belum lagi dampak pancaran ledakan. Rasanya perlu waktu yang cukup lama untuk bisa pulih.
Kaisar Naga Langit saat itu gelisah. Alih-alih merencanakan balasan, ia mengumpulkan semua komandan yang masih tersisa, menanyakan kepada mereka “Berapa jumlah Instruktur yang tersisa?“.
Para komandan pun bingung mendengar pertanyaan itu. Sebelum bergegas untuk menghitung, mereka menegaskan kepada Kaisar bahwa mereka masih bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa para Instruktur.
Kaisar kembali berkata, “Kita telah berada di ambang batas. Kita kuat dalam logistik dan strategi pertarungan. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak generasi yang unggul itu. Kalau kita semua tidak bisa regenerasi, bagaimana kita akan mengejar ketertinggalan?”
Titah Kaisar, “Maka kumpulkan sejumlah Instruktur yang masih tersisa di seluruh pelosok wilayah, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada jumlah barisan.”
Para komandan menyatakan kesiapannya untuk mengumpulkan Instruktur yang tersisa. Lalu, salah seorang dari mereka bertanya, “Mengapa Kaisar tidak bertanya tentang sarana prasarana yang masih kita miliki?”
Jawab Kaisar, “Kita sebelum ini terlalu mementingkan untuk membangun benteng-benteng dan perlengkapan senjata, sehingga ketika ada pendadakan, kita bingung untuk memulihkan diri kita. Anggaran sesuai amanat harusnya didahulukan untuk membangun isi kepala, baru kita bisa membangun tembok-tembok yang megah.”
"Ingatlah satu hal bahwa generasi yang maju takkan pernah siap untuk bermanfaat keterlibatan seorang Instruktur. Peran Instruktur dalam perubahan, seperti mobilisasi tanpa massa.”
Pengaderan di berbagai tingkat tak jarang pasang-surut menjadi korban konsesi dan akomodasi politik. Dengan mata telanjang, dapat dilihat ihwal kebijakan pengaderan hingga pelaksanaan operasional sangat kental dengan tarik menarik kepentingan politik praktis.
Instruktur memiliki posisi strategis dalam menggerakkan mesin pengaderan. Jika kabar muram dan perang dingin tak terhindarkan, hal itu akan berdampak secara psikologis. Perlu barisan independen dan bebas intervensi politik untuk merumuskan dan menyelenggarakan standarisasi kompetensi Instruktur dan membantu memfasilitasi usaha pemenuhan posisi fungsional.
Eksistensi Instruktur di suatu wilayah adalah syarat utama kemajuan. Wilayah maju, Instruktur hampir segalanya. Sudah saatnya menghimpun dan menata para instruktur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar