Tulisan ini adalah catatan hasil diskusi, atau yang lebih tepat disebut saling berbagi kegelisahan, antara saya dan beberapa teman saya. Ada yang sedang berada di Jember, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Kami saling berbagi kegelisahan tentang kecenderungan rendahnya atau menurunnya minat mahasiswa dalam penelitian.
Perguruan tinggi umumnya dianggap sebagai salah satu lembaga paling penting untuk pengembangan intelektual di masyarakat. Jumlah prestasi akademik yang diraih oleh para mahasiswa ini menunjukkan intelektualitas mereka. Selain angka IPK, prestasi juga bisa dalam bidang penelitian. Kami menyayangkan, minat mahasiswa untuk melakukan penelitian saat ini tampaknya sedang surut.
Penelitian, padahal, adalah salah satu dari tri dharma pendidikan tinggi. Karena dari penelitian ini penemuan-penemuan baru dapat dikembangkan untuk mengatasi berbagai masalah aktual di masyarakat.
Kami menduga bahwa pemahaman dan kesadaran tentang perlunya penelitian sebagai bagian dari pengembangan dan pendewasaan intelektual muda, adalah salah satu faktor yang menyebabkan minat mahasiswa terhadap penelitian masih rendah. Selain itu, apabila semangat bersaing dalam penelitian rendah, dapat menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran jika gagal.
Menurut kami, banyak dari mahasiswa menganggap penelitian seolah kemewahan intelektual yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang tertentu. Pada kenyataannya, ada banyak lomba untuk mahasiswa di bidang penelitian. Bisa dikatakan tiap bulan ada lomba karya tulis ilmiah, atau bahkan bisa lebih dari itu, misalnya ada LKTI tiap dua pekan sekali. Sayangnya, ada kecenderungan mahasiswa sedikit yang hobi menulis, apalagi belajar penelitian.
Dugaan kami, salah satu penyebab belum berkembangnya minat anak-anak muda ini mungkin kurangnya sarana dan akses pendukung. Dalam pengamatan kami, tidak banyak ditemukan komunitas studi mahasiswa baik itu di kampus-kampus Yogyakarta maupun di daerah lain seperti Surabaya, Malang, dan Jember. Selain itu, menurut pengamatan kami, mahasiswa lebih berminat membentuk komunitas hobi, alih-alih komunitas studi.
Hal ini terlihat dari semakin banyaknya komunitas hobi di kampus yang menunjukkan bahwa mahasiswa lebih terpuaskan dengan hal-hal seperti hiburan dan penyaluran hobi. Minat dan kemampuan mahasiswa perlu diwadahi lebih banyak lagi secara lebih terbuka di kampus, khususnya dalam bidang penelitian, demi ekosistem yang mendukung terhadap penelitian.
Kami mengaku kesulitan menemukan dan merekrut mahasiswa yang tertarik sungguhan dengan penelitian di berbagai program studi. Menurut pengakuan kami, saat ini hanya bisa dihitung jari yang berminat dalam penelitian.
Perlu kiranya membudidayakan komunitas studi demi mendukung ekosistem yang mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan penelitian. Komitmen bersama diperlukan dalam melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa.
Kami masih percaya bahwa membudidayakan komunitas studi akan menjadi penunjang untuk mengembangkan minat penelitian. Sekian kegelisahan kami. Semoga kegelisahan kami berubah menjadi kegelisahan kita, supaya bisa bersama membangun ekosistem yang mendukung penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar