---Di mana pun adalah ruang kelas---

Rabu, 23 September 2020

Hubungan Antarpribadi yang Sehat Adalah yang Mengerti Batas, bukan yang Melampaui Batas




Perlu Berhati-hati dalam memberikan perhatian dan kepedulian kepada pribadi lain entah itu sahabat atau kekasih yang sekiranya tidak layak. Tak jarang, terlalu perhatian dan peduli membutakan kita dari kenyataan. Tak jarang pula seseorang terjebak dalam perasaan pribadi yang meluap-luap dan mulai melihat dunia melalui kacamata warna tunggal. Kacamata ini berarti kita menolak untuk melihat kekurangan pada karakter pribadi lain tersebut, kita menolak untuk melihat apakah mereka tidak memperlakukan kita dengan benar dan tersesat di hutan hasrat pribadi.


Seseorang cenderung jatuh ke dalam perangkap ini jika ia memiliki kemandirian yang minim. Oleh karena itu, seseorang tersebut menolak untuk melihat indikasi buruk karena ia tidak mau kehilangan orang itu, padahal bisa jadi kepergiannya menjadi jalan keluar dari hubungan yang tidak sehat. Maka, sebagai makhluk yang terbatas, hubungan antarpribadi yang sehat juga perlu mengerti batas.


Mengerti batas waktu memulai.

Mengerti kapan batasan permulaan, mengerti persis apa yang tidak akan ditoleransi, apa yang diinginkan dari suatu hubungan. Jangan mau menerima perlakuan yang buruk atau seseorang yang tidak memperlakukan seperti yang selayaknya.



Tapi yang terpenting, mengertilah betapa berharganya seseorang itu. Ia adalah orang yang cerdas, rupawan, dan pantas mendapatkan yang terbaik. Tak perlu melanjutkan hubungan ketika perhatian dan kepedulian salah tempat.


Mengerti batas waktu mengakhiri.

Semua hubungan antarpribadi mengalami dinamika, orang-orang berselisih, dan setiap orang dapat bertindak keliru. Jika seseorang meninggalkan hubungan setiap kali seseorang lainnya melakukan kesalahan, tidak akan ada hubungan. Yang perlu adalah jujur ​​pada diri sendiri dan berusaha melihat segala sesuatunya sejelas mungkin tanpa terhalang keinginan yang sulit terwujud.


Luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan, sebetulnya apa yang diharapkan dari suatu hubungan dan apa batasannya, kemudian tetap berpegang pada ini apa pun yang terjadi. Berhenti untuk memberikan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang tidak pantas mendapatkannya, tak perlu menipu diri sendiri juga menipu orang lain yang mungkin menanggapi perhatian dan kepedulian. Jika tidak, tak perlu terjebak dalam hubungan yang tidak layak! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar