---Di mana pun adalah ruang kelas---

Sabtu, 20 Juni 2020

Visioner, Manajer, dan Teknisi, dalam Relasi Interpersonal dan Kerja Tim

M. Q. Aynan

Sambil saya istirahat sejenak dari pengerjaan skripsi, baru saja saya berdiskusi dengan seorang teman yang suka membaca buku-buku yang berkaitan dengan manajemen, bisnis, dan pemasaran. Salah satu yang menarik dari pemaparannya adalah tiga set keterampilan dalam bisnis. Teman saya lupa membacanya di buku apa. Saya jelajahi peramban, ternyata ada di buku berjudul The E-Myth Revisited karya Michael E. Gerber. Saya pribadi belum membaca bukunya secara langsung, hanya membaca ringkasan dan ulasannya.

Singkatnya, gagasan utama dalam buku ini adalah bahwa membangun bisnis membutuhkan tiga set keterampilan unik:
1. Pengusaha/Visioner –- Ideal untuk meningkatkan bisnis

Visioner, pemimpi, inovator

Tinggal di masa depan

Kontrol keinginan & perubahan

2. Manajer - memasok pesanan dan sistem - Ideal untuk mempertahankan bisnis s

Pragmatis, perencana, penyelenggara

Hidup di masa lalu

Mendambakan ketertiban dan struktur

3. Teknisi - memasok output-Ideal untuk eksekusi

Tinggal di masa sekarang

Suka tenggelam dalam pekerjaan

Tidak tertarik dengan visi & sistem besar



Pengusaha/Visioner dapat menggerakkan bisnis, Manajer dapat memastikannya berkelanjutan, dan Teknisi dapat tetap berhubungan dengan mur dan baut dari pekerjaan yang sedang dilakukan.

Dalam situs emyth.com, ditulis bahwa setiap pemilik bisnis memiliki tiga kepribadian berbeda dalam cara mereka berpikir — dan bekerja di dalam — bisnis mereka. Teknisi hidup di masa sekarang dan berfokus pada melakukan pekerjaan membuatnya, menjualnya, dan mengirimkannya. Manajer berfokus pada pencapaian hasil melalui orang dan sistem, dengan fokus pada saat ini dan menyusun strategi untuk masa depan. Dan Pengusaha mendefinisikan bisnis dan berfokus pada menutup kesenjangan antara di mana bisnis saat ini dan di mana mereka inginkan.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa agar seseorang dapat mengendalikan bisnisnya, ia harus terlebih dahulu memahami perbedaan antara Teknisi, Manajer, dan Pengusaha/Visioner. Dan cara termudah untuk melakukan ini adalah dengan melihat masing-masing kepribadian melalui lensa dari tiga sumber daya vital — pekerjaan, waktu dan uang.

Kerja

Pekerjaan wirausaha/visi bersifat strategis. Ini melibatkan bermimpi, berfokus pada masa depan dan mengembangkan visi ke mana bisnis bisa pergi. Visi ini spesifik dalam hal apa yang akan dilakukan perusahaan untuk melayani keinginan dan kebutuhan pemilik.
Kerja manajerial bersifat strategis dan taktis, dengan fokus pada saat ini dan untuk mencapai hasil melalui orang lain. Manajer adalah pragmatis, perencana dan penyelenggara yang mengubah visi menjadi tindakan.
Pekerjaan teknis adalah pekerjaan langsung dari bisnis — melakukan produksi dan pengiriman produk atau layanan. Teknisi hidup di masa sekarang dan bergantung pada struktur panduan sistem perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan. 
Waktu

Pengusaha/Visioner menyediakan waktu setiap hari untuk pekerjaan strategis untuk memastikan bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi visi. Waktu ini sangat penting untuk masa depan Pengusaha.
Manajer melihat waktu dalam kaitannya dengan personil dan produksi, mengetahui pentingnya menggunakan setiap momen berharga untuk menghasilkan. Manajer mengambil visi strategis perusahaan dan merencanakan tindakan taktis momen demi momen untuk mencapai visi tersebut. Waktu untuk manajer memiliki pertimbangan jangka panjang dan pendek.
Teknisi melihat waktu sebagai momen saat ini dan berfokus pada apa yang dapat dilakukan hari ini . Teknisi berusaha untuk menyelesaikan sebanyak mungkin sekarang , mengakui bahwa lebih banyak produksi sama dengan lebih banyak uang.
Uang

Pengusaha/Visioner memberikan perhatian khusus pada neraca, mengetahui bahwa nilai riil bisnis tercermin dalam ekuitasnya. Semakin tinggi nilai ekuitasnya, semakin besar harga bisnis di pasar. Nilai ekuitas menentukan strategi keluar pengusaha — rencana untuk menjual bisnis dan terus maju.
Manajer berfokus pada pengendalian biaya dan peningkatan laba dengan menciptakan rencana pertumbuhan taktis melalui pekerjaan yang tepat untuk orang dan aset. Mereka tetap mengikuti informasi keuangan terkini sehingga mereka dapat melakukan penyesuaian cepat bila perlu. Tindakan taktis ini mengikat manajer dengan sasaran strategis perusahaan.
Teknisi memandang uang sebagai penghasilan untuk pekerjaan yang dilakukan. Teknisi selalu berusaha mencari cara untuk melakukannya dengan lebih baik dan lebih cepat untuk menghasilkan lebih banyak uang. Upaya Teknisi adalah sumber strategi kompetitif yang lebih baik yang memungkinkan posisi yang kuat dan menguntungkan di pasar.


Saya pikir, tiga set keterampilan tersebut tidak hanya terdapat dalam bisnis saja, tetapi juga bidang lain yang masih berkaitan dengan kerja tim dan relasi interpersonal. Untuk dapat efektif dan efisien, suatu pekerjaan bisa dilakukan tidak hanya oleh satu orang saja, tetapi oleh beberapa orang yang tergabung dalam satu tim. 

Saya punya pengalaman pribadi soal ini. Yaitu pekerjaan yang cukup berat apabila dikerjakan sendiri. Saya tentu perlu mencari orang yang agak berbeda tipenya. Kekurangan saya adalah, kurang bertindak taktis dan berorientasi pada detail dalam pekerjaan. Sementara dalam waktu, kekurangan saya adalah kurang peka dalam memanfaatkan momen kecil, kurang fokus pada saat ini. Dalam hasil, kekurangan saya adalah pada pengendalian dan kompetisi. 

Jika sudah menemukan dan membentuk tim dengan tiga keterampilan di atas, saya pikir suatu pekerjaan baik akademik maupun yang lain akan menemukan momentumnya baik yang besar maupun yang kecil. Jika sudah begitu, tim yang meski kecil akan menjadi kunci kemenangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar