---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 19 Oktober 2021

Dik. Saya, Mas Saya, Mbak Saya, Tidak Punya Banyak Waktu Berurusan dengan Drama Tidak Penting

 Kamu mungkin tau kalau saya anak pertama. Saya tidak punya kakak, baik Mas maupun Mbak. Yang saya maksud Mas dan Mbak adalah beberapa orang yang sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri. Kadang, atau bahkan seringkali, saya menemukan di dalam diri mereka, sosok yang bisa sewaktu-waktu berperan sebagai orang tua saya.


Tentu saya bisa merasakan kecocokan dengan mereka karena banyak hal yang mirip dari kami. Dari kepribadian, hobi, minat, dan beberapa hal lain yang mirip, membuat saya nyambung banget sama mereka. Mereka tentunya cerdas, pintar, dan sudah sukses di mata orang lain. Saya belum sekomplit itu.


Entah apakah saya nantinya ketika sudah sukses di mata orang lain, saat itu yang bernama dengan saya, kamu atau orang lain. Hanya detik yang bisa menjawab. 


Mungkin sebagian orang sudah tau kalau saya itu pemilih alias selektif. Saya juga punya banyak hal di dunia saya yang saya rasa penting sekali untuk saya perjuangkan. Waktu saya terbatas. Energi saya sudah banyak saya salurkan untuk berjuang. Saya tidak bisa, dan tidak mau, membuang waktu dan energi saya secara percuma, untuk suatu hubungan yang belum segera ada kejelasan dan kepastian. Saya tidak mau berurusan dengan drama hubungan yang tidak penting. Mending saya berurusan dengan drama Korea atau drama Turki. 


Saya juga tidak punya banyak waktu untuk ketemu untuk sekedar basa-basi tanpa ada topik tertentu yang dibicarakan tentang rencana masa depan. Saya tidak punya banyak waktu untuk lama-lama melakukan panggilan video atau VC. Chattingan dari larut malam sampai pagi juga saya tidak bisa fokus hanya untuk itu. 


Pelan-pelan bukan berarti lama-lama. Hati-hati bukan berarti nunggu-nunggu. Saya bukan orang yang asal pilih atau mudah memilih. Tapi sekali berencana untuk menetapkan pilihan, insyaallah siap komitmen sampai tuntas. 


Karena saya pemilih, selektif, orang-orang, termasuk dalam konteks hubungan serius antara laki-laki dan perempuan, jumlahnya sedikit yang masuk selera. Kamu bisa dibilang salah satu yang menggugah selera saya. Kamu bisa dibilang salah satu orang yang membuat saya tertarik. 


Saya jelas tidak tertarik dengan orang-orang, khususnya dalam hal ini perempuan, yang hanya akan mengandalkan tampilan fisik saja. Atau orang yang masih kekanak-kanakan dalam bersikap. Itu semua belum tentu bisa untuk mendukung bayar tagihan dan cicilan. Saya hanya tertarik dengan orang-orang dengan kriteria tertentu antara lain seperti bisa diajak kerjasama, berbagi peran, saling mendorong, dan sejenisnya. 


Sekali lagi, tidak ada banyak waktu untuk berurusan dengan drama tidak penting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar