Hampir setiap kisah, baik kisah nyata maupun rekaan, adalah kisah tentang hubungan satu rumpun keluarga, atau silsilah nasab, dan tentang hubungan satu perguruan, atau silsilah sanad.
Kita juga bisa menyebut kisah-kisah tersebut sebagai hubungan genetik dan genealogis.
Dengan kata lain, alur cerita ujung-ujungnya berputar di sekitar keluarga yang itu-itu saja, dan berputar di sekitar guru yang itu-itu saja.
Pertanyaannya hanya berujung kepada
Anaknya siapa?
dan
Muridnya siapa?
Namanya alur cerita, tokohnya secara umum dapat dibagi menjadi tokoh protagonis dan antagonis.
Kalau kita tengok ke masa lalu, zaman para nabi dan rasul, cerita berujung antara Ibrahim dengan Namrud, Musa dengan Fir'aun, antara Daud dengan Jalut, dan seterusnya.
Sejak saat itu, bahkan sampai sekarang, tokoh di tingkat lokal dan tokoh besar tingkat dunia, pasti punya hubungan, entah hubungan keluarga, atau hubungan perguruan, atau keduanya.
Para pendakwah yang paling berhasil, Walisongo, misalnya, semuanya punya hubungan entah hubungan silsilah nasab keluarga atau silsilah sanad keilmuan, atau keduanya.
Pada zamannya, para Sultan di Nusantara, merupakan murid-murid Sunan Giri. Pada zamannya pula, anak-anak Raja Brawijaya V merupakan murid-murid Sunan Kalijaga.
Dalam kisah fiktif juga tidak terlalu berbeda. Entah kisah Luffy atau Naruto. Di One Piece, alur ceritanya hanya berkisar antara keturunan inisial D, Tenryuubito, Shichibukai, dan Angkatan Laut.
Desa Konoha juga begitu. Ada pendiri desa sekaligus hokage pertama. Hokage kedua adalah adik dari hokage pertama. Hokage ketiga adalah murid dari hokage pertama. Hokage keempat adalah murid dari hokage ketiga. Hokage kelima adalah cucu dari hokage pertama. Hokage keenam adalah murid dari hokage keempat. Hokage ketujuh adalah anak dari hokage keempat. Belum tokoh yang lain.
Pelajaran apa yang dapat diambil? Entahlah, silakan tafsirkan sendiri. Tulisan ini masih belum selesai. Tulisan ini masih bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar